Komandan Kompi Distrik Gome Diproses Secara Hukum, Anggota DPR Dukung Langkah Andika Perkasa

Senin, 21 Maret 2022 | 13:53 WIB
Komandan Kompi Distrik Gome Diproses Secara Hukum, Anggota DPR Dukung Langkah Andika Perkasa
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. [DPR RI]

Suara.com - Anggota DPR TB Hasanuddin berharap tindakan terhadap komandan kompi  di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua,  menjadi pelajaran bagi semua prajurit.

Komandan kompi itu diperiksa Puspom TNI AD karena diduga melakukan kebohongan dalam kasus meninggalnya tiga  prajurit TNI pada Kamis, 27 Januari 2022.

Hasanuddin mengatakan sah-sah saja perwira atau komandan dibawa ke pengadilan militer bila terbukti lalai.

"Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi satuan pendidikan agar benar-benar melatih prajurit yang akan ditugaskan (latihan pra tugas), terutama dalam menggembleng mental dan ketrampilannya," kata Hasanuddin, Senin (21/3/2022).

Hasanuddin yang merupakan purnawirawan TNI  itu mengatakan peran komandan kompi dan komandan peleton dalam pertempuran dengan teknik gerilya sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan tugas.

Itu sebabnya, kata dia, penempatan satuan di tempat yang kurang strategis, sangat berbahaya bagi pasukan karena rawan disergap musuh.

Pada  Kamis, 27 Januari 2022, Posramil Gome diserang kelompok bersenjata dan menewaskan Serda Rizal Maulana, Pratu Tupas Barazza, dan Pratu Rahman.

Setelah ditemukan kejanggalan dalam peristiwa itu, tim investigasi TNI diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan. Yang terjadi sebenarnya disembunyikan Danki dari Danyon," kata Jenderal Andika Perkasa dalam rapat bersama puspom yang ditayangkan YouTube Andika Perkasa.

Baca Juga: Danposramil Gome Korbankan Anggota demi Uang Pengamanan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Geram

"Ya betul, yang melakukan tindak pidana pembunuhan adalah kelompok bersenjata, tapi ada juga peran penggelaran dari komandan kompi di tempat yang tidak diperhitungkan dan disepelekan." 

Andika Perkasa menyebut komandan kompi telah mengorbankan anggotanya sendiri untuk kepentingan pragmatis.

"Karena kita di sini semuanya memikirkan dukungan dan bagaimana melindungi anggota, di sana hanya begini-begini saja rupanya," katanya.

"Maksudnya pertimbangan pendek sekali hanya soal kita dapat uang tambahan untuk pengamanan di situ dikorbankan semua." 

Itu sebabnya, Andika Perkasa meminta komandan kompi Distrik Gome diproses secara hukum untuk memberi pelajaran kepada semua prajurit.

"Jadi saya pengen ada proses hukum terhadap danpos atau danki. Dituntaskan supaya jadi pembelajaran juga," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI