Lukisan Terhebat Kemenangan Raja Muslim India Dilelang di London

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 05 April 2022 | 13:39 WIB
Lukisan Terhebat Kemenangan Raja Muslim India Dilelang di London
BBC

Suara.com - Sebuah lukisan yang mengabadikan kemenangan bersejarah dalam pertempuran antara salah satu kerajaan Muslim di India melawan pasukan kolonial Inggris pada tahun 1780 dijual dalam sebuah lelang di London.

Penawaran di balai lelang Sotheby's pada Rabu (30/03) akan dimulai dari 370,000 (Rp6,9 miliar)

Lukisan tersebut menunjukkan Haider Ali, sultan dari kerajaan Mysore, dan putranya, Tipu, mengalahkan pasukan East India Company di Pertempuran Pollilur yang termasyhur.

Tipu, yang dijuluki "Macan Mysore", menjadi musuh terberat Kompeni sampai ia dikalahkan dan dibunuh pada 1799.

Sejarawan William Dalrymple menyebut penggambaran tentang peristiwa di Pollilur itu "bisa dibilang lukisan terhebat India yang masih bertahan atas kekalahan kolonialisme".

Dalrymple, yang bukunya, The Anarchy, mendokumentasikan kebangkitan East India Company pada Abad ke-18, menyebut peristiwa tersebut "kekalahan paling telak" dan "hampir mengakhiri kekuasaan Inggris di India".

Tipu, yang pertama kali menjadi komandan perang di Pollilur berhasil "membalikkan keadaan" melawan Inggris, kata Dalrymple kepada BBC.

Adegan-adegan pertempuran pertama kali diperintahkan untuk dilukis oleh Tipu sendiri pada 1784. Mereka dilukis di dinding dan atap istananya - Daria Daulat Bagh - di Srirangapatnam, yang waktu itu menjadi ibu kota Mysore di India selatan.

Beberapa adegan ini juga dilukis setidaknya dua kali di atas kertas menggunakan tinta dan pigmen gouache.

Salah satu lukisan tersebut dijual dalam sebuah lelang pada 2010 dan dibeli oleh Museum Seni Islam di Qatar. Ia dibawa ke Inggris oleh Kolonel John William Freese, yang bertugas di Srirangapatnam setelah Tipu kalah. Keluarga Freese mewariskannya turun-temurun sebelum menjualnya pada 1978 kepada seorang kolektor pribadi, yang kemudian menjualnya pada 2010.

Asal-mula lukisan kedua, yang sekarang dilelang Sotheby's, tidak begitu jelas. Mengingat kesamaannya dengan lukisan yang didapatkan Freese, ia diasumsikan juga telah dibawa ke Inggris oleh seorang pejabat.

Ia pertama kali muncul dalam lelang pada awal tahun 90-an, kata Benedict Carter dari Sotheby's kepada BBC. "Tapi kami tidak tahu apa yang terjadi padanya dalam 100 tahun sebelum itu."

Ia hanya pernah dipamerkan sebentar, pada 1990 dan 1999, sehingga "kondisinya masih sangat bagus", kata Carter.

Baca juga:

Lukisan itu menggambarkan - secara jelas dan mendetail - apa yang terjadi pada pagi hari tanggal 7 September 1780.

Tipu menyergap pasukan Kompeni yang dipimpin oleh Kolonel William Bailie di dekat sebuah desa bernama Pollilur tidak jauh dari Madras (sekarang Chennai), salah satu pos perdagangan utama Inggris pada saat itu. Saat Haider Ali tiba dengan bala bantuan, "pertempuran kurang-lebih sudah dimenangkan", kata Dalrymple.

Lukisan sepanjang hampir 10 meter itu, yang membentang di 10 lembar kertas, menunjukkan Tipu duduk di atas seekor gajah sambil mengawasi pasukannya. Di ujung lain lukisan itu, kavalerinya menyerang pasukan Kompeni di kedua sisi saat mereka membentuk formasi segi empat di sekitar Bailie yang berada di dalam tandu.

Ia bahkan menunjukkan sebuah gerobak amunisi yang meledak - salah satu momen dalam pertempuran, tulis Dalrymple dalam sebuah esai yang menyertai pelelangan - yang dicatat oleh adik laki-laki Bailie, John:

"Dua gerobak amunisi diserang dan keduanya meledak secara bersamaan, menciptakan 'bukaan besar di kedua garis pertempuran', yang dimanfaatkan oleh Kavaleri. Mereka diikuti oleh tentara Gajah, yang merampungkan kekalahan kami."

"Sungguh strategi yang menakjubkan, yang belum pernah dilakukan," kata Dalrymple kepada BBC.

Dia percaya itulah sebabnya, meskipun mereka yang kalah, perwira Inggris seperti Kol. Freese memerintahkan pembuatan lukisan itu - karena mural di Srirangapatam sama, bahkan lebih, memesona.

Teori lainnya ialah bahwa dua lukisan itu dibuat sebagai gambar persiapan ketika Kompeni merestorasi fresko di Srirangapatnam di bawah perintah Arthur Wellesley, calon Duke of Wellington.

Tipu sendiri telah memerintahkan mural itu ditutup dengan cat putih setelah kalah dalam pertempuran-pertempuran berikutnya melawan Kompeni - gambar-gambar itu "sangat berdarah", kata Dalrymple, dan menutupinya mungkin merupakan isyarat perdamaian.

Meskipun akhirnya kalah, Tipu dihormati oleh Inggris karena kecerdasan militernya dan "cara dia mati dengan gagah dalam pertempuran", menurut Dalrymple.

Jadi tidak begitu mengejutkan bagi para sejarawan bila Inggris memutuskan untuk menyimpan bukti Pertempuran Pollilur.

Lukisan ini menjadi penting karena pentingnya pertempuran tersebut, kata Dalrymple. Tipu adalah "[lawan] yang paling ditakuti oleh Inggris", satu-satunya penguasa India pada saat itu yang tidak pernah bersekutu dengan mereka.

Tentara Tipu juga memiliki senjata yang lebih baik, artileri yang lebih baik, dan kavalerinya lebih siap dalam hal inovasi teknologi dan taktik, katanya. Mereka mampu menembakkan roket dari atas unta, misalnya, dan ini adalah teknik, yang, belakangan, mengilhami Inggris untuk menciptakan sistem roket mereka sendiri.

Baru menjelang akhir abad ke-18 - setelah inovasi militer di Eropa - Kompeni menjadi unggul dalam medan peperangan di India.

Sekarang, saat warisan Tipu sebagai raja Muslim dievaluasi dalam masyarakat India yang semakin intoleran terhadap Islam, Pertempuran Pollilur adalah pengingat akan perlawanan hebatnya terhadap penaklukan Inggris.

Saking hebatnya sehingga ketika dia akhirnya tewas, pihak pemenang membawa tenda perangnya ke Inggris, dan itu masih di sana sampai hari ini - sebuah kenang-kenangan dari kekalahan sang "Macan Mysore".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Aksi, Komite Pemuda Anti Korupsi Desak BPK Audit Dugaan Kredit Macet Kalla Group

Gelar Aksi, Komite Pemuda Anti Korupsi Desak BPK Audit Dugaan Kredit Macet Kalla Group

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:55 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:12 WIB

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu

Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:00 WIB

Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:15 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

Terkini

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:36 WIB

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:18 WIB

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:02 WIB