Mengamankan Data-data Digital Cagar Budaya Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 28 Maret 2022 | 12:12 WIB
Mengamankan Data-data Digital Cagar Budaya Ukraina
DW

Suara.com - Organisasi Saving Ukraina Cultural Heritage Online (SUCHO) berusaha mendokumentasikan warisan dan kekayaan budaya Ukraina secara digital dan mengamankan datanya. Juga di tengah perang yang berkobar.

Selama empat minggu Ukraina mengalami pemboman. Rumah-rumah, sekolah dan rumah sakit telah dihancurkan, dan banyak orang telah terbunuh.

Warisan budaya negara itu juga juga tidak luput dari serangan Rusia. Beberapa institusi budaya penting telah hancur, antara lain Teater Drama Donetsk di Mariupol, sementara biara gua Sviatohirsk — yang dibangun tahun 1526 — rusak parah oleh tembakan Rusia.

Warga Ukraina berusaha menyelamatkan warisan budaya mereka, antara lain dengan menutupi patung-patung dengan karung pasir, atau menyimpannya di bunker.

Organisasi relawanSaving Ukraina Cultural Heritage Online (SUCHO) berusaha menyelamatkan warisan budaya itu secara online.

Salah satu penggagasnya adalah sejarawan digital Sebastian Majstorovic, yang tinggal di Wina, Austria.

"Melalui latar belakang saya, bisa dibilang saya memang punya antena untuk masalah-masalah seperti ini," kata Sebastian Majstorovic kepada DW.

Saat ini dia bekerja di Austrian Centre for Digital Humanities and Cultural Heritage, Wina.

Digitalisasi warisan dan barang budaya

baca juga

Tiga minggu lalu, Sebastian Majstorovic mendirikan SUCHO dengan dua orang yang punya pemikiran serupa.

"Awalnya, kami fokus mengamankan semua yang tersedia untuk umum di internet," katanya.

Mereka menggunakan program pencari situs web lembaga-lembaga budaya dan mengunduh informasi seperti dokumen, foto karya seni, tur virtual monumen-monumen bersejarah, film, produksi musik rakyat, dan pola pakaian tradisional.

Selama tiga minggu terakhir, SUCHO telah mengamankan 10 terabyte data.

Pada awalnya, Sebastian membiayai sendiri proyek itu, tetapi sekarang SUCHO mendapat dukungan dari organisasi teknologi dan penyedia layanan internet yang menyediakan server mereka secara gratis.

"Lembaga budaya, juga di negara-negara miskin, melakukan pekerjaan yang baik dalam mendigitalisasi warisan mereka. Namun, tidak ada yang berpikir banyak tentang bagaimana mengamankan data-datanya, dan itu adalah sesuatu yang membuat saya khawatir,” katanya.

Seseorang perlu bekerja sama secara internasional untuk menciptakan infrastruktur digital, di mana museum regional kecil pun dapat mengamankan data mereka dengan sedikit usaha dan tanpa biaya, tambahnya.

Mengamankan barang budaya secara digital Sekarang SUCHO bekerja sama dengan Harvard Ukrainian Research Institute dan University of Alberta untuk menciptakan infrastruktur guna melindungi warisan budaya dari perang atau bencana alam.

Ketika mengerjakan tesis doktoralnya tentang tokoh-tokoh revolusi pada abad ke-19, kesulitan Sebastian Majstorovic adalah karena banyak dokumen berharga yang tidak lagi tersedia.

"Arsip utama untuk penelitian saya ada di Wina dan Milan. Tetapi arsip di Milan dihancurkan oleh Jerman selama Perang Dunia II, dan dokumen di Wina berada di Gedung Kehakiman, yang dibakar selama kerusuhan tahun 1920-an," kata Majstorovic.

Banyak sejarawan memang dihadapkan pada masalah serupa. "Itulah mengapa salinan yang diamankan secara digital sangat penting," katanya.

Sebenarnya, setiap benda budaya adalah benda publik dan dilindungi oleh aturan umum peperangan. Selain itu, masyarakat internasional, termasuk Rusia, menandatangani Konvensi Den Haag untuk Perlindungan Kekayaan Budaya Peristiwa Konflik Bersenjata pada tahun 1954.

Namun Moskow saat ini tampaknya peduli dengan kesepakatan-kesepakatan itu. (hp/yp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Wamensos Agus Jabo Resmikan Taman Anak Sejahtera dan Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta

Wamensos Agus Jabo Resmikan Taman Anak Sejahtera dan Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×