Kisah Eks Guru British Council Terpaksa Bersembunyi Khawatir Diburu Taliban

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 17 Januari 2022 | 18:14 WIB
Kisah Eks Guru British Council Terpaksa Bersembunyi Khawatir Diburu Taliban
BBC

Suara.com - Warga Afghanistan yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Provinsi Helmand untuk lembaga British Council mengatakan mereka masih bersembunyi dan "mengkhawatirkan aksi balas dendam dari kelompok Taliban".

Sekitar 100 orang eks staf British Council masih berada di Afghanistan dan sejauh ini ditolak masuk ke Inggris.

"Kami semua duduk-duduk di dalam, seperti dipenjara," kata satu orang di antaranya. Yang lain mengatakan kehabisan uang.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, akan ada skema baru yang memungkinkan eks pegawai British Council di Afghanistan menetap di Inggris. Dikatakan pula, para guru ini bisa mengajukan melalui skema tersebut.

Namun, masih banyak staf yang bersembunyi sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021.

Baca juga:

British Council -- lembaga publik yang mempromosikan kebudayaan dan pendidikan Inggris di luar negeri -- mengatakan "jelas bahwa para eks guru ini menghadapi bahaya".

Kepala eksekutif British Council, Scott McDonald, mengatakan pihaknya menyadari situasi yang di alami eks koleganya di Afghanistan makin berbahaya, seiring dengan memburuknya situasi di sana.

Ia menggambarkan para mantan guru ini sebagai "wajah Inggris di Afghanistan".

'Dibunuh Taliban karena unggahan Facebook'

Rahimallah, bukan nama sebenarnya, mengatakan bekerja untuk British Council selama dua tahun di Provinsi Helmand meski ia sadar "ada risiko besar dan berbahaya". Di provinsi ini, Inggris mengirim pasukan hingga tahun 2014.

Salah satu tugasnya adalah memberikan pelatihan tentang persamaan, keberagaman, dan inklusivitas kepada para guru sekolah.

Sering kali pelatihan yang ia lakukan mendapat penentangan dari warga setempat. Bahkan, guru-guru laki-laki yang berpendidikan tinggi menolak gagasan persamaan gender, kata Rahimallah.

"Tetapi kami harus melakukannya," katanya kepada BBC.

"Kami katakan kepada mereka bahwa lesbian, gay, dan biseksual harus diterima di masyarakat Afghanistan, namun mereka menolaknya. Mereka mengatakan apa yang saya lakukan bertentangan dengan nilai-nilai agama," ujar Rahimallah.

Sejak Agustus tahun lalu ia bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Sejak itu pula ia tak bisa bekerja maupun menemui keluarga.

Ia yakin kalau Taliban menemukannya, ia pasti akan dibunuh.

Ia bercerita seorang kerabatnya mengunggah tulisan di Facebook yang isinya menyebutkan Taliban tak akan mungkin menggaji para guru.

"Keesokan harinya, orang-orang intelijen Taliban menculiknya, menyiksanya, dan membunuhnya. Jenazahnya dibuang ke sungai. Itu semua gara-gara satu unggahan di Facebook," kata Rahimallah.

"Saya yakin mereka pasti akan melakukan hal yang sama terhadap saya," imbuhnya.

Mantan guru lainnya kepada BBC mengatakan, "Kami semua takut."

Guru perempuan ini mengatakan punya anak perempuan yang masih kecil dan meminta agar bisa dibolehkan bermain di luar.

"Kami bersembunyi dan tak bisa keluar rumah, kami harus berada di dalam rumah kami ... kami berpindah dari satu tempat ke tempat lain begitu kami tahu Taliban mencari kami," ungkapnya.

Seorang guru lain mengatakan keluar rumah sekali dalam beberapa pekan, itu pun dengan menyamar.

Permintaan bantuan ke pemerintah Inggris

Masalah ini sudah disampaikan ke mantan atasan mereka, Joe Seaton, yang diharapkan bisa ikut membantu memperjuangkan nasib para eks guru ini.

Seaton mundur dari British Council pada 2020 setelah bertugas di Afghanistan selama 3,5 tahun.

Ia mengkritik lembaga itu karena "lebih memprioritaskan staf yang bekerja di kantor British Council di ibu kota Kabul".

Ia meyakini para mantan guru di Helmand memenuhi syarat untuk pindah dan menetap di Inggris dengan menggunakan skema kebijakan bantuan dan relokasi warga negara Afghanistan (ARAP).

Skema ini diluncurkan untuk membantu warga Afghanistan yang menghadapi ancaman keselamatan akibat profesi yang mereka lakukan selama ini untuk lembaga yang terafiliasi dengan pemerintah Inggris.

Seaton mengatakan sudah menjadi kebijakan luar negeri Inggris menangkal ekstremisme di Afghanistan.

"Apa yang dilakukan oleh para mantan pegawai [British Council] ini adalah mengatasi ideologi tersebut dengan mempromosikan persamaan, keberagaman, dan inklusivitas," kata Seaton.

"Mereka diburu di lapangan karena kerja-kerja tersebut," tambahnya.

Kementerian Luar Negeri dikecam karena proses evakuasi warga dari Afghanistan yang digambarkan "kacau".

Kementerian ini mengatakan "pekan lalu pemerintah membuka skema pemukiman warga negara Afghanistan (ARCS) yang memberi kesempatan kepada 20.000 orang yang terancam keselamatannya untuk memulai kehidupan baru di Inggris, termasuk mereka yang pernah bekerja untuk British Council, yang keselamatannya paling terancam".

British Council mengatakan mereka sudah mendesak pemerintah Inggris agar aplikasi para mantan staf mereka diproses secepat mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 01:13 WIB

Diskusi Lintas Generasi Soroti Krisis Bangsa, Indonesia Butuh Kepemimpinan Berintegritas

Diskusi Lintas Generasi Soroti Krisis Bangsa, Indonesia Butuh Kepemimpinan Berintegritas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:00 WIB

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Sport | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:55 WIB

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:51 WIB

KPK Didesak Periksa PT Agrinas Terkait Kebijakan Impor 105 Ribu Unit Pick-up

KPK Didesak Periksa PT Agrinas Terkait Kebijakan Impor 105 Ribu Unit Pick-up

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:05 WIB

Impor 105 Ribu Pick-Up dari India Disorot, Peneliti: Ada 10 Celah Hukum untuk KPK Usut PT Agrinas

Impor 105 Ribu Pick-Up dari India Disorot, Peneliti: Ada 10 Celah Hukum untuk KPK Usut PT Agrinas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:25 WIB

Pengamat Politik: Tak Ada Alasan bagi KPK untuk Tidak Mengusut Dugaan Kerugian Negara di PT Agrinas

Pengamat Politik: Tak Ada Alasan bagi KPK untuk Tidak Mengusut Dugaan Kerugian Negara di PT Agrinas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:05 WIB

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:19 WIB

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!

RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

Terkini

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 01:13 WIB

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:51 WIB

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:19 WIB

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:36 WIB

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:01 WIB

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:57 WIB

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:49 WIB