Tentara Perempuan Asia Pertama Sukses Menjelajah Kutub Selatan Sendirian

Siswanto, BBC

Senin, 10 Januari 2022 | 14:57 WIB
Tentara Perempuan Asia Pertama Sukses Menjelajah Kutub Selatan Sendirian
BBC

Suara.com - Seorang perwira Angkatan Darat Inggris keturunan Asia diperkirakan menjadi perempuan kulit berwarna pertama yang menyelesaikan ekspedisi solo melintasi Antartika.

Preet Chandi melakukan perjalanan sejauh 700 mil (1126,54 Km) dalam 40 hari, walau menghadapi suhu -45 derajat Celcius, jarak pandang yang buruk, dan kelelahan di sepanjang jalan.

Perempuan asal Kota Derby, Inggris berusia 32 tahun itu mengaku menjalani tantangan itu karena ingin menginspirasi orang lain untuk "menembus batas".

Mengumumkan prestasinya di media sosial, dia menulis: "Rasanya sangat tidak nyata akhirnya sampai di sini"

Baca juga:

Kapten Chandi, seorang fisioterapis Angkatan Darat, yang menggunakan nama "Polar Preet" menghabiskan dua tahun perencanaan dan pelatihan untuk ekspedisi itu.

Beberapa pelatihannya termasuk menarik ban sepanjang jalan Kota Derby dan perjalanan 27 hari ke Greenland untuk membantu membiasakan diri dengan kondisi cuaca ekstrem.

Kapten Chandi melakukan perjalanan rata-rata setiap hari sejauh 17 mil (27,3 Km) dan menggunakan peralatan komunikasi khusus untuk mengirim audio dan foto ke keluarga selama misinya.

Setelah selesai, dia mengirim kembali pesan yang mengatakan: "Saya berhasil mencapai Kutub Selatan di mana salju turun.

baca juga

"Rasanya sangat emosional sekarang. Saya tidak tahu apa-apa tentang kutub tiga tahun lalu dan rasanya sangat tidak nyata untuk akhirnya berada di sini.

"Sulit sampai di sini dan saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka.

"Ekspedisi artinya bukan untuk diri saya sendiri.

"Saya ingin menginspirasi orang untuk menembus batas dan percaya pada diri mereka sendiri."

Kapten Chandi sebelumnya telah berbicara tentang bagaimana tantangannya "dianggap di luar norma bagi seorang perempuan Asia".."

"Itulah bagian dari alasan mengapa saya ingin melakukan hal ini - demi orang-orang yang dianggap tidak cocok dengan citra tertentu," katanya.

Ekspedisi itu diperkirakan memakan waktu antara 45 dan 48 hari.

Brigadir Jenderal Lizzie Faithfull-Davies, komandan Brigade Logistik ke-102, mengatakan: "Saya telah menyaksikan upaya Polar Preet di Antartika dengan rasa terpukau dan kagum karena saya telah melihatnya bertahan pada jarak dan kecepatan yang luar biasa setiap hari dalam ekspedisinya.

"Podcastnya yang menarik di situs webnya telah menghidupkan kondisi yang sulit dan daya tahannya yang ekstrem. Dia adalah perempuan yang benar-benar luar biasa.

"Saya benar-benar senang mendengar dia telah mencapai ambisinya untuk mencapai Kutub Selatan dan sangat bangga dia telah menunjukkan betapa kita semua dapat mencapainya jika kita menetapkan pikiran kita untuk itu," kata Faithfull-Davies.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:43 WIB

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:42 WIB

×