Polisi Sebut Pengedar Sabu yang Ditembak Mati di Pamulang Dikendalikan Bandar di Malaysia

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 10 Januari 2022 | 18:36 WIB
Polisi Sebut Pengedar Sabu yang Ditembak Mati di Pamulang Dikendalikan Bandar di Malaysia
Ilustrasi pengungkapan kasus sabu-sabu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Fakta baru terungkap di balik kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat empat kilogram di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Terkuak bahwa sabu tersebut dikendalikan oleh seorang bandar yang berada di Malaysia.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander menyebut bandar tersebut merupakan seorang warga negara Indonesia alias WNI.

"Hasil pemeriksaan mereka ini juga dalam mengedarkan narkotika jenis sabu ada yang mengendalikan yaitu WNI di Malaysia. Ini masih dalam pengembangan," kata Donny di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sindikat ini, kata Donny, menggunakan modus kamuflase sabu yang dibungkus teh China. Mereka juga biasa bertransaksi di tempat keramaian untuk mengelabui anggota polisi.

"Tersangka melakukan transaksi di tempat keramaian masyarakat agar sulit mendeteksi penyerahan barang bukti," beber Donny.

Ditembak Mati

Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sebelumnya menebak mati satu pengedar narkoba di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Sebelum tertembak mati, sempat terjadi kejar-kejaran antar anggota dan pengedar tersebut.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa ketika itu menyebut kedua pelaku masing-masing berinisial HS dan UA. Dalam peristiwa ini HS meninggal dunia saat hendak dilarikan ke rumah sakit.

"Dalam perjalanan ke rumah sakit, satu meninggal dunia. Satu lagi terluka tertembak di kaki," kata Mukti kepada wartawan, Selasa (4/1/2022).

baca juga

Peristiwa penembakan ini, kata Mukti, berawal ketika jajarannya tengah melakukan pengintaian terhadap kedua pengedar di kawasan Viktor, Tangerang Selatan. Mengetahui tengah diintai, keduanya lantas berupaya melarikan diri hingga menabrak dua pengemudi sepeda motor dan satu pengemudi mobil.

"Seorang ibu-ibu pemotor jatuh. Kakinya tergilas. Terus menabrak mobil, hancur bagian belakang. Terus motor satu lagi," tutur Mukti.

"Jadi satu mobil dua motor ditabrak sama dia (pelaku), akhirnya anggota melumpuhkan dengan menembak," imbuhnya.

Dalam perkara ini, lanjut Mukti, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa empat kilogram sabu. Narkotika tersebut diduga berasal dari China.

"Barang dari China, sabu-sabu. Ini masih kita dalami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengedar Sabu Modus Pipa Paralon Ditangkap di Kerobokan Bali

Pengedar Sabu Modus Pipa Paralon Ditangkap di Kerobokan Bali

Bali | Jum'at, 07 Januari 2022 | 08:52 WIB

Dua Pengedar Sabu Tabrak dan Gilas Kaki Emak-Emak Saat Dikejar Polisi di Pamulang

Dua Pengedar Sabu Tabrak dan Gilas Kaki Emak-Emak Saat Dikejar Polisi di Pamulang

Jakarta | Selasa, 04 Januari 2022 | 19:46 WIB

Sempat Kejar-kejaran, Polisi Tembak Mati Pengedar 4 Kilogram Sabu di Pamulang

Sempat Kejar-kejaran, Polisi Tembak Mati Pengedar 4 Kilogram Sabu di Pamulang

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 18:59 WIB

Kasus Unlawful Killing, Ahli Forensik: Kematian 4 Laskar FPI Akibat Luka Tembak

Kasus Unlawful Killing, Ahli Forensik: Kematian 4 Laskar FPI Akibat Luka Tembak

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 16:55 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×