Invasi Ukraina, Berapa Banyak Senjata Nuklir yang Dimiliki Rusia?

Siswanto, BBC

Minggu, 06 Maret 2022 | 16:55 WIB
Invasi Ukraina, Berapa Banyak Senjata Nuklir yang Dimiliki Rusia?
BBC

Suara.com - Di tengah serbuan ke Ukraina, Presiden Vladimir Putin telah menempatkan pasukan nuklir Rusia dalam siaga "khusus", sehingga meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia.

Tetapi para analis berpendapat tindakan Putin semestinya ditafsirkan sebagai peringatan kepada negara-negara lain agar tidak lebih banyak terlibat di Ukraina, dibandingkan menafsirkannya sebagai tanda bahwa Putin ingin menggunakan senjata nuklir.

Senjata nuklir telah ada selama hampir 80 tahun. Banyak negara menempatkan senjata nuklir sebagai deterensi atau strategi pencegahan demi menjamin keamanan nasional mereka.

Berapa banyak senjata nuklir yang dimiliki Rusia?

Jumlah senjata nuklir yang disajikan dalam tulisan ini adalah perkiraan, tetapi menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir -perangkat yang memicu ledakan nuklir - meskipun angka ini termasuk sekitar 1.500 hulu ledak yang sudah dipensiunkan dan akan dibongkar.

Baca juga:

Dari sekitar 4.500 sisanya, mayoritas diperkirakan berupa senjata nuklir strategis seperti rudal balistik atau roket yang bisa menargetkan sasaran dari jarak jauh. Inilah senjata-senjata yang biasanya dikaitkan dengan perang nuklir.

Sedangkan selebihnya bisa dibilang berskala lebih kecil, lebih tidak merusak dan digunakan pada jarak pendek di medan perang atau laut.

Namun angka itu bukan berarti Rusia memiliki ribuan senjata nuklir jarak jauh yang siap digunakan.

Para ahli memperkirakan sekitar 1.500 hulu ledak Rusia tengah "disiapkan", yang artinya telah ditempatkan di pangkalan rudal atau di kapal selam.

baca juga

Bagaimana jika dibandingkan dengan negara lain?

Ada sembilan negara yang memiliki senjata nuklir, yakni China, Prancis, India, Israel, Korea Utara, Pakistan, Rusia, AS, dan Inggris.

China, Prancis, Rusia, AS, dan Inggris termasuk di antara 191 negara yang menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Perjanjian NPT membuat negara-negara itu harus mengurangi persediaan hulu ledak nuklir mereka, serta secara teori berkomitmen menghilangkannya sepenuhnya.

Perjanjian itu memang telah mengurangi jumlah hulu ledak yang disimpan di negara-negara itu sejak 1970 dan 1980-an.

India, Israel, dan Pakistan tidak pernah bergabung dalam Perjanjian NPT, sedangkan Korea Utara meninggalkan perjanjian itu pada 2003.

Israel adalah satu-satunya negara yang tidak pernah secara resmi mengakui program nuklirnya, tetapi secara luas diketahui memiliki hulu ledak nuklir.

Sementara itu, Ukraina tidak memiliki senjata nuklir, meskipun Putin menuduh sebaliknya. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Ukraina berusaha mendapatkan senjata nuklir.


Seberapa merusak kah senjata nuklir?

Senjata nuklir dirancang untuk menyebabkan kehancuran maksimum. Tingkat kerusakannya bergantung pada sejumlah faktor, seperti:

  • Ukuran hulu ledak
  • Seberapa tinggi posisi ledakannya dari atas tanah
  • Lingkungan setempat

Namun, hulu ledak terkecil pun bisa menimbulkan banyak korban jiwa dan konsekuensi jangka panjang.

Sebagai gambaran, bom yang menewaskan 146.000 orang di Hiroshima, Jepang pada Perang Dunia II adalah sebesar 15 kiloton. Sedangkan hulu ledak nuklir bisa mencapai lebih dari 1.000 kiloton.

Kecil kemungkinan bertahan hidup di area yang terdampak langsung ledakan nuklir.

Setelah kilatan yang menyilaukan, bola api besar dan gelombang ledakan dapat menghancurkan bangunan hingga jarak beberapa kilometer.

Apa yang dimaksud dengan 'deterensi nuklir' dan apakah itu berhasil?

Argumen yang digunakan dalam mempertahankan senjata nuklir berjumlah besar ialah untuk menjaga kapasitas menghancurkan musuh sepenuhnya serta mencegahnya untuk menyerang.

Istilah yang paling terkenal untuk strategi itu adalah mutually assured destruction (MAD/kepastian saling menghancurkan).

Meskipun ada banyak uji coba nuklir yang dilakukan, dengan kompleksitas teknis dan kekuatan destruktifnya yang meningkat konstan, senjata nuklir belum pernah digunakan dalam konfrontasi bersenjata sejak 1945.

Kebijakan Rusia mengakui senjata nuklirnya pun semata-mata sebagai strategi pencegahan dalam empat kondisi:

  • Peluncuran rudal balistik yang menyerang wilayah Rusia atau sekutunya
  • Penggunaan senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya terhadap Rusia atau sekutunya
  • Serangan terhadap situs pemerintah atau militer penting Rusia yang mengancam kemampuan nuklirnya
  • Agresi terhadap Rusia menggunakan senjata konvensional, sehingga keberadaan negaranya dalam bahaya

Lalu, seberapa mengkhawatirkan hal ini? Kemungkinan akan terjadi konflik nuklir mungkin akan sedikit meningkat, meski masih dalam tataran rendah.

Bahkan meskipun ancaman Putin bermaksud sebagai peringatan, dibanding menandakan keinginan untuk menggunakan senjata itu, selalu ada risiko salah perhitungan apabila salah satu pihak menafsirkanya secara keliru atau situasi menjadi tidak terkendali.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan kepada BBC News bahwa Inggris sejauh ini tidak melihat adanya perubahan postur dari senjata nuklir Rusia.

Sumber-sumber intelijen juga mengonfirmasi hal itu dan mengatakan akan mengawasinya dengan ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Entertainment | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis

Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Haji Isam Mau Caplok Saham BCA, Ini Kata OJK

Haji Isam Mau Caplok Saham BCA, Ini Kata OJK

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Manhwa Aksi Populer Teenage Mercenary Diadaptasi Anime TV, Tayang 2027

Manhwa Aksi Populer Teenage Mercenary Diadaptasi Anime TV, Tayang 2027

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter

Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:21 WIB

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

×