Suara.com - Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim menyambut gembira permintaan Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk membawa kembali Ainun Najib ke Indonesia.
Sebagai Wakil Sekjen DPP PKB maupun sebagai warga Nahdlatul Ulama, Luqman mengakui sudah cukup lama mendengar kiprah dan kontribusi Ainun Najib bagi bangsa dan negara Indonesia.
"Meski posisi Mas Ainun Najib masih tinggal di Singapura, tetapi dengan teknologi informasi dan kemampuan yang dimiliki Mas Ainun, tidak menjadi penghalang untuk mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara Indonesia," kata Luqman kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).
Wakil Ketua Komisi II DPR itu meyakini bahwa PBNU akan sungguh-sungguh melaksanakan permintaan yang disampaikan Jokowi untuk membawa pulang Ainun Najib dari Singapura.
"Bagi saya, permintaan Presiden Jokowi kepada PBNU untuk membawa pulang Mas Ainun Najib tidak semata hanya demi kepentingan NU, tetapi tersirat maksud Presiden Jokowi bahwa bangsa dan negara Indonesia membutuhkan Mas Ainun Najib," ujar Luqman.
Luqman mengatakan dengan kemampuan yang dimiliki, kehadiran Ainun Naji memang dibutuhkan untuk membantu membangun bangsa dan negara. Terutama dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.
"Oleh karena itu, saya meyakini, untuk dan demi kepentingan bangsa dan negara, Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU akan sekuat tenaga untuk membawa pulang Mas Ainun Najib. Sudah menjadi karakter NU, apabila ada kader NU yang dibutuhkan bangsa dan negara, pastilah NU akan mempersembahkannya dengan penuh kebanggaan," tandasnya.
Jokowi sebelumnya meminta langsung Gus Yahya untuk membawa kembali Ainun Najib ke Indonesia. Jokowi meyakini Ainun mau kembali ke Tanah Air dengan gaji yang mungkin lebih besar dari upah pekerjaannya di Singapura.
Ainun diketahui merupakan warga NU kelahiran Gresik, Jawa Timur. Setelah lulus dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura jurusan Teknik Komputer, ia bekerja sebagai software engineer di Singapura dan menjabat sebagai konsultan senior.
"Saya kenal satu orang yang lain masih banyak lagi, beliau ini kerja di Singapura sudah lama, tujuh tahun yang lalu saya ketemu, ngerjain ini semuanya apapun bisa. Namanya masih muda sekali namanya mas Ainun Najib, NU," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Pengukuhan PBNU masa khidmat 2022-2027 dan Peringatan Hari Lahir ke-96 NU di The Dome Balikpapan Sport and Convention Center, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022).
Keinginan Jokowi itu kemudian kepentok dengan gaji Ainun Najib di Singapura yang begitu besar. Kata Jokowi, kalau mau memboyong Ainun ke Indonesia, maka harus bisa menawarkan gaji yang lebih besar.
Jokowi meyakini, PBNU bisa melakukan hal tersebut sehingga Ainun Najib mau membantu kemajuan Tanah Air.
"Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau," ujarnya.
Di samping itu, Jokowi juga menilai bahwa sudah seharusnya warga NU dari generasi milenial itu diberikan ruang yang lebih luas untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia.
Pasalnya, Jokowi mengetahui kalau selama ini banyak kaum muda NU yang aktif di bidang industri kreatif, desain grafis, atau hingga ahli dalam bidang teknologi.