Kematian Wiyanto Halim: Sebelumnya Dapat Ancaman Pembunuhan, Sayangnya Nama Pelaku Dirahasiakan hingga Meninggal

Siswanto

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:00 WIB
Kematian Wiyanto Halim: Sebelumnya Dapat Ancaman Pembunuhan, Sayangnya Nama Pelaku Dirahasiakan hingga Meninggal
Ilustrasi penganiayaan. (Unsplash/Ari Spada)

Suara.com - Satu per satu orang yang diduga terlibat kasus pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim (89) di Jalan Pulokambing, kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Jakarta Timur, ditangkap polisi.

Baru-baru ini, polisi Jakarta Timur menangkap seseorang yang memprovokasi massa dengan teriakan "maling."

"Masih diperiksa, tapi dia udah mengakui, dia meneriakkan maling," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Menurut pengakuan terduga pelaku, dia berteriak "maling" karena kesal setelah kendaraannya diserempet mobil yang dikendarai Wiyanto Halim.

"Pemilik motor yang tersenggol tersebut mengakui memprovokasi dengan teriakan maling sehingga mengakibatkan orang-orang di sekitar berempati dan mengejar secara beramai-ramai dengan menggunakan motor terhadap penegemudi Toyota Rush tersebut," kata Endra Zulpan.

Hingga Senin sore, polisi sudah mengamankan 14 orang dan menetapkan satu tersangka.

Keluarga curiga bukan pengeroyokan biasa

Keluarga curiga pengeroyokan terhadap anggota keluarga mereka yang dimulai dengan pengejaran dari Tebet pada Minggu (23/1/2022), dini hari, ada dalangnya.

Kecurigaan keluarga didasarkan pada rangkaian kejadian sebelum dini hari itu.

baca juga

"Ini buat kami bukan sekadar pengeroyokan biasa, ini pasti ada dalangnya, ada pihak-pihak yang menghendaki hal ini terjadi, ini keyakinan keluarga," kata pengacara keluarga korban, Freddy Yoannes Party, di Jakarta Utara.

Menurut keyakinan keluarga, kejadian tersebut sudah direncanakan.

Freddy mengungkapkan secara pribadi Wiyanto Halim tidak memiliki musuh.

Keluarga berharap kepada pihak berwajib untuk menelusuri kasus hingga tuntas.

Perjuangkan tanah

Wiyanto Halim terlibat kasus sengketa tanah di daerah Tangerang, Banten, sejak tahun 1978.

Persoalan tanah itu hingga sekarang masih dalam proses di pengadilan.

"(Selama) 33 tahun beliau memperjuangkan hak atas tanahnya sampai hari ini belum pernah selesai," kata Freddy.

Keluarga tidak bermaksud mengait-ngaitkan kasus pengeroyokan Wiyanto Halim dengan masalah tanah.

Mereka juga tidak berniat menuding siapapun karena polisi yang berwenang menangani kasus kematian Wiyanto Halim.

Diancam dibunuh

Pengacara keluarga korban, Davey Oktavianus Patty, mengungkapkan beberapa hari sebelum pengeroyokan, Wiyanto Halim bercerita pernah mendapatkan ancaman pembunuhan.

"Itu kalau kejadiannya (korban menyampaikan pernah diancam dibunuh) itu sendiri sekitar tiga hari sebelum kejadian. Sekitar hari Selasa atau hari Rabu," kata Davey.

Tapi sayangnya Davey belum mendapatkan identitas pengancam hingga kematian menjemput Wiyanto Halim.

"Kan saya tanya siapa yang ngancam, tapi dia nggak mau. Dia bilang orang itu nggak boleh kasih tahu kuasa hukum maupun keluarganya," kata Davey.

Ketika menerima ancaman, Wiyanto Halim tidak panik karena sudah terbiasa mendapatkan ancaman.

"Nggak (takut), dia bilang sudah biasa dari dulu. Makanya dia bilang ke saya termasuk ke anak-anaknya, kalau saya (dia) mati jangan ada yang nangis, kalau bisa pesta," kata Davey.

Diteriaki maling

Kematian Wiyanto Halim sangat tragis. Sebelum dikeroyok puluhan orang hingga meninggal dunia, dia dikejar-kejar massa dan diteriaki "maling." Padahal dia bukan pencuri dan hal ini sudah dikonfirmasi polisi maupun orang yang meneriakinya maling.

"Bukan pencurian, jadi informasi dari Tebet atau Pulogadung dia bawa mobil ngebut diteriaki maling hingga dikejar," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Ahsanul Muqaffi.

Itu sebabnya, keluarga curiga rangkaian kejadian pengeroyokan itu sudah dirancang.

"Kalau kami memperhatikan itu bukan hanya teriak memprovokasi, tapi motornya itu mengarahkan supaya mobil dari almarhum ini berjalan ke arah yang dia kehendaki, sepertinya ini sengaja digiring ke tempat tersebut kalau kita lihat videonya," ujar Freddy.

Freddy mengatakan memiliki saksi-saksi yang menguatkan kecurigaan keluarga.

"Kami punya beberapa saksi yang bisa menceritakan hal tersebut. Saksi ini belum kami sampaikan ke polisi," ujar Freddy.

Putri Wiyanto Halim, Bryana Halim, mengaku sangat kehilangan bapaknya dan dia menuntut keadilan.

"Kami intinya minta keadilan, (ayah saya) ini sudah jadi mayat. Keadilan buat keluarga saya bagaimana?" kata Bryana.

Kematian Wiyanto Halim baru mereka ketahui dari polisi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

"Akhirnya jam delapan ditelepon dari kepolisian, handphone papa ternyata dari kepolisian. Sudah berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)," kata Bryana.

Kasus itu sedang dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur.

"Sampai dengan sore ini Polres Metro Jakarta Timur sudah menetapkan satu tersangka dengan inisial R," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan.

R dinilai terbukti memukul Wiyanto Halim sebelum meninggal dunia.

"Tentunya dengan kasus ini tidak akan berhenti satu tersangka. Akan berkembang kepada tersangka lain," kata Endra Zulpan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kombes Pol Trunoyudo Resmi Jabat Kabid Humas Polda Metro Jaya Hari Ini

Kombes Pol Trunoyudo Resmi Jabat Kabid Humas Polda Metro Jaya Hari Ini

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 14:10 WIB

Jangan Panik Park Hang-Seo! Ribuan Aparat Bakal Kawal Laga Semifinal Indonesia Vs Vietnam di GBK

Jangan Panik Park Hang-Seo! Ribuan Aparat Bakal Kawal Laga Semifinal Indonesia Vs Vietnam di GBK

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 18:22 WIB

Malika Dieksploitasi Selama 26 Hari Diculik Manusia Gerobak

Malika Dieksploitasi Selama 26 Hari Diculik Manusia Gerobak

News | Selasa, 03 Januari 2023 | 19:37 WIB

Jelang Natal 2022, Kapolri Jenderal Listyo Mutasi 704 Personel Termasuk Pejabat Tinggi

Jelang Natal 2022, Kapolri Jenderal Listyo Mutasi 704 Personel Termasuk Pejabat Tinggi

News | Sabtu, 24 Desember 2022 | 19:25 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Jelang Natalan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Diganti

Kapolri Mutasi Pejabat Jelang Natalan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Diganti

News | Sabtu, 24 Desember 2022 | 18:33 WIB

Kasus Teddy Minahasa, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Kejaksaan Terkait Pelimpahan Berkas

Kasus Teddy Minahasa, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Kejaksaan Terkait Pelimpahan Berkas

News | Kamis, 17 November 2022 | 14:41 WIB

Imbas Teror Bom di Konser NCT 127, Polisi Minta Fans Tak Panik

Imbas Teror Bom di Konser NCT 127, Polisi Minta Fans Tak Panik

Entertainment | Jum'at, 04 November 2022 | 15:36 WIB

Sempat Diwarnai Teror Bom, Polisi Pastikan Konser NCT 127 di ICE Aman

Sempat Diwarnai Teror Bom, Polisi Pastikan Konser NCT 127 di ICE Aman

Entertainment | Jum'at, 04 November 2022 | 15:03 WIB

Irjen Teddy Minahasa Tolak Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya soal Kasus Narkoba

Irjen Teddy Minahasa Tolak Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya soal Kasus Narkoba

News | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:44 WIB

Kasus KDRT, Rizky Billar Resmi Ditetapkan Tersangka

Kasus KDRT, Rizky Billar Resmi Ditetapkan Tersangka

Video | Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:14 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×