Beri Kritik Tajam ke Pemerintah, Ibas: Tolong Jawab Keresahannya! Berikan Solusi

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Rabu, 23 Februari 2022 | 18:04 WIB
Beri Kritik Tajam ke Pemerintah, Ibas: Tolong Jawab Keresahannya! Berikan Solusi
Ketua Fraksi Demokrat‎ DPR Edhie Baskoro‎ Yudoyono (Ibas) [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas turut bersuara mengenai harga minyak goreng yang semakin mahal. Ia juga menyoroti soal harga dan kelangkaan kedelai.  

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut bahwa mahalnya harga kedelai di pasaran bisa berimbas pada komoditas tahu dan tempe. 

"Setelah harga minyak goreng tak terkendali, saat ini pun harga kedelai membumbung tinggi," kata Ibas dikutip VIVA, dari akun Twitter @Edhie_Baskoro, Rabu, 23 Februari 2022.

Ibas lebih jauh menegaskan bahwa tahu dan tempe merupakan makanan rakyat. Sehingga, menurut Wakil Ketum Partai Demokrat itu, pemerintah harus secepatnya bergerak mengatasi permasalahan tersebut. 

Terlebih aksi mogok produksi yang dilakukan para perajin tahu dan tempe yang terus berlanjut.

"Tolong Pemerintah jawab keresahannya! Berikan solusi. Produsen tahu tempe mogok produksi, kenapa aksi ini terus meletup? #MonitorSuaraRakyat," imbuhnya. 

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. [Suara.com/Muhamad Yasir]
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah segera mengambil langkah taktis jangka pendek dan panjang untuk mengintervensi isu kedelai yang setiap tahun terus terjadi di Indonesia. 

"Yang harus dilakukan pemerintah adalah mendorong agar jumlah produksi ditingkatkan, jangka pendek menyiapkan ketersediaan kedelai itu sendiri sesuai dengan kebutuhan pasar dengan melakukan intervensi karena ini adalah sebuah kebutuhan mendasar dari pangan rakyat," kata Dedi Mulyadi.

Dedi lebih jauh meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan segera melakukan langkah dalam mendorong ketersediaan kedelai di pasaran sekaligus menstabilkan harga. Sebab harga akan stabil saat kedelai ada dan mudah didapat. 

"Kedelai di kita memiliki kualitas baik, dan itu rasanya enak dibanding yang impor. Tapi sering kali untuk kepentingan tempe kurang diminati karena ukurannya dianggap kecil dibanding impor yang ukurannya besar. Itu yang mendorong pedagang menyukai kedelai impor," ujarnya.  

Selain itu, minimnya produksi dalam negeri tidak lepas dari kurangnya minat petani karena secara ekonomis harga kedelai jauh di bawah padi dan jagung.

Sehingga dalam hal ini juga perlu intervensi agar ada langkah strategis dalam mengatasinya. 

Pemerintah, lanjut Dedi, dalam hal ini Kementerian Pertanian harus segera membuat perencanaan mulai dari penanaman serentak, penyediaan lahan, bibit unggul yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia, tenaga pendamping hingga sejumlah alat produksi pasca panen.   

Seperti diketahui, perajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok produksi sejak Senin, 21 Februari 2022 sampai Rabu, 23 Februari 2022.

Mogok produksi ini yang berimbas pada kelangkaan tahu dan tempe di pasaran itu karena harga kedelai yang terus meroket.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Jakbar Bikin Aturan Tekan Populasi, Warga yang Mau Pelihara Kucing Harus Ikuti Persyaratan Ini

Pemkot Jakbar Bikin Aturan Tekan Populasi, Warga yang Mau Pelihara Kucing Harus Ikuti Persyaratan Ini

News | Rabu, 23 Februari 2022 | 14:13 WIB

Politisi Demokrat Sindir Jokowi: Esemka Saja Nggak kelihatan Sampai Sekarang, Udah Mimpi yang Lain Lagi

Politisi Demokrat Sindir Jokowi: Esemka Saja Nggak kelihatan Sampai Sekarang, Udah Mimpi yang Lain Lagi

News | Rabu, 23 Februari 2022 | 14:12 WIB

3 Cara yang Harus Dilakukan Pemerintah untuk Menciptakan Kepuasan Publik, Salah satunya Mendengar Aspirasi

3 Cara yang Harus Dilakukan Pemerintah untuk Menciptakan Kepuasan Publik, Salah satunya Mendengar Aspirasi

Your Say | Rabu, 23 Februari 2022 | 12:08 WIB

Fokus Kerja Tulus dan Kerja Nyata, Jubir Demokrat: Seperti yang Dicontohkan AHY

Fokus Kerja Tulus dan Kerja Nyata, Jubir Demokrat: Seperti yang Dicontohkan AHY

News | Rabu, 23 Februari 2022 | 11:51 WIB

Didemo Warga, Pemprov DKI Janjikan Percepatan Realisasi 100 Kios Air di Muara Angke

Didemo Warga, Pemprov DKI Janjikan Percepatan Realisasi 100 Kios Air di Muara Angke

Jakarta | Selasa, 22 Februari 2022 | 19:40 WIB

Pengusaha Papua Kesal, Mau Kerja Proyek Pemerintah Harus Dapat Persetujuan Anggota DPRD

Pengusaha Papua Kesal, Mau Kerja Proyek Pemerintah Harus Dapat Persetujuan Anggota DPRD

Sulsel | Rabu, 23 Februari 2022 | 05:10 WIB

Terkini

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:02 WIB

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:42 WIB

Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS

Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:41 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:36 WIB

Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan

Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:31 WIB

Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:26 WIB

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:21 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB