Wacana Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Naik, PKS: yang Miskin Makin Miskin

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 04 April 2022 | 12:57 WIB
Wacana Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Naik, PKS: yang Miskin Makin Miskin
Pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto mengkritik keras wacana kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3 kilogram. Rencana ini sebelumnya disampaikan oleh  minta Menko Marvest, Luhut Binsar Panjaitan.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Mulyanto meminta pemerintah tidak sembrono dan membuat panik masyarakat. Apalagi, sekarang ini rakyat masih kaget dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan kelangkaan solar.

Karena itu, ia menilai seharusnya pemerintah tidak berbicara mengenai rencana kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kg. Hal ini dinilai bisa menambah kepanikan dan beban hidup masyarakat.

"Jangan pemerintah lebih melindungi kepentingan oligarki dan memanja mereka dengan berbagai fasilitas dan kemudahan usaha," kritik Mulyanto.

"Sementara beban kenaikan harga barang-barang pokok ditimpakan kepada masyarakat. Ini kan tidak adil, yang kaya tambah kaya, yang miskin akan tambah miskin," lanjutnya.

PKS mendesak pemerintah agar mengelola beban ekonomi negara dengan bijak, tanpa memberatkan kehidupan rakyat. Menurutnya, tidak adil jika seluruh tekanan ekonomi dunia langsung ditimpakan ke masyarakat.

"Kami minta Pemerintah bersikap adil dalam pengelolaan beban ekonomi di masa sulit sekarang ini. Negara harus hadir dalam mengatur beban ekonomi yang timbul akibat Perang Rusia-Ukraina," ujar Mulyanto.

"Jangan tekanan ekonomi dunia tersebut langsung dilepas dan ditimpakan kepada masyarakat," tegasnya.

Politisi PKS ini menyebut harusnya pemerintah melalui BUMN, termasuk dunia usaha yang pertama-tama menanggung beban tersebut. Jangan menimpakan semua kepada masyarakat yang masih belum pulih dari pandemi virus corona.

Selain itu, Mulyanto minta pemerintah transparan terkait penerimaan ekspor komoditas energi dan sumber daya mineral. Pasalnya, naiknya harga migas dunia juga diiringi dengan lonjakan harga CPO, batubara, tembaga, nikel, dan lain-lain.

"Indonesia sebagai negara pengekspor komoditas energi dan sumber daya mineral menikmati durian runtuh dengan melambungnya harga-harga komoditas ini," jelas Mulyanto.

"Di samping kita merogoh saku lebih dalam untuk membayar defisit transaksi berjalan dari impor migas, namun di sisi lain, saku kita juga bertambah gemuk dari penerimaan ekspor komoditas energi dan sumber daya mineral," sambungnya.

Mulyanto memprediksi jika penerimaan negara lebih besar ketimbang defisit transaksi impor minya dan gas. Karena itu, keuntungan ekspor komoditas energi bisa dimanfaatkan untuk membantu menstabilkan harga dalam negeri.

"Ini kan soal 'kantong kiri dan kantong kanan'. Hitungan kasar saya, penerimaan negara dari ekspor komoditas energi dan sumber daya mineral lebih besar ketimbang besarnya defisit transaksi impor migas," kata Mulyanto.

"Kelebihan ini kan dapat digunakan untuk mengkompensasi kenaikan harga-harga dalam negeri," sarannya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

News | Senin, 04 April 2022 | 12:23 WIB

Ahok Bilang Begini Soal Sinyal Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Naik dari Luhut

Ahok Bilang Begini Soal Sinyal Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Naik dari Luhut

News | Senin, 04 April 2022 | 08:58 WIB

Mobil Dinas dan BUMN Diusulkan Tidak Boleh Menggunakan Pertalite

Mobil Dinas dan BUMN Diusulkan Tidak Boleh Menggunakan Pertalite

Bisnis | Senin, 04 April 2022 | 07:53 WIB

Warga Kesal Mobil Mewah Ikut Antre Pertalite, Pertamina: yang Mampu Pakai Pertamax!

Warga Kesal Mobil Mewah Ikut Antre Pertalite, Pertamina: yang Mampu Pakai Pertamax!

Jabar | Minggu, 03 April 2022 | 20:15 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Bikin Pelaku Usaha Kecil Menjerit

Kenaikan Harga Pertamax Bikin Pelaku Usaha Kecil Menjerit

Bekaci | Minggu, 03 April 2022 | 19:19 WIB

Warga Mampu Diminta Jangan Pakai Pertalite, Pertamina: Pakai Pertamax

Warga Mampu Diminta Jangan Pakai Pertalite, Pertamina: Pakai Pertamax

News | Minggu, 03 April 2022 | 18:40 WIB

Terkini

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:14 WIB