Kisah Murid Sekolah Berangkat Jam 4 Pagi Tiap Hari Demi Menghindari Macet

Siswanto, BBC

Senin, 21 Februari 2022 | 18:16 WIB
Kisah Murid Sekolah Berangkat Jam 4 Pagi Tiap Hari Demi Menghindari Macet
BBC

Suara.com - Kota Lagos di Nigeria dikenal dengan kemacetannya dan kemacetan itu membuat anak-anak tidak bisa cukup tidur.

Oluwapelumi Ogebere harus berangkat sekolah saat hari masih gelap dan dingin untuk menghindari kemacetan. Siswa berusia 14 tahun itu meninggalkan rumahnya ke sekolah pukul 04.50.

Dia bergandengan tangan dengan ibunya, Atinuke Ogebere, berjalan lebih dari 100 meter ke halte bus. Mereka hampir tidak bisa melihat suasana di sekeliling karena hari masih gelap. Lampu senter dari ponsel ibunya hanya bisa menerangi jalan kecil di depan.

Mereka berjalan dengan modal keyakinan karena itu sudah menjadi rutinitas mereka setiap hari sejak 2018, ketika mereka pindah ke daerah Ikorodu, Lagos.

Setiap keterlambatan dalam rutinitas mereka— baik karena ibunda Oluwapelumi tidak bangun pada pukul 02:00, atau putrinya tidak bangun pada pukul 04:00, atau ada kaus kaki yang hilang—berarti Oluwapelumi harus terperangkap dalam kemacetan di jam sibuk dan datang terlambat ke sekolah menengah yang 32 kilometer jauhnya di distrik Ikeja.

Situasi tersebut tidak hanya dialami Oluwapelumi dan keluarganya. Banyak keluarga yang menghadapi situasi serupa. Pemandangan anak-anak, bahkan yang berusia dua tahun, dalam bus antar-jemput sekolah dari pukul 05.00 telah menjadi hal yang biasa.

Baca juga:

Banyak orang tua yang bekerja juga bergegas sebelum subuh untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah kemudian berangkat kerja lebih awal sehingga mereka dapat menghndari kemacetan, lalu menjemput anak mereka pada sore hari saat mereka kembali.

Anak-anak butuh tidur

Namun para ahli memperingatkan bahwa rutinitas tersebut berdampak pada pendidikan anak-anak yang mungkin memiliki konsekuensi seumur hidup.

baca juga

"Seorang anak yang seharusnya tidur 9-12 jam mungkin hanya bisa tidur lima atau tujuh jam. Anak-anak belum siap untuk gaya hidup seperti itu," kata Fehintola Daniels, seorang psikoterapis di Lagos.

Anak-anak yang tumbuh seperti ini mengalami sulit tidur, kemurungan, kecemasan, dan rentang perhatian yang pendek, yang dapat menyebabkan masalah kecemasan, depresi, dan kemarahan.

Anak berusia tiga tahun terlalu muda untuk memahami konsep bekerja, lalu lintas jalan, atau bahkan pergi ke sekolah, "jadi mereka tidak mengerti mengapa ibunya harus membangunkan mereka sepagi ini", kata Daniels menjelaskan.

Ogbere membenarkan bahwa kebiasaan bangun pukul 04.00 selama empat tahun terakhir telah mempengaruhi pendidikan anaknya.

"Jika bukan karena stres ini, saya yakin dia akan lebih baik di sekolah.

"Jika saya mengatakan hal itu tidak berpengaruh padanya, saya menipu diri saya sendiri," kata Nyonya Ogbere.

Tapi dia merasa mereka tidak punya banyak pilihan ketika pindah ke Ikorodu. Mereka tidak senang dengan pilihan sekolah swasta yang ditawarkan dan tidak bisa mendapatkan tempat sekolah umum.

Mereka memilih sekolah menengah negeri di Ikeja, memaksa Oluwapelumi bolak-balik dua kali sehari di salah satu rute tersibuk di Lagos.

Membangun ikatan

Namun ada beberapa keluarga yang menganggap apa yang dialami Ogberes cukup mudah.

Beberapa penduduk, yang tinggal di daratan Lagos dan bekerja di kawasan bisnis Pulau Lagos, menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang dekat dengan tempat kerja mereka demi kemudahan perjalanan.

Adaora Uche, seorang bankir, tinggal di daerah Shangisha bersama putranya yang berusia tiga tahun. Keduanya berangkat dari rumah pada pukul 04.45 menuju Pulau Victoria dan harus menempuh perjalanan sejauh 36 kilometer.

Perjalanan itu membawa mereka melewati Third Mainland Bridge, yang terkenal dengan kemacetan lalu lintas yang bisa berlangsung hingga empat jam selama jam sibuk. Mereka harus melewatinya dua kali sehari.

"Saya tidak punya pilihan lain selain membawa anak saya dekat dengan tempat kerja saya," kata Uche, sebagai orang tua tunggal.

Pilihan lainnya adalah mendaftarkan putranya di sekolah di daratan, tetapi itu berarti dia baru bisa menjemputnya paling lambat pukul 21.00 atau 22.00.

"Perjalanan memberi kami waktu untuk menjalin ikatan. Saat kami terjebak kemacetan, kami dapat membicarakan kegiatan sehari-hari kami dan membuat rencana. Itu pun jika dia tidak tidur," katanya.

Daniels memperingatkan rutinitas seperti itu bisa mendatangkan konsekuensi. Seperti yang dialami Lawrence James, yang sekarang berusia 30-an.

Waktu kecil, ia meninggalkan rumah pada 04.30 selama 12 tahun saat bersekolah di Lagos.

"Pada saat berada di sekolah saya sudah lelah karena stres untuk mengikuti pembelajaran," katanya.

Dia mengatakan itu hal itu membuatnya tidak sabar menjadi orang dewasa karena tidak mampu menghadapi Lagos.

Dia sekarang sudah pindah dari Lagos ke Calabar di Nigeria selatan. Dia mangaku hidupnya menjadi lebih tenang dan bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat.

Sekolah dekat rumah

Guru sekolah di Lagos mengatakan mereka mulai melihat lebih banyak anak tidur di kelas atau tiba di sekolah tanpa persiapan.

"Mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena lelah, mereka tidak seharusnya stres seperti itu karena mereka terlalu muda," kata Fayan Ekeng, seorang guru di daerah Iyana Paja, Lagos.

Namun, dia mengerti bahwa orang tua harus bekerja untuk menafkahi keluarga mereka dan merekomendasikan, jika memungkinkan, mereka memilih sekolah yang dekat dengan rumah dan mempekerjakan asisten rumah tangga untuk mengurangi beban membesarkan anak-anak di Lagos.

Ketika Oluwapelumi sampai ke terminal bus Agric demi bisa naik bus pertama ke Ikeja, kerumunan penumpang sudah ada di sana. Antrean panjang terlihat dari lampu senter ponsel yang digunakan semua orang.

Sebagian besar berseragam, satu anak laki-laki dengan kardigan sekolah hijau tertidur di punggung ibunya.

Di tas Oluwapelumi ada ponsel. Dia akan mengirim pesan kepada ibunya ketika dia tiba di sekolah dalam waktu sekitar dua jam.

Sebagai ibu, Ogbere mengucapkan doa singkat dan berharap dapat melihat putrinya nanti, antara pukul 16.00 hingga 19.00.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Berikan Cashback Rp100 Ribu di SVRG

Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Berikan Cashback Rp100 Ribu di SVRG

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:12 WIB

5 Struktur Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Perisai Tak Kasat Mata yang Jaga Kehidupan

5 Struktur Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Perisai Tak Kasat Mata yang Jaga Kehidupan

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Lapangan Padel Mendadak Berdiri di Lahan Pemprov DKI Meruya Utara

Lapangan Padel Mendadak Berdiri di Lahan Pemprov DKI Meruya Utara

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Relawan Prabowo Kecam Budi Arie soal Spekulasi Percepatan Pemilu, Helmi: Lu Jual Kami Beli!

Relawan Prabowo Kecam Budi Arie soal Spekulasi Percepatan Pemilu, Helmi: Lu Jual Kami Beli!

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Selangkah Lagi Juara, Timnas Vietnam Bisa Ukir Sejarah Baru di Piala AFF 2026

Selangkah Lagi Juara, Timnas Vietnam Bisa Ukir Sejarah Baru di Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Trade-off Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal: Membaca Arah RAPBN 2027

Trade-off Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal: Membaca Arah RAPBN 2027

Opini | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Diskon Fossil Nyaris Rp1 Juta Pakai Kartu BRI, Kuota Terbatas!

Diskon Fossil Nyaris Rp1 Juta Pakai Kartu BRI, Kuota Terbatas!

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:02 WIB

Legislator PDIP Soroti Data Desil Tak Akurat, Ancam Anak Indonesia Putus Sekolah

Legislator PDIP Soroti Data Desil Tak Akurat, Ancam Anak Indonesia Putus Sekolah

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Gerbang Gaib Terbuka! Ini 10 Pantangan Selama Bulan Hantu Tionghoa yang Harus Kamu Tahu

Gerbang Gaib Terbuka! Ini 10 Pantangan Selama Bulan Hantu Tionghoa yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

×