Jokowi Minta Gus Yahya Bawa Ainun Najib Pulang ke Indonesia, GP Ansor: Jangan Hanya Demi Kepentingan NU

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 02 Februari 2022 | 16:34 WIB
Jokowi Minta Gus Yahya Bawa Ainun Najib Pulang ke Indonesia, GP Ansor: Jangan Hanya Demi Kepentingan NU
Ainun Najib kedua dari kiri. Jokowi Minta Gus Yahya Bawa Ainun Najib Pulang ke Indonesia, GP Ansor: Jangan Hanya Demi Kepentingan NU. (Instagram/ainunnajib.id)

Suara.com - Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim menyambut gembira permintaan Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk membawa kembali Ainun Najib ke Indonesia.

Sebagai Wakil Sekjen DPP PKB maupun sebagai warga Nahdlatul Ulama, Luqman mengakui sudah cukup lama mendengar kiprah dan kontribusi Ainun Najib bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Meski posisi Mas Ainun Najib masih tinggal di Singapura, tetapi dengan teknologi informasi dan kemampuan yang dimiliki Mas Ainun, tidak menjadi penghalang untuk mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara Indonesia," kata Luqman kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Wakil Ketua Komisi II DPR itu meyakini bahwa PBNU akan sungguh-sungguh melaksanakan permintaan yang disampaikan Jokowi untuk membawa pulang Ainun Najib dari Singapura.

"Bagi saya, permintaan Presiden Jokowi kepada PBNU untuk membawa pulang Mas Ainun Najib tidak semata hanya demi kepentingan NU, tetapi tersirat maksud Presiden Jokowi bahwa bangsa dan negara Indonesia membutuhkan Mas Ainun Najib," ujar Luqman.

Luqman mengatakan dengan kemampuan yang dimiliki, kehadiran Ainun Naji memang dibutuhkan untuk membantu membangun bangsa dan negara. Terutama dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

"Oleh karena itu, saya meyakini, untuk dan demi kepentingan bangsa dan negara, Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU akan sekuat tenaga untuk membawa pulang Mas Ainun Najib. Sudah menjadi karakter NU, apabila ada kader NU yang dibutuhkan bangsa dan negara, pastilah NU akan mempersembahkannya dengan penuh kebanggaan," tandasnya.

Jokowi sebelumnya meminta langsung Gus Yahya untuk membawa kembali Ainun Najib ke Indonesia. Jokowi meyakini Ainun mau kembali ke Tanah Air dengan gaji yang mungkin lebih besar dari upah pekerjaannya di Singapura. 

Ainun diketahui merupakan warga NU kelahiran Gresik, Jawa Timur. Setelah lulus dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura jurusan Teknik Komputer, ia bekerja sebagai software engineer di Singapura dan menjabat sebagai konsultan senior.

baca juga

"Saya kenal satu orang yang lain masih banyak lagi, beliau ini kerja di Singapura sudah lama, tujuh tahun yang lalu saya ketemu, ngerjain ini semuanya apapun bisa. Namanya masih muda sekali namanya mas Ainun Najib, NU," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Pengukuhan PBNU masa khidmat 2022-2027 dan Peringatan Hari Lahir ke-96 NU di The Dome Balikpapan Sport and Convention Center, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022).

Keinginan Jokowi itu kemudian kepentok dengan gaji Ainun Najib di Singapura yang begitu besar. Kata Jokowi, kalau mau memboyong Ainun ke Indonesia, maka harus bisa menawarkan gaji yang lebih besar.

Jokowi meyakini, PBNU bisa melakukan hal tersebut sehingga Ainun Najib mau membantu kemajuan Tanah Air.

"Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau," ujarnya.

Di samping itu, Jokowi juga menilai bahwa sudah seharusnya warga NU dari generasi milenial itu diberikan ruang yang lebih luas untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia.

Pasalnya, Jokowi mengetahui kalau selama ini banyak kaum muda NU yang aktif di bidang industri kreatif, desain grafis, atau hingga ahli dalam bidang teknologi.

"Kelompok muda profesional NU yang bekerja di korporasi bekerja di startup global atau konsultan-konsultan global banyak sekali. Perlu punya naungan dan wadah yang kuat di organisasi PBNU untuk mendukung inovasi inovasi tersebut, NU perlu mempunyai sentra-sentra inkubator inovasi yang sangat efektif."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Absen Acara Pengukuhan dan Harlah PBNU, Cak Imin Tak Harmonis dengan Gus Yahya karena Dulu Kubu Gus Dur?

Absen Acara Pengukuhan dan Harlah PBNU, Cak Imin Tak Harmonis dengan Gus Yahya karena Dulu Kubu Gus Dur?

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 14:56 WIB

Gahar Abis Konvoi Motor Dikawal Paspampres, Begini Gaya Jokowi Libas Tikungan di Sumut Pakai Kawasaki W175

Gahar Abis Konvoi Motor Dikawal Paspampres, Begini Gaya Jokowi Libas Tikungan di Sumut Pakai Kawasaki W175

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 14:18 WIB

Dikasih Jaket saat Jokowi Bagi-bagi Duit Rp 1,2 Juta di Pasar Porsea Toba, Pria Ini Selfie Pamer Jempol

Dikasih Jaket saat Jokowi Bagi-bagi Duit Rp 1,2 Juta di Pasar Porsea Toba, Pria Ini Selfie Pamer Jempol

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 12:19 WIB

AHY dan Puan Ikut Hadiri Pengukuhan Pengurus Baru PBNU, Marketing Politik Kandidat Capres?

AHY dan Puan Ikut Hadiri Pengukuhan Pengurus Baru PBNU, Marketing Politik Kandidat Capres?

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 11:33 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×