Perang Rusia-Ukraina Bisa Lama, Harga Emas dan Minyak Diprediksi Terus Melesat

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 28 Februari 2022 | 16:50 WIB
Perang Rusia-Ukraina Bisa Lama, Harga Emas dan Minyak Diprediksi Terus Melesat
Ilustrasi--Sebuah gedung tampak hancur usai dihantam roket yang dilepaskan tentara Rusia di wilayah timur Ukraina, Kamis (24/2/2022). (Foto: AFP)

Suara.com - Kondisi perang Rusia vs Ukraina diprediksi akan terus membuat harga komoditas terbang tinggi, seperti halnya emas dan minyak yang saat ini harganya melesat tak terduga.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan harga minyak dan emas sesuai dengan prediksi dan terjadi gap up, dari harga emas di USD1.882 dan Minyak WTI dari USD90. Selain itu, indeks dolar AS juga terbang dari 96,50 menjadi 97,50.

“Ini karena perang kemungkinan bisa lama, dan tidak sesuai prediksi dari Putin karena prediksi 5 hari Kiev bisa dikuasai,” kata Ibrahim kepada media, Senin (28/2/2022).

Ibrahim pun memperkirakan, harga emas bisa bergerak dengan support di USD1.880 dan resistance mencapai USD2.150. Sementara itu, harga minyak WTI bisa bergerak dengan support di level USD85 dan resistance mencapai level USD115.

Asal tahu saja harga emas bergerak makin tinggi di awal pekan ini. Harga emas spot berada di USD1.911,87 per ons troi. Ini adalah harga tertinggi emas spot sejak Januari 2021 atau dalam 13 bulan terakhir.

Harga emas hari ini naik 1,19 persen di tengah kekhawatiran konflik Rusia dan Barat yang makin panas. Sedangkan harga emas kontrak April 2022 di Commodity Exchange pagi ini naik 1,32 persen ke USD1.912,60 per ons troi.

Tak cuma harga emas, harga minyak juga ikutan memanas tercatat hari ini komoditas tersebut melonjak hingga USD103,39 per barel pada awal perdagangan Senin.

Angka tersebut melonjak usai Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan agar 'kekuatan pencegahan' termasuk senjata nuklir di negaranya disiagakan.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April diketahui melonjak hingga USD103,39 per barel pada awal perdagangan atau naik sekitar 5,6 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Maret tumbuh sebesar 6,01 persen menjadi USD97,50 per barel setelah menyentuh puncak tertingginya di USD100,54 per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yakin Konflik Rusia-Ukraina Berakhir di Meja Perundingan, Pakar Ungkap Moto Ini

Yakin Konflik Rusia-Ukraina Berakhir di Meja Perundingan, Pakar Ungkap Moto Ini

Jakarta | Senin, 28 Februari 2022 | 16:44 WIB

Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Konflik Kakak-Adik, Pakar: Bisa Diredam dengan Budaya

Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Konflik Kakak-Adik, Pakar: Bisa Diredam dengan Budaya

Jakarta | Senin, 28 Februari 2022 | 16:25 WIB

Tak Menentang Keputusan Putin, Negara-negara Ini Justru Dukung Rusia

Tak Menentang Keputusan Putin, Negara-negara Ini Justru Dukung Rusia

Video | Senin, 28 Februari 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam

Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:17 WIB

Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon

Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:11 WIB

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:08 WIB

Sambut Rencana Operasi Darat AS, Iran Siapkan Jebakan Rantau dan Sistem Pertahanan Udara

Sambut Rencana Operasi Darat AS, Iran Siapkan Jebakan Rantau dan Sistem Pertahanan Udara

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret

Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:36 WIB

Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari

Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:26 WIB

Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami

Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:38 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:05 WIB

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB