Jalan dengan Mayat-mayat Bergelatakan dan Tank-tank Terbakar di Bucha

Siswanto, BBC

Rabu, 06 April 2022 | 14:29 WIB
Jalan dengan Mayat-mayat Bergelatakan dan Tank-tank Terbakar di Bucha
BBC

Suara.com - Apa yang terjadi di daerah pinggiran, kota Bucha menjadi salah satu tanda kandasnya harapan Rusia untuk mengepung dan memasuki ibu kota Kyiv dan menggulingkan Presiden Volodymyr Zelensky.

Momentum ini terjadi dua atau tiga hari setelah pasukan Rusia masuk ke Ukraina pada 24 Februari. Saat itu pasukan Ukraina menghancurkan tank-tank Rusia dan kendaraan lapis baja yang bergerak masuk ke Bucha dalam perjalanan menuju ke Kyiv.

Konvoi itu dihancurkan dalam salah satu dari banyak perlawanan pasukan Ukraina yang mencoba menghentikan gerak laju pasukan Rusia.

Tim BBC berhasil masuk ke Bucha pada Jumat lalu (01/04), setelah pasukan terakhir Rusia ditarik, dan Kremlin memusatkan pada perang di timur Ukraina.

Moskow mengatakan - tanpa bukti - bahwa perang di Ukraina tengah telah selesai dan misi itu tidak termasuk menguasai Kyiv.

Perlawanan kuat Ukraina

Faktanya adalah perlawanan Ukraina yang terorganisir ketat berhasil menghalau langkah pasukan Rusia menuju ibu kota. Bukti di lapangan termasuk tank-tank Rusia yang hancur dan terbakar di jalan-jalan di daerah luar kota itu.

Dua atau tiga minggu setelah invasi, Rusia kehilangan momentum. Buktinya dapat terlihat di jalan-jalan di kota Bucha.

Pasukan elit dari angkatan udara Rusia menyerbu kota itu dengan kendaraan lapis baja yang diangkut dengan pesawat. Mereka datang dari bandara Hosomel, beberapa kilometer dari Bucha, yang sebelumnya telah diserang dan dikuasai oleh pasukan para Rusia yang menyerbu pada hari pertama invasi.

Saat itu pun, mereka menghadapi perlawanan keras dari pasukan Ukraina.

baca juga

Baca juga:

Menyerang konvoi Ukraina

Ketika kendaraan lapis baja itu masuk ke Bucha dalam perjalanan menuju Kyiv, mereka menghadapi fakta di lapangan yang mengejutkan.

Jalan di kota itu sempit dan lurus, tempat yang mudah untuk diserang. Para saksi mata mengatakan pasukan Ukraina menyerang konvoi itu dengan serangan drone Bayraktar dari Turki. Saksi mata lain mengatakan tenaga sukarela Ukraina juga berada di kawasan itu.

Apapun yang dilakukan pasukan Rusia, kendaraan yang berada di garis depan dan dibelakang diserang. Puing-puing yang ada di lapangan belum disentuh. Selongsong meriam sebesar 30mm tergeletak di rumput dan banyak senjata lain yang berserakan.

Anak muda yang masuk dalam wajib militer menyelamatkan diri dan meminta penduduk setempat agar tidak diserahkan kepada pasukan pertahanan teritorial.

Mayat di jalan-jalan

Seorang kakek berusia sekitar 70 yang biasa dipanggil "paman Hrysha" mengatakan, "Saya kasihan dengan mereka. Mereka sangat muda berusia sekitar 18-20 tahun."

Setidaknya 20 mayat pria tergeletak di jalan ketika pasukan Ukraina memasuki kota itu. Sebagian dari mereka dengan tangan diikat ke belakang. Wali kota Bucha mengatakan mereka memakamkan 280 orang di pemakaman massal.

Sejumlah warga sipil yang masih bertahan di kota itu ketika Rusia menyerang. Mereka membuat perapian dari kayu di luar apartemen mereka, masak di luar karena gas dan listrik serta air terputus.

Para sukarelawan membawa pasokan dari Lviv di Ukraina barat dan dari negara-negara tetangga serta negara lain yang cukup jauh.

"Ini adalah roti pertama yang saya makan dalam 38 hari," kata seorang perempuan bernama Maria, membawa kantung plastik berisi roti. Anaknya Larysa menunjukkan saya bangunan partemen yang dibangun pada zaman Soviet.

Banyak warga yang meninggalkan kota itu mengunci apartemen mereka dengan gerendel besi. Namun pasukan Rusia menerobos dengan menghancurkan tembok dan gerendel pintu.

Kebanggaan nasional yang hancur

Tak jauh dari Bucha, jejak kerusakan juga terlihat di bandara Hostomel. Pasukan Rusia mencoba menggunakan bandara itu sebagai pangkalan menuju Kyiv.

Di bandara itu, pesawat pengangkut dihancurkan. Atap hanggar yang sangat besar berlubang karena hantaman meriam. Pesawat yang dinamakan mimpi (Mriya dalam bahasa Ukraina) terlihat hancur.

Pesawat itu adalah kebanggaan nasional Ukraina karena merupakan bukti kemampuan Ukraina dalam membuat proyek-proyek besar.

Reaksi dunia

Dengan penarikan pasukan Rusia di sejumlah tempat, foto-foto mayat-mayat warga sipil di Bucha dan tempat lain di dekat Kyiv menjadi salah satu dampak serangan Rusia yang paling mengejutkan.

Jerman mengecam dan menyebut sebagai "kejahatan perang keji". Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyebut foto-foto itu "tak tertahankan." Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebutnya "serangan mengerikan" dan bukti "kejahatan perang."

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, menggambarkan mayat-mayat di jalanan sebagai sesuatu yang menimbulkan kemarahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Minyak Rusia Kembali Masuk, Bahlil Pastikan Stok Energi Tetap Aman

Minyak Rusia Kembali Masuk, Bahlil Pastikan Stok Energi Tetap Aman

Video | Minggu, 13 September 2026 | 14:30 WIB

Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Rusia Tahap 2 Sudah Jalan, Demi Amankan Energi Nasional!

Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Rusia Tahap 2 Sudah Jalan, Demi Amankan Energi Nasional!

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 11:30 WIB

Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan

Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:03 WIB

Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI

Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:15 WIB

Seskab Teddy Disorot Usai Main Pulpen di Depan Putin, Dino Patti Djalal Beri Dukungan

Seskab Teddy Disorot Usai Main Pulpen di Depan Putin, Dino Patti Djalal Beri Dukungan

Video | Kamis, 10 September 2026 | 16:26 WIB

Volodymyr Zelensky Hampir Terbunuh Drone Rusia

Volodymyr Zelensky Hampir Terbunuh Drone Rusia

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:09 WIB

WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia: Modus, Jalur Rekrutmen hingga Risikonya

WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia: Modus, Jalur Rekrutmen hingga Risikonya

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:14 WIB

Prabowo "Kantongi" Nuklir Sepulang dari Rusia, Putin: Indonesia Partner Penting

Prabowo "Kantongi" Nuklir Sepulang dari Rusia, Putin: Indonesia Partner Penting

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:50 WIB

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:09 WIB

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:05 WIB

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 20:03 WIB

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:00 WIB

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:57 WIB

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:56 WIB

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:53 WIB

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:52 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

×