facebook

Bandingkan Shenzen hingga Dubai dengan Calon IKN, Publik Sebut Cuitan Ridwan Kamil Mirip Buzzer: Calon Ketua Otorita?

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Bandingkan Shenzen hingga Dubai dengan Calon IKN, Publik Sebut Cuitan Ridwan Kamil Mirip Buzzer: Calon Ketua Otorita?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil [ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar]

Intens bercuit tentang IKN, publik beri respons beragam ke Ridwan Kamil.

Suara.com - Unggahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menuai perdebatan publik. Cuitan tersebut terkait dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang wacananya akan dibangun di Kalimantan.

Pada videonya, ia mengunggah berbagai potret perubahan kota-kota besar. Dari yang sepi menjadi kota yang maju.

"Dari sepi menjadi maju," ungkap Ridwan Kamil di akun Twitternya pada Rabu (27/1/2022).

"Itulah sejarah semua peradaban kota-kota besar dunia. Dari Shenzen yang dulunya padang rumput sampai Dubai yang dulunya padang pasir, semua ceritanya sama," imbuhnya.

Baca Juga: Buktikan Makeup Tebal Bisa Tetap Cantik, Wanita Ini Pakai Foundation hingga Lipstik sampai 10 Lapis

Pada utasnya di Twitter, Ridwan Kamil juga menyataka bahwa perpindahan ibu kota ada sejak zaman Soekarno.

"Pemindahan Ibu Kota adalah wacana lama sejak zaman Bung Karno. Karena Jakarta memang tidak pernah didesain sebagai Ibu Kota," ungkapnya.

"Beliau memilih Kalimantan karena jauh dari potensi bencana, posisi di tengah nusantara dan menguatkan semangat pemerataan. Hal yang sama yang menjadi alasan mengapa Pak Presiden @jokowi memutuskan di Kalimantan," imbuhnya lagi.

Namun utas dan video yang diunggahnya itu nyatanya memicu berbagai respons publik.

Cuitan Ridwan Kamil (twitter.com/ridwankamil)
Cuitan Ridwan Kamil (twitter.com/ridwankamil)

"Luar biasa Pak Emil ini, ngebuzzer terus IKN. Latar belakang IKN sama Shenzen/Dubai udah jelas-jelas beda, masih aja," komentar warganet. 

Baca Juga: Geger! Makam Edy Mulyadi di Jalanan Samarinda, Aksi Tabur Bunga Dilakukan, Warganet: Hancur Liur

"Cuitannya udah kayak buzzer," imbuh warganet lain. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar