Sejarah Kerajaan Samudera Pasai dan Jejak Peninggalannya

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 07 Januari 2022 | 17:27 WIB
Sejarah Kerajaan Samudera Pasai dan Jejak Peninggalannya
Ilustrasi sejarah Kerajaan Samudera Pasai dan jejak peninggalannya. (gurupendidikan.co.id)

Suara.com - Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kemunculan kerajaan tersebut berawal dari datangnya para pedagang Islam dari India, Arab dan Persia ke Indonesia.

Setelah singgah beberapa lama, akhirnya para pedagang Islam tersebut menikah, memiliki keturunan dan menetap hingga membangun kerajaan yang diberi nama Samudera Pasai.

Berikut Suara.com merangkum ulasan tentang sejarah Kerajaan Samudera Pasai hingga jejak peninggalannya.

Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Nizamuddin Al Kamil yang merupakan seorang pimpinan angkatan laut dari Mesir pada tahun 1267 di Aceh. Tujuan didirikannya kerajaan ini adalah untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama lada yang sangat berlimpah di tanah Indonesia.

Masa Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Malik al-Saleh adalah nama baru dari Meurah Silu setelah ia masuk agama Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berikut silsilah kepemimpinan kerajaan Samudera Pasai.

  1. Sultan Malik as-Saleh (1267-1297)
  2. Sultan Al-Malik at Tahir I/Muhammad I (1297-1326)
  3. Sultan Ahmad I (1326-133?)
  4. Sultan Al-Malik at Tahir II (133?-1349)
  5. Sultan Zainal Abidin I (1349-1406)
  6. Ratu Nahrasyiyah (1406-1428)
  7. Sultan Zainal Abidin (1428-1438)
  8. Sultan Salahuddin (1438-1462)
  9. Sultan Ahmad II (1462-1464)
  10. Sultan Abu Zaid Ahmad III (1464-1466)
  11. Sultan Ahmad IV (1466-1466)
  12. Sultan Mahmud (1466-1468)
  13. Sultan Zainal Abidin III (1468-1474)
  14. Sultan Muhammad Syah II (1474 – 1495)
  15. Sultan Al-Kamil (1495-1495)
  16. Sultan Abdullah (1495-1506)
  17. Sultan Muhammad Syah III (1506-1507)
  18. Sultan Abdullah II (1507-1509)
  19. Sultan Ahmad V (1509-1514)
  20. Sultan Zainal Abidin IV (1514-1517)

Pada masa kejayaannya, Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan yang cukup penting di asia. Letaknya yang strategis membuat wilayah kerajaan ini sering dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negara, seperti Cina, India, Siam, Arab, dan Persia. Selain menjadi pusat perdagangan, Samudera Pasai juga menjadi pusat perkembangan agama Islam.

baca juga

Kerajaan Samudera Pasai memiliki mata uang Dirham yang dibuat dari 70% emas murni 18 karat tanpa campuran kimia kertas dengan diameter 10 mm.
Kerajaan Samudera Pasai berdiri dari abad ke-13 hingga 16 M atau sekitar 3 abad hingga akhirnya runtuh akibat penyerangan yang dilakukan Portugis.

Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai dibawah pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin akhirnya ditaklukkan oleh Portugis pada 1521. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, raja Kerajaan Aceh Darussalam untuk mengambil alih Kerajaan Samudera Pasai.

Hingga akhirnya, pada 1524 Kerajaan Samudra Pasai dimasukkan ke dalam wilayah Kerajaan Aceh Darussalam. Hal tersebut dibuktikan dengan dipindahkannya Lonceng Cakra Donya milik Kerajaan Samudera Pasai ke Kerajaan Aceh Darussalam.

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Selama 3 abad berdiri, Kerajaan Samudera Pasai memiliki sejumlah peninggalan bernilai sejarah tinggi.
Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai antara lain berupa Dirham, Cakra Donya, Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, Stempel Kerajaan, dan beberapa nisan atau makam para raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Samudera Pasai.

Itulah ulasan mengenai sejarah Kerajaan Samudera Pasai hingga peninggalannya. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Theresia Simbolon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Sejarah Imlek, Kenapa Identik dengan Warna Merah?

Mengenal Sejarah Imlek, Kenapa Identik dengan Warna Merah?

News | Jum'at, 07 Januari 2022 | 12:35 WIB

Patsy Takemoto Mink, Wanita Keturunan Asia Pertama yang Jadi Anggota KongresAS

Patsy Takemoto Mink, Wanita Keturunan Asia Pertama yang Jadi Anggota KongresAS

Your Say | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:47 WIB

Mengenal LBB di Perang Dunia I, Lembaga yang Gagal Damaikan Dunia

Mengenal LBB di Perang Dunia I, Lembaga yang Gagal Damaikan Dunia

Lifestyle | Kamis, 06 Januari 2022 | 11:22 WIB

Multatuli dan Warisan Korupsi di Zaman Kolonial

Multatuli dan Warisan Korupsi di Zaman Kolonial

Your Say | Kamis, 06 Januari 2022 | 10:11 WIB

Sejarah Bola Basket dan Ukuran Lapangan Bola Basket

Sejarah Bola Basket dan Ukuran Lapangan Bola Basket

Jogja | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:50 WIB

Kisah Timnas Indonesia Menjadi Negara Asia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia

Kisah Timnas Indonesia Menjadi Negara Asia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia

Your Say | Selasa, 04 Januari 2022 | 15:06 WIB

Terkini

Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:43 WIB

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:44 WIB

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:41 WIB

Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai

Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:48 WIB

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:39 WIB

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:22 WIB

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:50 WIB

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:41 WIB

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:25 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 06:46 WIB

×