Imlek di Petak 9 Glodok, Cerita Agus dan Sopi Beradu Sabar Menanti Angpao di Mulut Vihara

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 01 Februari 2022 | 15:30 WIB
Imlek di Petak 9 Glodok, Cerita Agus dan Sopi Beradu Sabar Menanti Angpao di Mulut Vihara
Pengemis musiman membludak saat pembagian angpao di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakbar. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Siang makin meninggi di langit Glodok, Jakarta Barat. Orang-orang silih berganti berdatangan, memasuki Vihara Dharma Bakti, Jalan Kemenangan III Petak Sembilan untuk sekedar memanjatkan doa saat perayaan Imlek tahun ini.

Dekorasi serba merah. Lampion-lampion terpasang dan membentang di bawah lampu-lampu jalan. Sepasang kekasih baru saja turun dari mobil. Usia mereka berkisar antara 26 hingga 30 tahun. 

Si laki-laki mengenakan kemeja Cina berwarna merah, sedangkan si perempuan memakai setelan cheongsam yang menjuntai hingga bawah lutut. Dari kejauhan, terdengar suara seperti menyapa:

"Gong Xi Fa Cai, Koh, Ci."

"Angpaonya, Koh, Ci."

Suara itu rupanya berasal dari ruko yang ada di pinggir jalan tak jauh dari Vihara Dharma Bakti. Agus Salim dan Sopi rupanya memilih sudut yang agak teduh. Sebab, pelataran ruko yang mereka singgahi terdapat asbes yang menghalau sinar matahari. Sekali lagi, keduanya menyapa.

"Halo Koh, Ci, Gong Xi Fa Cai," ucap Agus.

Dua orang pengemis bernama Sopi (kiri) dan rekannya, Agus Salim saat menunggu pembagian angpao di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakbar. (Suara.com/Arga)
Dua orang pengemis bernama Sopi (kiri) dan rekannya, Agus Salim saat menunggu pembagian angpao di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakbar. (Suara.com/Arga)

"Mau ibadah juga Koh, Ci?" kata Sopi menimpali dengan posisi tangan memberi salam.

Sepasang kekasih itu hanya menengok sebentar, entah melempar senyum atau mengucap sepatah kata, sebab masker menutup wajah mereka. Kemudian, sepasang kekasih itu berlalu menuju mulut vihara.

baca juga

Seketika, sepasang kekasih itu menyatu dengan pengunjung lain yang mayoritas menggunakan pakaian berwarna merah. Sekali lagi, rezeki berlepasan dari Agus dan Sopi.

"Lolos lagi," ucap Sopi, yang maskernya agak melorot karena karetnya sudah longgar.

Agus tetap dalam raut wajah yang biasa. Tangannya masih memeluk dengkul dan dalam posisi jongkok. Barangkali, pikir dia, masih ada pengunjung lain yang sudi berbagi di Tahun Macan Air ini.

Sopi menyeringai, tangan kanannya masih menggengam plastik kresek hitam berisi gelas plastik kemasan, botol-botol air mineral bekas, hingga kotak makan berbahan dasar karton.

Dia mengaku menyesal tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB -- waktu yang terlalu siang untuk meraup peruntungan di musim-musim seperti ini.

Saya mendekat, menyapa Agus dan Sopi sembari menyodorkan bungkusan berisi batang-batang rokok kretek. Agus menolak, sedari muda, dia memang tidak memilih untuk menikmati asap tembakau dengan alasan kesehatan.

Sedangkan, tangan Sopi menyambut tawaran saya. Pria 70 tahun itu ambil satu batang dan korek gas. Pemantik api dinyalakan, dan Sopi menikmati hisapan pertama dalam-dalam. Setelah mengeluarkan asap, dia bercerita.

Sejumlah anak dan ibu-ibu saat mengantera pembagian angpao di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakbar. (Suara.com/Arga)
Sejumlah anak dan ibu-ibu saat mengantera pembagian angpao di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakbar. (Suara.com/Arga)

"Saya baru dapat ceban. Pas baru dateng dikasih pengunjung goceng. Agak siangan dapat goceng lagi."

"Memang dari jam berapa di sini?"

"Saya kesiangan, tadi jalan dari Kemayoran jam setengah sembilan. Sampai sini jam sembilan. Baru duduk sebentar, Satpol PP minta kami menjauh."

"Kok gitu, kenapa memang Pak?"

"Katanya sih protokol kesehatan."

Kenyataan semacam itu harus diterima Sopi dan Agus. Harapan mendapat angpao banyak seakan pupus karena bangun kesiangan. Padahal, sejak pukul 07.00 WIB, di depan mulut masuk Vihara Dharma Bakti, beragam orang mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak -- yang berprofesi sama dengan Agus dan Sopi -- telah berkumpul.

Mereka, orang-orang itu, sesekali melakukan hal yang sama dilakukan Sopi dan Agus di awal cerita, yakni menyampa dan memberi ucapan selamat Imlek. Terkadang, ucapan itu ada yang dibalas dengan uang yang nominalnya beragam. Terkadang pula, ucapan selamat Imlek itu hanya dibalas dengan sedikit senyum.

Kerumunan orang-orang itu kemudian diminta menjauh dari vihara. Petugas Satpol PP, kepada kerumunan itu pada pagi tadi meminta agar tidak menunggu pengunjung vihara. Tak berselang lama, kerumunan itu bubar, mencari sudut lain -- yang mungkin -- tidak dijaga aparat keamanan.

"Di musim corona gini emang berasa," ucap Agus, yang mencoba ambil bagian dalam perbincangan di pelataran ruko.

Hingga pukul 13.00 WIB, Agus baru mendapat Rp 15 ribu dari para pengunjung yang beribadah di Vihara Dharma Bakti. 

Agus adalah akamsi, atau dalam kepanjangannya: "anak kampung sini." Rumahnya masih berada di kawasan Glodok. Sehari-hari, pria 51 tahun itu mengitari kawasan Jakarta Barat untuk mengumpulkan benda-benda berbahan dasar plastik: botol air mineral bekas dan gelas-gelas kemasan bekas.

Pada tahun-tahun yang lalu, sebelum wabah tak berkesudahan bernama Covid-19 menghajar Indonesia, momen Imlek adalah hal yang begitu dinanti oleh Agus -- mungkin juga rekan satu skena lainnya. Jika mau rajin menunggu sejak pagi, minimal Rp 100 ribu bisa masuk dalam saku celana mereka.

Pernah pada suatu ketika, pada tahun-tahun yang lalu, Agus si akamsi Glodok bisa mendapat uang hingga Rp 100 ribu. Jika masih sabar menanti hingga sore meninggi, paling tidak ada tambahan Rp 50 ribu lagi yang bisa dia bawa pulang untuk anak dan istri.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya, kadang ada yang kasih gocap sampe cepek. Minimal ceban lah."

Agus dan Sopi masih ingin menunggu sedikit lama. Mereka berharap ada pengunjung yang mau berbagi rezeki pada perayaan Imlek tahun ini. Keduanya berharap, makin siang, makin sore, pengunjung yang datang ke Vihara semakin banyak jumlahnya.

"Saya mau nunggu dulu lah, mudah-mudahan makin rame pengunjung yang datang," ucap Sopi.

"Biasanya, sore ada saja yang ibadah di sini," timpal Agus.

Bagi Agus, aktivitas yang dia dan Sopi lakukan saat ini bukan sesuatu yang harus dikutuk. Dia beranggapan, Imlek adalah sebuah momen perjumpaan banyak orang yang kerap menghadirkan hal-hal tidak terduga. 

"Kalau menurut saya, apa yang saya lakukan ini adalah hal lumrah. Saya mencoba sopan dan memberi ucapan selamat hari raya ke pengunjung yang datang. Apa salahnya? Kalau mereka ngasih, ya alhamdulillah," ucap dia.

Dari kejauhan, seorang pria beraut wajah Tionghoa, dengan badan agak tegap berjalan menuju mobil yang terparkir tak jauh dari pelataran ruko tempat Agus dan Sopi duduk. Ketika hampir sampai di mobil, saat tepat melintas di pelataran ruko, Agus dan Sopi bersiap dengan sejumlah jurus yang biasa digunakan.

"Gong Xi Fa Cai, Koh. Selamat Imlek."

"Selamat Imlek, Koh."

Pria itu hanya berlalu dan tidak melempar pandangan ke arah mereka berdua. Cuaca masih saja terik. Pria itu kemudian membuka pintu mobil, masuk dan melesat menjauh dari Vihara Dharma Bakti. Sekali lagi, rezeki berlepasan dari Agus dan Sopi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Baru Imlek, Anies Kunjungi Kelenteng Hian Thian Siang Tee Bio di Jakarta Barat

Tahun Baru Imlek, Anies Kunjungi Kelenteng Hian Thian Siang Tee Bio di Jakarta Barat

Jakarta | Selasa, 01 Februari 2022 | 14:51 WIB

Suasana Jalur Wisata Puncak saat Libur Imlek

Suasana Jalur Wisata Puncak saat Libur Imlek

Foto | Selasa, 01 Februari 2022 | 14:38 WIB

Atraksi Barongsai Meriahkan Tahun Baru Imlek di Kawasan Wisata Lembang

Atraksi Barongsai Meriahkan Tahun Baru Imlek di Kawasan Wisata Lembang

Jabar | Selasa, 01 Februari 2022 | 14:34 WIB

Menteri Erick Thohir Datangi Vihara Dharma Bakti Petak Sembilan Glodok saat Imlek, Ada Apa?

Menteri Erick Thohir Datangi Vihara Dharma Bakti Petak Sembilan Glodok saat Imlek, Ada Apa?

News | Selasa, 01 Februari 2022 | 10:15 WIB

Terkini

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:05 WIB

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 19:03 WIB

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:56 WIB

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh

HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

Geely Auto Rilis Teknologi Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Berbasis AI

Geely Auto Rilis Teknologi Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Berbasis AI

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

×