Kendala Penggerebekan Sarang Narkoba di Kampung Boncos, Polisi: Mereka Pakai Sandi Penyakit

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Kamis, 10 Maret 2022 | 20:41 WIB
Kendala Penggerebekan Sarang Narkoba di Kampung Boncos, Polisi: Mereka Pakai Sandi Penyakit
Ilustrasi--Polisi menggerebek sarang pengguna narkoba di Jakarta. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Polisi menyebut penggerebekan sarang pengedar dan pengguna narkoba di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat memiliki banyak kendala. Salah satunya, para pengguna dan pengedar di sana memiliki sandi khusus untuk melarikan diri apabila ada anggota polisi yang masuk.

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdu Rohim menyebut para pengguna dan pengedar di sana biasanya akan berteriak "awas penyakit" apabila melihat anggota polisi. Hal ini sebagai kode bagi mereka untuk melarikan diri.

"Kodenya penyakit. Jadi kalau kami datang itu dibilangnya ada penyakit. Awas ada penyakit, awas penyakit. Begitu kodenya," kata Dodi kepada wartawan, Kamis (10/3/2022).

Menurut Dodi, operasi penggerebekan di Kampung Boncos juga kerap kali bocor. Penyebabnya banyak antek di lokasi sarang narkoba ini.

"Jadi kalau kami ke sana pasti sudah bocor. Karena kalau misalnya ke lokasi ke parkir mobil itu sudah ketahuan. Jadi banyak antek-anteknya di situ. Jadi saat kami baru parkir di depan saja, saat kami mau ke belakang mereka sudah tahu pada kabur," bebernya.

"Banyak jaringannya di situ. Makanya agak rumit karena Boncos itu sudah menyatu dengan pemukiman penduduk," imbuhnya.

Lima Orang Ditangkap

Penggerebekan sarang pengguna dan pengedar narkoba di Kampung Boncos dilakukan oleh anggota polisi sekitar pukul 15.30 WIB sore. Sebanyak lima orang diamankan di lokasi.

"Kami sudah mengamankan lima orang mereka kategori pemakai," ujar Dodi.

baca juga

Dodi menyebut tiga orang diamankan saat berada di dalam sebuah indekos. Sedangkan dua lainnya diamankan saat hendak bertransaksi narkoba di jalan.

"Temuan tadi juga itu mereka ada yang make di gubuk. Ada dua gubuk kami hancurkan. Kami tiga kali gerebek tiap gerebek itu gubuk ada lagi ada lagi," katanya.

Selain mengamankan para pelaku, dari lokasi kejadian anggota turut menyita sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti tersebut di antaranya; lima paket sabu masing-masing seharga Rp150 ribu, timbangan digital, ribun plastik klip sabu, dan cengklong atau alat hisap sabu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kode Bandar Narkoba di Kampung Boncos Jakbar, Pakai Istilah 'Penyakit' Hindari Polisi

Kode Bandar Narkoba di Kampung Boncos Jakbar, Pakai Istilah 'Penyakit' Hindari Polisi

Jakarta | Kamis, 10 Maret 2022 | 20:12 WIB

Polisi Robohkan 'Hotel 10 Ribu' di Kampung Boncos, Diduga Jadi Tempat Pakai Narkoba

Polisi Robohkan 'Hotel 10 Ribu' di Kampung Boncos, Diduga Jadi Tempat Pakai Narkoba

Jakarta | Kamis, 10 Maret 2022 | 19:51 WIB

Polisi Gerebek Sarang Pengedar Narkoba di Kampung Boncos, Lima Orang Diringkus

Polisi Gerebek Sarang Pengedar Narkoba di Kampung Boncos, Lima Orang Diringkus

News | Kamis, 10 Maret 2022 | 18:22 WIB

Terkini

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:38 WIB

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×