Siapa Batalion Azov: Militer Ukraina yang Serang Tentara Muslim Chechnya dengan Peluru Minyak Babi Agar Tak Masuk Surga

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 02 Maret 2022 | 12:32 WIB
Siapa Batalion Azov: Militer Ukraina yang Serang Tentara Muslim Chechnya dengan Peluru Minyak Babi Agar Tak Masuk Surga
profil batalion Azov [Buzzfeed]

Suara.com - Baru-baru ini, Garda Nasional Ukraina membagikan sebuah video yang berisi pejuang Batalion Azov yang tengah mengolesi peluru dengan olesan minyak lemak babi untuk menyerang pejuang Muslim Chechnya. Video tersebut dibagikan melalui akun twitter @ng_ukraine di mana pejuang Azov mencoba menakut-nakuti prajurit Muslim yang kini sudah masuk di wilayah Ukraina dengan peluru lemak babi. Siapa Batalion Azov?

Sebagai informasi, Chechnya merupakan negara republik dengan penduduk mayoritas Islam yang mengirimkan tentara untuk membantu Rusia serang Ukraina. Batalion Azov menggunakan peluru minyak babi untuk membuat para tentara muslim Chechnya kabur dari negaranya.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang konon adalah anggota pejuang Azov terlihat mencelupkan peluru ke dalam lemak babi saat dirinya berbicara untuk mengingatkan para pejuang Chechnya. Siapa Batalion Azov? Mari simak ulasan profil Batalion Azov di bawah ini. 

Siapa Batalion Azov? 

Batalion Azov yang beraliran Neo Nazi adalah pasukan yang dibentuk Ukraina untuk melawan Pasukan Rusia. Batalion Azov ini disebut-sebut sebagai target pasukan militer Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina, karena memiliki ideologi Neo Nazi dan menjadi Garda Nasional Ukraina saat ini. Adanya Batalion Azov di Ukraina juga melatarbelakangi Presiden Vladimir Putin untuk melakukan invasi (selain tidak ingin Ukraina bergabung dengan NATO, yang dianggap akan mengancam Rusia). 

Dilansir dari berbagai sumber, Batalion Azov terbentuk dari ultras klub sepak bola FC Metalist Kharkiv dengan nama 'Sect 82'. Pendirinya adalah Andriy Biletsky, yaitu seorang fasis yang sangat kejam. Bersama dengan Batalion Azov, dirinya di tahun 2010 sempat meminta Ukraina untuk memimpin perang salib "ras kulit putih" melawan Untermenschen yang dipimpin oleh Semit, sebagaimana dilaporkan Peoples World.

Lebih tepatnya, Batalion Azov awalnya dibentuk sebagai milisi sukarela pada tanggal 5 Mei 2014. Kemudian pada 12 November 2014, Azov dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina, dan sejak saat itu semua anggotanya adalah tentara bayaran yang bertugas untuk Garda Nasional Ukraina.

Mereka menjadi semakin terkenal karena ciri khas mengenakan lencana Wolfsangel yang dulu digunakan oleh sejumlah divisi Nazi selama Perang Dunia II. Ditambah lagi, sejumlah tuduhan dikaitkan dengan Batalion Azov terhadap penyiksaan para tawanan perang.

Pada tanggal 13 April 2014, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengeluarkan dekrit yang mengizinkan pembentukan pasukan paramiliter baru dari warga sipil. Salah satu di antaranya adalah Batalion Azov memulai sebagai unit Polisi Patroli Khusus (batalion sukarela dibawah Kementerian Dalam Negeri). Batalion Azov mendapatkan pelatihan di dekat Kiev oleh para instruktur yang berpengalaman dari Angkatan Bersenjata Georgia. Kemudian, Batalion Azov dikerahkan dan terlibat pertempuran di Mariupol.

baca juga

Kini, Batalion Azov telah terintegrasi penuh dalam militer Ukraina. Pada 2015 lalu, jumlah anggota Batalion Azov telah mencapai 1.400 personel, namun diduga kini anggotanya semakin bertambah, tapi angkanya tidak diketahui dengan jelas.

Menurut Hope Not Hate di tahun 2018, melansir dari The Guardian, sebuah kelompok yang terkait dengan Batalion Azov, mengatakan bahwa mereka telah bekerja dengan Divisi Misanthropic dan perwakilan kelompok sayap kanan yang berbasis di Inggris, termasuk juga organisasi teror terlarang National Action dan ultra-nasionalis Polandia yang berbasis di London. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian merekrut aktivis sayap kanan Inggris untuk ikut terjun di Medan Ukraina kala itu.

Batalion Azov memiliki tradisi Neo-Nazi, di mana mereka mengklaim sebagai pengikut dari Hitler Ukraina subdivisons SS dan pro-Hitler. Pemimpin Partai Komunis Ukraina Petro Symonenko mengatakan bahwa tentara bayaran asing diizinkan untuk mendaftar dengan militer Ukraina adalah hal yang biasa, dan bukan hanya unit seperti Azov yang merekrut mereka. 

Itulah ulasan mengenai siapa Batalion Azov yang tengah menjadi sorotan dunia karena memiliki taktik perang tersendiri. Semoga dapat menambah wawasan Anda.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Negara Pendukung Ukraina Melawan Invasi Rusia, Apakah Indonesia Termasuk di Dalamnya?

10 Negara Pendukung Ukraina Melawan Invasi Rusia, Apakah Indonesia Termasuk di Dalamnya?

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 09:05 WIB

Apa itu Uni Eropa? Mengenal Sejarah, Tujuan Terbentuk dan Daftar Anggota Perserikatan yang Ingin Dimasuki Ukraina

Apa itu Uni Eropa? Mengenal Sejarah, Tujuan Terbentuk dan Daftar Anggota Perserikatan yang Ingin Dimasuki Ukraina

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:51 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Nyaris Terbunuh

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Nyaris Terbunuh

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:48 WIB

Dua Miliarder Rusia Ini Terang-terangan Melawan Presiden Putin, Tolak Perang Ukraina

Dua Miliarder Rusia Ini Terang-terangan Melawan Presiden Putin, Tolak Perang Ukraina

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 07:44 WIB

Militer Ukraina Olesi Peluru Pakai Lemak Babi untuk Lawan Tentara Muslim Chechnya

Militer Ukraina Olesi Peluru Pakai Lemak Babi untuk Lawan Tentara Muslim Chechnya

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 11:10 WIB

8 Fakta Menarik Chechnya, Negara Mayoritas Muslim yang Desak Presiden Ukraina Tunduk Pada Rusia

8 Fakta Menarik Chechnya, Negara Mayoritas Muslim yang Desak Presiden Ukraina Tunduk Pada Rusia

News | Senin, 28 Februari 2022 | 21:04 WIB

Terkini

Review Hanasui Power Bright Expert Serum, Beneran Bikin Cerah Cuma dalam 7 Hari?

Review Hanasui Power Bright Expert Serum, Beneran Bikin Cerah Cuma dalam 7 Hari?

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Zulhas Ultimatum Appi Soal PSEL: Dua Pekan Harus Beres, Kalau Tidak Diambil Alih Gubernur

Zulhas Ultimatum Appi Soal PSEL: Dua Pekan Harus Beres, Kalau Tidak Diambil Alih Gubernur

Sulsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:51 WIB

TNI AD Didorong Terus Berbenah Ikuti Perkembangan Zaman

TNI AD Didorong Terus Berbenah Ikuti Perkembangan Zaman

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah

Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?

Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah

Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Bahlil Bantah 3 Perusahaan Disebut Aktivasi Izin Tambang di Raja Ampat

Bahlil Bantah 3 Perusahaan Disebut Aktivasi Izin Tambang di Raja Ampat

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

×