Ritual di Pantai Payangan Berubah Jadi Bencana Besar, Mengapa Bisa Terjadi?

Siswanto

Senin, 14 Februari 2022 | 15:29 WIB
Ritual di Pantai Payangan Berubah Jadi Bencana Besar, Mengapa Bisa Terjadi?
Suasana tempat kejadian puluhan peserta ritual terseret ombak di Pantai Selatan Jember, Jawa Timur. [dok]

Suara.com - Sebelas orang yang mengikuti ritual meninggal dunia setelah terserat arus Pantai Payangan di Jawa Timur, Minggu (13/2/2022), dini hari. 

Ritual diselenggarakan oleh padepokan Tunggal Jati Nusantara, kelompok yang memiliki anggota sekitar 100 orang.

Kasus itu sekarang sedang dalam penyelidikan Kepolisian Resor Jember.

Ritual yang diikuti anggota padepokan Tunggal Jati Nusantara bertujuan untuk “mencari ketenangan diri."

Mereka berendam di tepi pantai dan tanpa disadari datang ombak besar yang selanjutnya menggulung dan menyeret mereka tanpa ampun ke tengah laut.

Pada saat kejadian, kegiatan itu diikuti oleh  24 orang yang mayoritas berasal dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung dan Jenggawah.

Tujuan ritual

Ritual di Pantai Payangan tujuannya untuk membersihkan diri dan mendapatkan berkah yang dipercaya dapat diberikan oleh Ratu Pantai Selatan.

Sambil berendam, mereka merapalkan doa-doa.

baca juga

"Tadi satu saksi dengan gamblang mengaku ingin menyucikan diri dan mengharapkan berkah dari ratu pantai selatan," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo.

Acara itu digagas Nurhasan, seorang ketua padepokan Tunggal Jati Nusantara.

Saat ini, Nurhasan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo.

Nurhasan selama ini sudah sering menyelenggarakan acara dzikir dan pengobatan.

“Memang anggotanya datang dengan berbagai macam tujuan. Para anggota ini memiliki masalah, seperti masalah ekonomi, masalah keluarga, atau juga satu dua memiliki masalah guna-guna, santet, atau ilmu hitam lainnya. Ada juga yang memiliki tujuan mendapatkan ilmu kanuragan,” kata Hery.

Menjadi perhatian 

Peristiwa itu menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, terutama dari sisi paham dan ritualnya.

“MUI Provinsi segera mengirim tim untuk melakukan kajian komprehensif dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Abdul Halim Subahar.

“Kami ingin masyarakat tidak terkecoh(terhadap aliran itu).” 

Halim menyebutkan ritual keagamaan seharusnya tidak boleh membahayakan jiwa umat.

“Ritual keagamaan kalau mengancam keselamatan jiwa pasti ritual yang salah. Agama sangat menganjurkan kita agar menjaga keselamatan jiwa,” katanya.

Masyarakat, kata Halim, harus terhindar dari paham dan ritual yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Seorang tokoh agama di Jember, Kiai Abdur Rohman, tidak setuju dengan ajaran Padepokan Tunggal Jati Nusantara.

"Apalagi ada yang menyatakan mensucikan diri dan berharap berkah dari ratu pantai selatan, ini sudah menyimpang," kata dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suren Ledokombo itu meminta agar masyarakat jangan mengikuti aliran itu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung menyelenggarakan rapat koordinasi untuk menyikapi kasus itu.

Khofifah menyoroti legalitas padepokan penyelenggara kegiatan yang memakan korban jiwa.

“Berada di bawah koordinasi lembaga mana? Kalau misalnya Jember bisa menyiapkan referensi secara legal, insya Allah akan diikuti daerah-daerah lain,” katanya.

“Legalitas dari sebuah lembaga yang menggunakan nama tertentu, saya rasa kalau belum diatur, itu harus diatur. Mereka mendaftar di Bakesbangpol misalnya, atau mendaftar di mana? Sehingga kalau ada pembinaan gampang. Itu area FKUB atau mana, karena ini padepokan. Kalau pesantren area Kementerian Agama.” 

"Kalau pesantren jelas daftarnya ke mana, sekarang padepokan-padepokan seperti ini? Kecuali kalau padepokan silat, memang sudah ada dalam struktural nasional.” [Beritajatim dan rangkuman laporan Suara.com]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×