Desmond Tutu: Jenazah Pahlawan Anti Aparteid Afsel akan Diaquamasi

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 01 Januari 2022 | 18:52 WIB
Desmond Tutu: Jenazah Pahlawan Anti Aparteid Afsel akan Diaquamasi
BBC

Suara.com - Mendiang pejuang anti-aparteid Afrika Selatan, Uskup Agung Desmond Tutu, akan diaquamasi - proses menghancurkan jenazah menggunakan air yang disebut alternatif ramah lingkungan dari kremasi.

Proses itu adalah "hal yang ia cita-citakan sebagai pejuang lingkungan," kata Very Reverend Michael Weeder.

Ribuan warga Afrika Selatan memberikan penghormatan mereka di Katedral Santo Georgius, Cape Town tempat jenazah Tutu disemayamkan.

Desmond Tutu meninggal dunia seminggu yang lalu pada usia 90 tahun. Kematiannya menyentuh emosi banyak warga Afrika Selatan.

Seorang pria, Wally Mdluli, bepergian lebih dari 1.000 km (620 mil) dari Bloemfontein ke Cape Town dengan menumpang mobil orang - meminta bantuan keluarga dan teman-teman untuk membiayai sebagian perjalanan dan bahkan tidur di sebuah pompa bensin di jalan.

"Saya merasa puas setelah melihat peti matinya. Seakan-akan semangatnya ada dalam diri saya," katanya kepada wartawan BBC Nomsa Maseko di Cape Town.

"Ini kenangan [yang akan saya simpan] selama sisa hidup saya," imbuh Mdluli. Dia berharap bahwa dirinya dan semua orang Afrika Selatan akan hidup sesuai dengan nilai-nilai Tutu.

Pemakaman Uskup Agung Desmond Tutu diperkirakan akan berlangsung akhir pekan ini. Belum diketahui apakah keluarganya akan membuka upacara pemakamannya untuk publik.

Sang uskup bersikeras tidak boleh ada "kemewahan atau pengeluaran berlebihan" pada upacara pemakamannya dan dia meminta agar diberi "peti mati yang paling murah", dengan satu-satunya bunga di katedral adalah "karangan bunga anyelir dari keluarganya", menurut Archbishop Tutu IP Trust dan Desmond dan Leah Tutu Legacy Foundation.

Abunya akan dikebumikan di belakang mimbar di Katedral Santo Georgius di Cape Town - keuskupan Anglikan tempat ia mengabdi sebagai Uskup Agung selama 35 tahun.

Apa itu aquamasi?

Aquamasi, yang menggunakan air, disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dari kremasi, yang menggunakan api. Para praktisinya mengatakan cara ini memangkas emisi karbon dioksida yang dihasilkan hingga 90%.

Istilah teknis untuk proses ini adalah hidrolisis alkalin - melibatkan penimbangan tubuh, kemudian memanaskannya hingga 150C dalam campuran kalium hidroksida dan air hingga 90 menit.

Proses tersebut melarutkan jaringan tubuh, sampai hanya menyisakan tulang - yang kemudian dibilas pada suhu 120C, dikeringkan, dan dilumatkan menjadi bubuk kasar menggunakan mesin yang disebut kremulator.

Setelah semua langkah itu selesai, sisa abu dapat dikubur atau ditebar sesuai dengan keinginan almarhum - seperti yang dilakukan dalam proses kremasi biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:49 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:41 WIB

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:33 WIB

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:00 WIB

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB