Museum Holokos di Minahasa, Polemik antara Zionisme dengan Yudaisme

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Sabtu, 05 Februari 2022 | 17:18 WIB
Museum Holokos di Minahasa, Polemik antara Zionisme dengan Yudaisme
Pengelola Museum Holokos (holocaust) di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Suara.com - Setelah menimbulkan polemik tajam di masyarakat, pengelola Museum Holokos (holocaust) di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akhirnya bertemu dengan pimpinan MUI setempat, Kamis (3/2/2022).

Dalam pertemuan itu, perwakilan komunitas Yahudi di kota itu menegaskan bahwa museum tersebut dibangun bukan didasari untuk mengampanyekan normalisasi hubungan diplomasi Indonesia-Israel.

Mereka menyatakan, pendirian museum itu semata sebagai pengingat agar genosida terhadap orang-orang Yahudi pada Perang Dunia Kedua —yang diawali rasisme dan kebencian — tidak terulang kembali terhadap etnis atau penganut agama apapun.

Sebelumnya, sejumlah pimpinan MUI pusat menolak keberadaannya dan menuntut agar museum itu dibongkar.

MUI Pusat menuduh keberadaan museum itu dilatari motif politik luar negeri Israel yang akan merugikan masa depan bangsa Palestina.

Adapun para pegiat dialog antaragama mengusulkan agar semakin banyak dibuka ruang perjumpaan atau dialog antarumat beragama, sehingga kecurigaan di antara mereka dapat dikurangi.

Mengapa mendirikan Museum Holokos?

Museum Holokos di Kota Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang diresmikan pekan lalu, dihadiri para pejabat setempat dan duta besar Jerman untuk Indonesia.

Selain di Israel, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa, museum holokos di Asia hanya ada di Hong Kong.

Di Tondano, Minahasa, bangunan Museum Holokos terletak di dalam kompleks Sinagoga Shaar Hashamayim yang lebih dulu berdiri di sana.

Sejak berdiri pada 2004 lalu, sinagoga ini dilaporkan dapat diterima oleh masyarakat setempat yang mayoritas beragama Kristen.

Walau ada sentimen anti-Yahudi di tempat lain di Indonesia, hal itu tidak berdampak pada kehidupan komunitas Yahudi di Sulawesi Utara.

"Saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bahayanya rasialisme dan kebencian," kata pemimpin sinagog dan pengelola museum holokos, Rabi Yakoov Baruch, kepada BBC News Indonesia, Kamis (03/02) petang.

"Kalau kita tidak memerangi rasialisme dan kebencian sejak dini, dan itu bisa terlambat, maka peristiwa seperti holokos akan menjadi pelajaran buat kita," tambahnya.

"Bukan untuk hanya genosida terhadap bangsa Yahudi saja, tapi terhadap suku etnis manapun. Itu tidak bisa dibenarkan," tegasnya

Sampai sejauh ini tidak ada penolakan dari masyarakat setempat, namun suara-suara keras justru muncul dari Jakarta, ketika sejumlah pimpinan Majelis Ulama Indonesia, MUI, menolak keberadaannya.

'Museum Holokos bukan kampanyekan normalisasi hubungan RI-Israel'

Dan Kamis (03/02) kemarin, pimpinan MUI Sulawesi Utara perlu mendatangi museum itu dan berdialog dengan pengelolanya, kata Yakoov.

Di hadapan mereka, Yakoov Baruch, menegaskan pendirian museum itu tidak didasari niat untuk mengampanyekan upaya normalisasi hubungan diplomasi Indonesia-Israel.

"Saya menjelaskan kembali sikap Yahudi Indonesia mendukung keputusan pemerintah Indonesia, yang sampai saat ini mempunyai sikap terhadap konflik Israel-Palestina itu seperti apa, kita tahu. Kami mendukung sepenuhnya," kata Yakoov kepada BBC News Indonesia, Kamis (03/02) petang.

Keberadaan Museum Holokos itu, jelas Yakoov, tidak mendapat bantuan pihak asing dalam bentuk "uang atau apa pun".

Pembangunan museum itu disebutnya "murni dari hasil keringat kami."

"Kami hanya dibantu diberi gambar [foto], karena kami tidak memiliki sumber untuk membuat gambar," ungkapnya di hadapan perwakilan MUI Sulut.

Yakoov juga menegaskan, pihaknya "tidak mengendorse negara asing atau untuk kepentingan asing".

"Semuanya dalam bingkai NKRI, di mana Konstitusi kita menentang segala bentuk penjajahan, termasuk kita belajar dari penjajahan Nazi di Eropa," jelasnya.

'Menambah koleksi artefak holokos'

Saat diresmikan pada Kamis, 27 Januari 2022, museum seluas enam kali empat meter itu menampilkan foto-foto terkait genosida atas orang-orang Yahudi di Eropa oleh Nazi Jerman.

Koleksi foto-foto ini diakui oleh pengelola museum di Minahasa dipinjam dari Museum Genosida di Yerusalem, Israel.

"Karena museum genosida di AS dan Eropa tidak mau meminjamkannya," akunya.

Ke depan, pengelola museum juga berencana akan menambah koleksi dengan berbagai artefak holokos yang diperoleh dari perorangan atau komunitas.

Ini artinya keberadaan museum itu akan terus berlanjut, dan jelas bertolak belakang dengan keinginan sejumlah pimpinan Majelis Ulama Indonesia, MUI, pusat, yang menuntut agar Museum Holokos dirobohkan.

Apa alasan penolakan MUI atas Museum Holokos?

Kepada BBC News Indonesia, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI pusat, Muhyiddin Junaidi, mengatakan pihaknya menganggap keberadaan Museum Holokos dI Minahasa itu tidak ada urgensinya.

"Sudah jelas data pendukung di lapangan menunjukkan tidak ada keluarga Yahudi di Indonesia yang jumlahnya signifikan," kata Muhyidin.

Dia juga menganggap pembangunan museum ini merupakan "pintu masuk" untuk mengampanyekan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel.

"Yang dilakukan oleh pendukung-pendukung zionisme di dunia adalah bagaimana Indonesia bisa mengikuti sikap negara-negara muslim Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel," katanya.

"Dengan berbagai cara, dengan pembangunan ini, pembangunan itu. Itu semua orang sudah paham," tambah Muhyidin.

"Oleh karena itu dirobohkan saja museum holokos yang nggak ada manfaat bagi kita," tandasnya.

Tentu saja tidak semua sependapat dengan tuntutan pembongkaran bangunan museum.

Sebagian politikus di Jakarta berpendapat mereka sepakat bahwa kekejaman holokos jangan sampai terulang, namun menolak pendirian museum itu dikaitkan dengan Israel.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah pusat atas polemik keberadaan Museum Holokos di Minahasa, Sulawesi Utara.

Namun pemerintah Indonesia berulangkali menegaskan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel selama negara itu tidak mengakui kedaulatan Palestina.

Israel sendiri telah seringkali menyampaikan keinginannya untuk menjalin hubungan dengan Indonesia.

Perlu dibangun ruang perjumpaan antaragama

Achmad Nurcholish, salah-seorang pimpinan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menganggap polemik tajam atas keberadaan museum holokos tidak terlepas kenyataan bahwa sebagian masyarakat di Indonesia masih beragama di level "eksklusif".

"Kita hidup beragama masih di level eksklusif, yang masih dihinggapi kecurigaan, prasangka. Ini persoalan pola pikir," kata Nurcholish kepada BBC News Indonesia, Kamis (03/02)

"Kita belum beranjak ke level inklusif dan bahkan pluralis," tambahnya.

Nucholish juga menganggap, sikap yang ditunjukkan sebagian pimpinan MUI terhadap keberadaan Museum Holokos itu menunjukkan mereka belum siap menerima perbedaan.

"Seolah-olah dianggap ada agenda tersembunyi. Padahal pendirian museum itu hak ditujukan untuk menunjukkan kejahatan Nazi," ujarnya.

Dia kemudian mengusulkan agar semakin banyak dibuka ruang perjumpaan atau dialog antarumat beragama, sehingga kecurigaan dapat dikurangi.

"Harus mau dialog, menciptakan ruang perjumpaan, duduk bareng antara teman-teman Yahudi, pemerintah, lalu teman-teman MUI dan aktivis lintas agama di sana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekad Warga Tionghoa, Bebaskan Sam Poo Kong dari Cengkraman Orang Yahudi

Tekad Warga Tionghoa, Bebaskan Sam Poo Kong dari Cengkraman Orang Yahudi

Jawa Tengah | Selasa, 01 Februari 2022 | 15:58 WIB

Uni Emirat Arab Tangkal Rudal Houthi Saat Kunjungan Presiden Israel

Uni Emirat Arab Tangkal Rudal Houthi Saat Kunjungan Presiden Israel

News | Senin, 31 Januari 2022 | 11:52 WIB

Sebutkan Negara Incarannya, Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik dengan Indonesia

Sebutkan Negara Incarannya, Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik dengan Indonesia

Jogja | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:38 WIB

Israel Ngotot Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Indonesia dan Arab Saudi, Apa Kabar Palestina?

Israel Ngotot Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Indonesia dan Arab Saudi, Apa Kabar Palestina?

Bisnis | Rabu, 26 Januari 2022 | 08:21 WIB

Perluas Kesepakatan Abraham, Israel Incar Indonesia

Perluas Kesepakatan Abraham, Israel Incar Indonesia

Lampung | Rabu, 26 Januari 2022 | 08:19 WIB

Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik dengan Indonesia

Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik dengan Indonesia

Sumbar | Rabu, 26 Januari 2022 | 11:15 WIB

Israel Hendak Memperluas Kesepakatan Abraham Salah Satunya Dengan Indonesia

Israel Hendak Memperluas Kesepakatan Abraham Salah Satunya Dengan Indonesia

Bali | Rabu, 26 Januari 2022 | 08:14 WIB

Terkini

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB