facebook

Duduk di Lantai, Potret Fasilitas Magang Ini Tuai Perdebatan Publik, Begini Tanggapan Perusahaan

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Duduk di Lantai, Potret Fasilitas Magang Ini Tuai Perdebatan Publik, Begini Tanggapan Perusahaan
Anak magang pakai fasilitas seadanya (twitter.com/worksfess)

Tanpa laptop dan kursi, para anak magang terlihat bekerja dengan ponsel.

Suara.com - Potret fasilitas magang yang dibagikan di Twitter menjad viral. Foto para anak magang itu diunggah oleh akun @txtworksfess pada Rabu (26/1/2022).

Pada unggahan tersebut terlihat anak-anak magang yang duduk di lantai. Didepannya meja kotak berwarna merah dan kuning untuk meletkkan berbagai barang.

Anak magang yang dalam foto tersebut kebanyakan perempuan itu tengah mengerjakan sesuatu dengan ponsel.

Mereka ada yang membawa laptop namun lebih banyak membawa ponsel dengan disambungkan keyboard portabel.

Baca Juga: Viral Video Santri Gagalkan Curanmor di Pasuruan, Polisi Sebut Pelaku Dua Orang Kabur

"Tempat magang kalian gini juga engak? Ini memang tempatku aja yang enggak mau nambah prasarana komputer/laptop apa wajar gini?" tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut tentu mengudang perdebatan publik di kolom komentar.

Anak magang pakai fasilitas seadanya (twitter.com/worksfess)
Anak magang pakai fasilitas seadanya (twitter.com/worksfess)

"Astaga, ngapain maksain sih. Enggak wajar ini. Kalau memang enggak mampu nampung anak magang ya ndak usah dipaksa kenapa deh," komentar warganet. 

"Perusahaan di tempat gue magang disediain fasilitas komputer kok biaya magangnya juga murah 3 bulan 350 ribuan, baru tau ada perusahaan magang tapi enggak nyediain fasilitas," imbuh warganet lain. 

"Seenggaknya kalau enggak disedian laptop ada meja masing-masing sih, dulu syarat gue magang di PT kecil wajib punya laptop sendiri, dan selain itu fasilitas lain udah disediain, ini sih namanya memaksa memanfaatkan anak magang," timpal lainnya. 

Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan Kecil Ini saat Magang, Akibatnya Fatal

Namun banyak pula warganet yang menyatakan bahwa seharusnya tak hanya memandang satu sisi saja. Sebab perusahaan memiliki kondisi masing-masing.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar