- Program Saraswati Fellowship resmi mewisuda 30 peserta angkatan pertama di Museum Nasional pada Minggu (22/2).
- Peserta menempuh program intensif selama tiga bulan untuk mendapatkan akses mentor, jaringan, dan keterampilan kepemimpinan.
- Didukung berbagai tokoh lintas sektor, program ini mulai mempersiapkan angkatan kedua demi memperluas dampak positif.
Suara.com - Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi menggelar Wisuda Angkatan Pertama pada Minggu (22/2). Acara ini menandai kelulusan 30 fellows perdana yang telah menempuh program intensif selama tiga bulan, setelah melewati seleksi ketat dari lebih 400 pendaftar seluruh Indonesia.
Wisuda ini dihadiri para Super Mentors, tokoh nasional dan pemimpin lintas sektor, termasuk Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group & Ketua Umum APINDO) sebagai Keynote Speaker, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta tokoh global Moon Nguyet Phillips dan Ferry Malvinas dari Boston Consulting Group. Kehadiran pimpinan BUMN, swasta, lembaga pemerintahan, dan organisasi masyarakat menegaskan dukungan lintas sektor terhadap program ini.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Saraswati Fellowship menekankan pembangunan “Visual Reference” bagi pemimpin perempuan masa depan. Dalam sambutannya, Sara menegaskan bahwa program ini lahir karena banyak perempuan muda Indonesia memiliki kemampuan, namun belum memiliki peta untuk menavigasi dunia kepemimpinan.

“Program ini memberikan akses pada mentor, jaringan, sumber daya, dan ruang pengembangan kepemimpinan. Kita membimbing mereka agar Indonesia memiliki lebih banyak figur perempuan yang bisa menjadi contoh nyata bagi generasi penerus,” ujar Sara.
Dony Oskaria menambahkan bahwa program ini menandai momentum optimisme dan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin masa depan.
“Peran perempuan penting, tidak hanya membangun keluarga, tetapi juga membangun bangsa,” ujar Dony.
Shinta Kamdani menyebut pemilihan Museum Nasional sebagai lokasi wisuda sangat simbolik.
“Hari ini kita merayakan hadirnya 30 calon arsitek peradaban baru masa depan Indonesia,” kata Shinta.
Saraswati Fellowship tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga membekali peserta dengan soft skills dan kesiapan menghadapi dunia nyata. Sara memberikan apresiasi kepada seluruh fellows Angkatan 1 atas dedikasi mereka selama program.
Baca Juga: Satu dari Tiga Pemimpin Bisnis Global Adalah Perempuan, Tapi Modal Masih Jadi Kendala
“Selamat kepada ke-30 fellows. Semoga manfaat program ini tidak hanya dirasakan sendiri, tapi juga diteruskan ke lingkungan dan jalur pengabdian masing-masing,” ujar Sara.
Keberhasilan Angkatan 1 tak lepas dari dukungan Super Mentors, strategic partners, dan seluruh pihak yang terlibat. Sara menekankan, ini baru awal perjalanan panjang Saraswati Fellowship. Persiapan Angkatan 2 sudah dimulai, dengan pintu terbuka untuk kolaborasi baru demi memberikan dampak lebih luas bagi perempuan muda Indonesia.