Kisah Para Penjaja Seks yang Mencoba Bertahan Hidup di Iran

Siswanto, BBC

Senin, 21 Maret 2022 | 17:52 WIB
Kisah Para Penjaja Seks yang Mencoba Bertahan Hidup di Iran
BBC

Suara.com - "Saya malu dengan apa yang saya perbuat, tapi pilihan apalagi yang saya punya?" kata Neda, seorang janda di Teheran.

Di siang hari, Neda bekerja sebagai penata rambut, tapi di malam hari dia melakukan pekerjaan kedua sebagai prostitusi. Dia mengaku terpaksa harus menjajakan seks, hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya hidup di negara di mana perempuan tidak dihormati, ekonomi runtuh, dan harga-harga melambung tinggi nyaris setiap hari," dia melanjutkan.

"Saya ibu tunggal. Saya harus mengurus anak saya. Prostitusi memberikan banyak uang, dan sekarang saya berencana membeli sebuah rumah kecil di kota. Ini kenyataan menyedihkan dalam hidup saya. Saya secara harafiah harus menjual jiwa saya."

Baca juga:

Pada 2012, Iran mengumumkan program nasional untuk mengatasi prostitusi. Bagaimanapun, menurut laporan tak resmi oleh lembaga pemasyarakatan (LSM) dan sejumlah peneliti, jumlah orang yang bekerja di industri seks negara ini semakin naik.

Pemerintah Iran yang konservatif sejak lama menampik keberadaan pekerja seks di negara mereka. Alih-alih, pihak berwenang menyebut laporan tentang prostitusi di sana sebagai plot Barat yang dirancang untuk merusak kaum muda, atau menyalahkan kaum perempuan karena melakukan pelanggaran dengan pria-pria tak bermoral.

Data tak resmi juga mengindikasikan para perempuan pekerja seks kini semakin muda. Statistik dari berbagai LSM menunjukkan bahwa di 2016, gadis-gadis berusia 12 tahun terlibat dalam prostitusi.

Aftab Society, LSM yang fokus pada perawatan para pecandu narkoba perempuan di Iran berkata, pada 2019 ada nyaris 10.000 pekerja seks perempuan di ibu kota, sekitar 35% di antaranya telah menikah.

baca juga

Menurut Amir Mahmoud Harrichi, profesor bidang kesejahteraan sosial di Universitas Teheran, jumlah perempuan pekerja seks di Teheran kini bisa dua kali lipat angka tersebut.

Mengingat sangat sedikitnya kesempatan kerja untuk perempuan di Iran dan tidak ada kesetaraan gender, banyak perempuan hidup di bawah garis kemiskinan, dan mereka terpaksa menjajakan seks demi uang. Meski, risiko besar menanti mereka.

"Para pria tahu prostitusi ilegal di Iran dan memberikan hukuman sangat berat pada perempuan, maka mereka menggunakannya untuk keuntungan mereka," kata seorang pekerja seks paruh waktu, Mahnaz, mahasiswi di sebuah universitas di Teheran.

"Itu terjadi beberapa kali kepada saya, saya melakukan hubungan seks dengan seseorang tapi dia menolak membayar dan saya tidak bisa pergi ke pihak berwajib."

Mahnaz berkata biaya hidup di Teheran sangat tinggi dan melakukan beberapa pekerjaan lain tidak dapat membiayai hidupnya.

'Nikah mut'ah'

Setelah Revolusi Islam terjadi di Iran pada 1979, sejumlah pekerja seks perempuan dieksekusi oleh rezim baru dan rumah-rumah bordil ditutup. Kemudian, muncul upaya untuk melegitimasi penggunaan perempuan untuk seks saja, praktik yang dikenal dengan nama zawaj al-mutaa - secara harafiah berarti 'pernikahan untuk kenikmatan'.

Praktik ini, juga dikenal sebagai kawin kontrak, menentukan durasi pernikahan dan kompensasi yang diberikan kepada istri sementara, menjadi lebih umum terjadi.

Di bawah sistem Islam Syiah, kawin kontrak diperbolehkan, dan tidak dianggap sebagai tindakan prostitusi. Praktik ini juga sangat jamak terjadi di kota-kota suci seperti Mashhad dan Qom, yang menjadi tujuan ziarah kaum Syiah dari seluruh dunia.

Berbagai video di media sosial menunjukkan pria-pria mencari seks di Mashhad, sementara pejabat kota berkilah mereka melakukan nikah sementara.

Sekarang, ada banyak sekali unggahan online yang menawarkan nikah mut'ah di Iran, termasuk di Telegram dan WhatsApp, dan mereka mengaku telah mendapatkan izin dari pemerintah.

Salah satu alasan yang mendorong naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang mendasari tumbuhnya angka prostitusi adalah sanksi-sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS atas program nuklir Iran. Sejak tahun lalu, inflasi di Iran naik 48,6%. Angka pengangguran juga naik dan bagi mereka yang sudah punya pekerjaan, upah mereka sangat sedikit.

Baca juga:

Dengan semua alasan ini, jumlah pria berusia 20-35 tahun yang menjajakan seks pada perempuan dengan imbalan uang juga naik. Fenomena pekerja seks pria tersebar di kota-kota besar di Iran.

Salah satu di antaranya adalah Kamyar, yang berusia 28 tahun dan bekerja sebagai kasir supermarket. Dia tinggal bersama orang tuanya hingga tahun lalu dan tidak dapat membiayai hidup tanpa bantuan ayahnya. Sekarang, dia mampu menyewa apartemen di pusat Kota Teheran, dan berharap suatu hari nanti bisa pindah ke luar negeri.

"Saya menemukan pelanggan dari akun-akun media sosial saya," dia mengaku. "Perampuan-perempuan ini biasanya berumur 30-an dan 40-an tahun. Mereka memperlakukan saya dengan baik, membayar mahal, dan saya selalu menginap di rumah mereka. Dari mulut ke mulut, saya mendapatkan banyak klien."

Kamyar adalah seorang insinyur teknik terlatih, namun dia tidak melihat masa depan di bidang yang disukainya ini.

"Saya selalu ingin menjadi insinyur. Tapi di luar sana, tidak ada pekerjaan untuk saya," katanya.

"Saya pernah jatuh cinta pada seorang gadis, tapi kami tidak direstui untuk menikah karena saya tidak punya pekerjaan tetap. Saya tidak bangga dengan pekerjaan yang saya lakoni sekarang. Tidur dengan orang asing demi uang bukanlah mimpi saya saat saya tumbuh.

"Tentu saja, saya merasa malu. Tapi dengan ini, saya bisa membiayai hidup. Saya berada di negara di mana satu-satunya masa depan yang terlihat bagi saya adalah kesengsaraan."

Nama-nama mereka yang bekerja sebagai penjaja seks dalam artikel ini telah diubah untuk melindungi identitas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilik Restoran Bongkar Sogok Polisi Rp1,75 Miliar Demi Bisnis Esek-esek Tak Diganggu

Pemilik Restoran Bongkar Sogok Polisi Rp1,75 Miliar Demi Bisnis Esek-esek Tak Diganggu

News | Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:26 WIB

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:45 WIB

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:25 WIB

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:36 WIB

Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:14 WIB

Terkini

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

×