Menilik Apa Tujuan KKB Papua yang Sebenarnya dan Sejarah Gerakan Separatis di Bumi Cenderawasih

Rifan Aditya

Rabu, 09 Maret 2022 | 12:35 WIB
Menilik Apa Tujuan KKB Papua yang Sebenarnya dan Sejarah Gerakan Separatis di Bumi Cenderawasih
Menilik Apa Tujuan KKB Papua yang Sebenarnya dan Sejarah Gerakan Separatis di Bumi Cenderawasih - Ilustrasi KKB Papua

Suara.com - Hingga kini, KKB Papua masih ramai diperbincangkan. Tapi masih banyak yang belum tahu apa tujuan KKB Papua yang sebenarnya?

KKB adalah singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah Papua. Selama ini, KKB diketahui sering melakukan aksi teror atau penyerangan. Apakah tujuan KKB Papua sama seperti teroris? Atau ada maksud lain? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Korban akibat aksi tidak bertanggung jawab KKB Papua ini tidak hanya anggota TNI atau Polri saja tapi warga sipil pun ada yang meninggal dunia. Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 pekerja Palapa Timur Telematika (PTT) tewas setelah ditembak oleh KKB Papua.

Di awal tahun 2022 saja, sudah terdapat 12 orang yang dibunuh oleh KKB. Sementara itu, sepanjang 2021 sedikitnya ada 18 orang meninggal akibat ulah KKB. Keberadaan KKB Papua sangat meresahkan, bukan? 

Lantas, bagaimana sejarah KKB Papua terbentuk? Selain itu apa tujuan KKB Papua terus melakukan aksi penyerangan?

Menilik Sejarah KKB Papua

Melansir laman dpr.go.id, diketahui sebelumnya bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Organisasi Papua Merdeka(OPM). Kelompok separatis ini memang sejak dulu ingin merdeka dan berdiri sendiri.

Hingga akhirnya, Pemerintah mengambil kebijakan berupa pemberian Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua dan menggelontorkan anggaran besar ke Papua. Namun, anggaran Otsus hanya dinikmati oleh kaum elit Papua dan tidak mengalir ke lapisan rakyat paling bawah. Hal tersebut lantas memunculkan gerakan perlawanan yang lebih masif dengan melakukan berbagai kegiatan kriminal.

Mereka tidak sekadar melakukan kriminal biasa, namun ada keinginan besar di balik setiap aksi kriminalnya selama ini. Perubahan istilah OPM ke KKB juga dimaksudkan untuk mengubah paradigma penanganan kaum separatis yang ada di Papua. Jika ada salah satu kelompok ini tertangkap, maka mereka akan ditahan karena alasan kriminalitas.

baca juga

Semakin lama, kelompok bersenjata di Papua semakin bagus persenjataannya. Mereka mendapatkan senjata dari hasil selundupan atau rampasan. Kelompok ini memiliki tiga bagian penting, yaitu kampanye politik di dalam negeri untuk meminta dukungan ASN dan TNI/Polri, kampanye politik luar negeri yang menyuarakan kemerdekaan Papua kepada kedutaan-kedutaan asing, dan kekuatan senjata.

Apa Tujuan KKB Papua?

Mengutip dari laman kemhan.go.id, Menteri Pertahanan RI di Kabinet Kerja, Ryamizard Ryacudu pernah mengungkap tujuan KKB. Menurutnya, KKB Papua adalah kelompok yang ingin Papua melepaskan diri dari NKRI.

Sehingga kelompok tersebut sudah bisa disebut sebagai gerakan separatis. Keberadaan KKB Papua sudah menjadi kelompok separatis yang mengancam keutuhan negara. 

Nah, seperti itulah tujuan KKB Papua yang kerap melakukan aksi perusakan hingga pembunuhan. Semoga kelompok gerakan separatis ini segera dapat diamankan.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karyawan Dibunuh OPM, Palapa Timur Telematika Bantu Biaya Pemakaman dan Kepulangan Jenazah Syahril ke Jakarta

Karyawan Dibunuh OPM, Palapa Timur Telematika Bantu Biaya Pemakaman dan Kepulangan Jenazah Syahril ke Jakarta

News | Rabu, 09 Maret 2022 | 11:22 WIB

Adik Jadi Korban Penyerangan di Papua, Keluarga Syahril Berharap Peristiwa Ini Tidak Terulang

Adik Jadi Korban Penyerangan di Papua, Keluarga Syahril Berharap Peristiwa Ini Tidak Terulang

News | Rabu, 09 Maret 2022 | 11:18 WIB

Paguyuban Pasundan di Tanah Papua Berduka, 3 Warga Jawa Barat Tewas Dibantai OPM

Paguyuban Pasundan di Tanah Papua Berduka, 3 Warga Jawa Barat Tewas Dibantai OPM

Sulsel | Rabu, 09 Maret 2022 | 10:49 WIB

Terkini

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

×