Demo Tolak Perang di Kedubes Rusia, Massa Bentangkan Bendera Kuning Bertuliskan Fuck Wars

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 04 Maret 2022 | 17:16 WIB
Demo Tolak Perang di Kedubes Rusia, Massa Bentangkan Bendera Kuning Bertuliskan Fuck Wars
Milk Tea Alliance Indonesia berdemonstrasi terkait perang antara Rusia dan Ukraina di gedung Kedubes Rusia. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Milk Tea Alliance Indonesia menggelar aksi unjuk rasa terkait perang antara Rusia dan Ukraina yang diyakini mengorbankan sipil dan pelanggaran kemanusiaan dari kejahatan perang. Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di depan Gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022) sore.

Aksi protes menolak perang ini juga dihadiri sejumlah aktivis pro-demokrasi. Terdapat pula orasi yang disampaikan oleh massa aksi yang berjumah tidak terlalu banyak -- dan turut membentangkan poster tuntutan.

Perwakilan Milk Tea Alliance Indonesia, Safina Maulida mengatakan, pemimpin Rusia -- Vladimir Putin -- telah mengancam kemanusiaan melalui perang dengan nuklir. Dia menyebut, apa yang terjadi di Ukraina hari ini adalah bentuk pelanggaran martabat dan hak asasi manusia di tahun 2022.

Milk Tea Alliance Indonesia berdemonstrasi terkait perang antara Rusia dan Ukraina di gedung Kedubes Rusia. (Suara.com/Arga)
Milk Tea Alliance Indonesia berdemonstrasi terkait perang antara Rusia dan Ukraina di gedung Kedubes Rusia. (Suara.com/Arga)

"Pemimpin negara Rusia telah mengancam perang dengan nuklir. Hari ini kita semua menjadi saksi di tahun 2022 bagaimana hak asasi manusia, martabat manusia tidak dijunjung tinggi dan bagaimana diplomasi kemanusiaan, dikesampingkan," kata Safina dalam orasinya.

Mewakili Milk Tea Alliance Indonesia, Safina juga meminta agar Rusia segera menghentikan perang baik di darat, udara, melalui misil, dan roket. Terpenting, mendesak agar Rusia tidak menggunakan nuklir untuk perang.

"Hari ini juga teman-teman, kami meminta Rusia untuk segera menghentikan perang yang terjadi melalui darat dan udara misil dan roket dan terutama ancaman menggunakan nuklir untuk perang," sambungnya.

Safina melanjutkan, orang-orang tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali dari perang. Terlebih, perempuan dan anak-anak menjadi subjek yang tersiksa dari perang yang saat ini masih berlangsung.

"Kami Milk Tea Alliance Indonesia, aliansi anak muda pro demokrasi meyakini ini adalah pelecehan terberat 2022 terhadap kemanusiaan. Dan kami yakin anak-anak di Ukraina, di Sudan, Myanmar, dan juga di Venezuela kami yakin bahwa anak muda seharusnya tidak sedang di perbatasan, tapi sedang di bangku sekolah."

Pantauan di lokasi, massa aksi turut membentangkan bendera kuning bertuliskan "Fuck War". Pada bendera itu, terdapat tulisan lain seperti Ukraina, Myanmar, Ethiopia, Afghanistan, Palestina, hingga Papua.

Massa aksi juga turut membentangkan bendera Ukraina dan Rusia. Pada bendera Ukraina terdapat tulisan "No" dan pada bendera Rusia terdapat tulisan "War".

Aksi ini berlangsung sejak pukul 15.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.10 WIB. Aksi ini berlangsung secara damai dan hanya di jaga oleh beberapa aparat kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Dapat Sanksi Ekonomi, WNI di Rusia Ikut Terdampak

Rusia Dapat Sanksi Ekonomi, WNI di Rusia Ikut Terdampak

Video | Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:00 WIB

Pertempuran Pecah, Rusia Dikabarkan Tembakkan Roket ke Arah Pembangkit Nuklir Ukraina

Pertempuran Pecah, Rusia Dikabarkan Tembakkan Roket ke Arah Pembangkit Nuklir Ukraina

Bali | Jum'at, 04 Maret 2022 | 09:13 WIB

Perjuangan Warga Ukraina di Inggris yang Pulang Demi Berjuang Lawan Rusia

Perjuangan Warga Ukraina di Inggris yang Pulang Demi Berjuang Lawan Rusia

Video | Jum'at, 04 Maret 2022 | 10:20 WIB

Buntut Perang Rusia-Ukraina, Satu Juta Orang Mengungsi

Buntut Perang Rusia-Ukraina, Satu Juta Orang Mengungsi

Sumbar | Jum'at, 04 Maret 2022 | 08:15 WIB

Terkini

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:22 WIB

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:08 WIB