Remaja 14 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks di Bandung

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 30 Desember 2021 | 11:42 WIB
Remaja 14 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks di Bandung
BBC

Suara.com - Seorang remaja berusia 14 tahun di Bandung, Jawa Barat, diperkosa dan dijadikan budak seks oleh komplotan pelaku yang dia kenal melalui Facebook.

Kasus ini viral di media sosial setelah seseorang bernama Alvian Akmal, yang merupakan atasan dari ayah korban, mengunggahnya di Instagram.

Alvian, yang turut membantu mencari korban, mengatakan korban menghilang sejak 15 Desember dan baru ditemukan di sebuah kos di wilayah Bandung pada 22 Desember 2021.

Dalam kurun itu, korban mengaku dipaksa melayani dua hingga tiga laki-laki setiap harinya.

"Saat ada yang mau dilayani, korban enggak mau, dia dipukuli, diseret-seret, diancam dibunuh. Jadi mau enggak mau dia melayani," kata Alvian kepada wartawan Yuli Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia pada Rabu (29/12).

Polisi sejauh ini telah menangkap tiga orang tersangka dan masih memburu 17 orang lainnya yang diduga terlibat kasus ini.

https://www.instagram.com/p/CYB2hbfBqhD/

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan apa yang menimpa TP merupakan bentuk "perbudakan seksual dan kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditoleransi".

Kasus ini merupakan satu dari rentetan kasus perkosaan yang menimpa anak dan menyita perhatian publik pada tahun ini.

Sebelumnya, dua orang anak di Padang, Sumatra Barat diperkosa di rumahnya sendiri oleh keluarga dan tetangganya yang terungkap pada pertengahan November lalu.

Kemudian pada awal Desember, publik lagi-lagi dikagetkan dengan kasus perkosaan belasan santriwati berusia 13-16 tahun di salah satu pondok pesantren di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga:

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menunjukkan bahwa kekerasan seksual menjadi kasus yang dominan dilaporkan terjadi pada anak dalam beberapa tahun terakhir.

KPPPA mencatat laporan kasus kekerasan seksual pada anak telah mencapai 7 ribu pada tahun ini, meningkat dibanding 2019 lalu sebanyak 6.454 kasus dan 6.980 kasus pada 2020. Jumlah itu belum termasuk kasus-kasus yang tidak dilaporkan maupun tidak terdeteksi.

Menurut Arist, rentetan peristiwa itu menandakan Indonesia mengalami darurat kekerasan seksual yang membuat anak-anak berada pada posisi rentan di mana pun mereka berada.

"Situasi ini sudah darurat, kita sudah memasuki zona merah kasus kekerasan seksual pada anak. Ini harus diwaspadai," kata Arist kepada BBC News Indonesia.

Korban trauma

Alvian Akmal mengatakan titik terang ditemukannya TP muncul setelah keluarga mengunggah kabar menghilangnya remaja 14 tahun itu melalui Facebook.

Beberapa waktu setelahnya, seseorang yang pernah melihat informasi terkait hilangnya TP mengaku melihat anak perempuan itu dijajakan melalui aplikasi MiChat.

Mereka kemudian menjebak pelaku dengan berpura-pura ingin menyewa jasa TP, sehingga akhirnya korban dan pelaku ditemukan di sebuah kos di wilayah Bandung.

Menurut Alvian, korban mulanya diperkosa oleh pelaku sendiri. Setelah itu pelaku memaksa korban melayani pelangan setiap hari.

"Korban sempat ngomong itu dia dipaksa bisa dua sampai tiga kali sehari, itu tujuh hari kalau dihitung bisa sampai 20-an [pelanggan] sama pelaku-pelaku yang pertama memperkosa [korban] ramai-ramai," kata Alvian.

Akibat peristiwa itu, Alvian mengatakan korban kini mengalami trauma yang cukup berat.

"Kadang masih suka teriak-teriak juga karena masih terlintas di pikiran dia tentang kejadian yang dialami. Masih sering banget nangis, enggak berhenti," ujar Alvian.

Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nahar, mengatakan pihaknya akan memastikan pendampingan dan rehabilitasi bagi korban untuk mengatasi trauma yang dialami.

"Kami akan mengirim tim untuk memastikan pelayanan di tempat kejadian di Bandung sudah terkoneksi dengan kasus ini. Berdasarkan laporan sejauh ini proses pendampingan sedang berjalan sejalan dengan proses hukumnya," kata Nahar.

Sementara itu, hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa korban diiming-imingi akan dibelikan handphone apabila mau mengikuti suruhan pelaku.

Kapolres Bandung Komisaris Besar Aswin Sipayung mengatakan pelaku menetapkan tarif Rp150 ribu hingga Rp400 ribu.

"Tersangka mengaku [melakukan] ini untuk ekonomi, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Aswin.

'Lingkungan sosial tidak lagi aman bagi anak'

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menuturkan rentetan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat telah gagal membangun ruang yang aman bagi anak-anak.

"Lingkungan sosial anak tidak lagi aman, mulai dari rumah, lingkungan pendidikan, sampai dunia maya," kata Arist.

Pada beberapa kasus, imbuhnya, pelakunya justru merupakan orang-orang terdekat dari anak.

"Itu artinya kejahatan seksual itu telah menembus batas profesi [pelaku] dan lingkungan," ujar dia.

https://twitter.com/dindamauizzahhh/status/1475656017299996673?s=20

Hal itu, kata dia, terjadi akibat sistem perlindungan anak yang lemah. Terlepas dari data laporan yang kasus kekerasan yang diterima oleh KPPPA, Arist meyakini angka kekerasan seksual pada anak yang sebenarnya terjadi jauh lebih besar dari itu.

Sementara itu, penegakan hukum pada kasus-kasus kekerasan seksual pada anak belum maksimal karena penegak hukum sering kali terjebak pada hukum acara, alih-alih mengutamakan hak anak.

"Misalnya [pihak korban] diminta memberi bukti yang cukup dan menghadirkan saksi, padahal ini adalah kejahatan yang tersembunyi, bagaimana kita mencari saksi yang melihat?" kata Arist.

"Sementara kalau ini terus dibiarkan, kita akan mengalami generation lost di mana anak-anak kita tumbuh sebagai korban kekerasan seksual yang mengalami trauma," kata dia.

---

Wartawan di Bandung, Jawa Barat, Yuli Saputra berkontribusi pada liputan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Remaja 18 Tahun Diperkosa 2 Polisi di Jambi, Impian Jadi Polwan Pupus

Viral Remaja 18 Tahun Diperkosa 2 Polisi di Jambi, Impian Jadi Polwan Pupus

Entertainment | Senin, 02 Februari 2026 | 16:44 WIB

Kasir Alfamart Diperkosa Atasan hingga Tewas, Liciknya Heryanto Demi Hilangkan Jejak Pembunuhan Dini

Kasir Alfamart Diperkosa Atasan hingga Tewas, Liciknya Heryanto Demi Hilangkan Jejak Pembunuhan Dini

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:25 WIB

Buang Mayat Pegawai Alfamart usai Diperkosa, Dina Oktaviani Dibunuh karena Otak Kotor Atasannya!

Buang Mayat Pegawai Alfamart usai Diperkosa, Dina Oktaviani Dibunuh karena Otak Kotor Atasannya!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:40 WIB

Terkuak Aksi Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD: Korban Tewas usai Dicekik Kabel Charger HP

Terkuak Aksi Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD: Korban Tewas usai Dicekik Kabel Charger HP

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:42 WIB

Biadap! Terungkap Detik-detik Mengerikan Wanita Terborgol Dicekik Lalu Diperkosa Saat Sekarat

Biadap! Terungkap Detik-detik Mengerikan Wanita Terborgol Dicekik Lalu Diperkosa Saat Sekarat

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:59 WIB

Tragedi Gadis di Cianjur, Dirudapaksa 12 Orang Selama 4 Hari, Ini Kronologinya

Tragedi Gadis di Cianjur, Dirudapaksa 12 Orang Selama 4 Hari, Ini Kronologinya

News | Minggu, 13 Juli 2025 | 07:10 WIB

Bejat! 12 Pemuda di Cianjur Perkosa Anak di Bawah Umur Selama 4 Hari, 2 Buron!

Bejat! 12 Pemuda di Cianjur Perkosa Anak di Bawah Umur Selama 4 Hari, 2 Buron!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 21:48 WIB

Pegawai Universitas Mataram Diduga Hamili Mahasiswi KKN Jadi Tersangka

Pegawai Universitas Mataram Diduga Hamili Mahasiswi KKN Jadi Tersangka

News | Jum'at, 18 April 2025 | 14:35 WIB

Miris! Wanita Diperkosa di Bus Kosong Padahal Sekitar TKP Ramai

Miris! Wanita Diperkosa di Bus Kosong Padahal Sekitar TKP Ramai

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 09:28 WIB

Pilu! Ditinggal Kabur Ibunya, Anak Disabilitas di Jatinegara Diperkosa Berkali-kali 2 Om-om usai Diculik

Pilu! Ditinggal Kabur Ibunya, Anak Disabilitas di Jatinegara Diperkosa Berkali-kali 2 Om-om usai Diculik

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 13:12 WIB

Terkini

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:27 WIB

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:26 WIB

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:23 WIB

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:20 WIB

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:14 WIB

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:57 WIB

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:13 WIB

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:06 WIB

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:46 WIB