facebook

Dilebur Ke BRIN, Eks Kepala Eijkman Ungkap Potensi Kebocoran Data Gen Orang Indonesia Ke Asing, Ini Penyebabnya

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Dilebur Ke BRIN, Eks Kepala Eijkman Ungkap Potensi Kebocoran Data Gen Orang Indonesia Ke Asing, Ini Penyebabnya
Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K), Eks Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, bicara tentang virus Corona Covid-19. (Suara.com/Frieda Isyana)

sampel-sampel dari manusia itu mengandung mikroba berbahaya dan mengandung informasi tentang manusia itu sendiri yang bisa disalahgunakan

Suara.com - Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Dr Amin Soebandrio mengungkapkan, ada potensi serangan genetik akibat peleburan sejumlah lembaga penelitian ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Amin mengatakan, penyatuan sejumlah lembaga termasuk Eijkman ke Gedung Genomik di Cibinong, Jawa Barat dengan konsep ruang kerja bersama atau coworking space menimbulkan potensi kebocoran data.

"Ini konsepnya coworking space, satu ruangan dan alatnya dipakai ramai-ramai, ini menjadi problem, karena kami yang sudah bertahun-tahun bergerak di bidang riset kesehatan di mana kami menangani sampel-sampel yang berasal dari manusia," kata Amin dalam diskusi CrossCheck, Minggu (23/1/2022).

Dia menjelaskan, sampel-sampel dari manusia itu mengandung mikroba berbahaya dan mengandung informasi tentang manusia itu sendiri yang bisa disalahgunakan jika terjadi kebocoran data karena Gedung Genomik Cibinong terlalu umum.

Baca Juga: Anggrek Kantung Terancam Punah di Indonesia, BRIN: Habitatnya Semakin Sempit

"Misalnya dikomersialkan atau dari sudut nasional security ini juga memiliki nilai strategis, misalnya informasi genetik dikuasai asing, ke depan kita bisa bayangkan negara tertentu yang punya niat kurang baik bisa bikin sesuatu spesifik terhadap gen-nya orang Indonesia," tuturnya.

"Ini kelihatannya cerita fiktif ya, tapi itu bisa saja terjadi," imbuh Amin.

Diketahui, BRIN akan memindahkan peralatan eks Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke Gedung National Integrated Center for Genomic, Tropical Biodiversity and Environment (Laboratorium Genomik), Jawa Barat mulai Januari 2022.

Laboratorium Genomik ini merupakan salah satu fasilitas infrastruktur pendukung riset terintegrasi dari beberapa laboratorium yang ada di Pusat Riset dalam Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati, yakni Pusat Riset Biomaterial, Pusat Riset Bioteknologi, Pusat Riset Biologi, dan PRBM Eijkman.

Secara umum sebagian besar ruangan-ruangan dalam Laboratorium Genomik dengan luas bangunan 16.000 meter persegi ini, terdiri dari ruangan-ruangan untuk laboratorium riset, dan dilengkapi pula dengan ruangan pendukung lainnya diantaranya seperti ruang Co-Working Space, Front Office, Meeting Room, Workshop & Training, Administrasi, Ruang IT, Musala dan Gudang.

Baca Juga: BRIN Gandeng Huawei Dukung Strategi Nasional AI

Berdasarkan jenisnya, untuk ruangan laboratorium terdiri dari Laboratorium Bioprospeksi dan Pemanfaatan Biodiversitas (Wing A) dan laboratorium Biodiversitas dan Lingkungan Tropika (Wing B).

Laboratorium yang terdapat di Wing A terdiri dari : Lab. Teknik Bioproses dan Teknologi Fermentasi di lantai 1, Lab. Bioprospeksi dan Bioassay di lantai 2, Lab. Rekayasa Genetika, Protein dan Metabolik di lantai 4. Sedangkan di Wing B terdiri dari Lab. Preparasi dan Lab. Pengolahan limbah di lantai 1, Lab. Biodiversitas Tropika dan Lab. Mitigasi Perubahan Iklim lantai 2, Lab. Advance Environmental Analysis dan Lab. Basic Environmental Analysis di lantai 3, dan Lab. Kesehatan Lingkungan dan Lab. Toksikologi di lantai 4.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar