Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

M Nurhadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
Kebakaran kilang minyak di fasilitas Aramco akibat ketegangan di Timur Tengah buntut perang AS-Iran-Israel, digambarkan melalui ilustrasi [Suara.com/Hdi]
baca 10 detik
  • Sejak awal Maret, gangguan pasokan parah di Timur Tengah akibat konflik Iran membuat harga minyak global tetap tertahan di bawah $90 per barel.
  • Arab Saudi dan UEA berhasil mengalihkan rute ekspor minyak mereka, sementara pasar berjangka sempat meyakini kapasitas adaptasi tersebut mampu mencegah krisis.
  • Saat ini cadangan minyak strategis Amerika Serikat menyusut drastis dan kelangkaan bahan bakar global mulai terjadi akibat permintaan melampaui pasokan.

Suara.com - Sejak awal Maret tahun ini, pergerakan harga minyak mentah global telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan analis ekonomi.

Banyak pihak merasa kebingungan melihat harga di pasar berjangka (futures) yang tidak melonjak tajam, padahal terjadi gangguan pasokan yang sangat parah di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini tampaknya didorong oleh besarnya optimisme dan keyakinan terhadap kemampuan pasar untuk beradaptasi. Namun, muncul sebuah tantangan krusial: adaptasi pasar sejatinya memiliki batas.

Banyak pengamat membandingkan situasi harga dan pasokan minyak saat ini dengan peristiwa pada tahun 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina timur memicu lonjakan harga minyak secara nyata, di mana minyak mentah jenis Brent nyaris menyentuh level $140 per barel.

Kala itu, ketakutan terbesar pasar adalah sanksi negara-negara Barat akan melumpuhkan aliran minyak dari salah satu eksportir terbesar dunia tersebut. Kenyataannya, minyak Rusia, bensin, dan diesel tetap menemukan jalannya untuk mengalir ke luar negeri.

Ketahanan pada 2022 inilah yang menjadi landasan optimisme terhadap krisis minyak Timur Tengah saat ini. Padahal, gangguan yang terjadi di Timur Tengah jauh lebih parah dan nyata.

Selat Hormuz sempat ditutup oleh Iran, infrastruktur minyak menjadi target serangan drone dan rudal, hingga sejumlah negara Teluk terpaksa menutup sumur minyak mereka akibat kurangnya kapasitas penyimpanan. Namun, pasar menganggap mereka tetap berhasil beradaptasi.

Keyakinan bahwa pasar mampu memitigasi krisis semakin kuat ketika sejumlah negara produsen utama melakukan manuver untuk menyelamatkan rantai pasok:

  • Arab Saudi: Berhasil mengalihkan aliran minyak dari Timur ke Barat dengan memanfaatkan pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk mengekspor minyak mentah.
  • Uni Emirat Arab (UEA): Turut melakukan pengalihan rute aliran minyak serupa.
  • Irak: Sedang mempertimbangkan langkah pengalihan rute jika kapasitas infrastruktur mereka telah terbangun.

Adaptasi inilah yang berhasil menahan lonjakan harga di pasar berjangka, ditambah dengan harapan umum akan adanya kesepakatan damai.

baca juga

Kolumnis Reuters, Clyde Russell, menyimpulkan sentimen ini dengan menuliskan bahwa pasar seolah bertaruh para trader minyak mentah dan produk olahan akan mampu memitigasi skenario terburuk dari krisis Iran. 

Sayangnya, margin keuntungan kilang (crack spreads) kini berada di level tertinggi sepanjang masa, mencerminkan kondisi pasar yang semakin ketat.

Beberapa analis bahkan telah memperingatkan sejak musim semi lalu bahwa jika perang meluas melebihi bulan Juni, krisis nyata akan terjadi berupa menipisnya persediaan minyak mentah global dan munculnya kelangkaan bahan bakar.

Prediksi tersebut perlahan menjadi kenyataan, meskipun mungkin lebih lambat dari bayangan banyak orang. Irina Slav dalam analisanya di OilPrice menjelaskan hal ini:

  • Cadangan Global Menyusut: Persediaan minyak global mulai terkuras secara signifikan. Cadangan Minyak Strategis (SPR) milik Amerika Serikat kini mendekati level kritis.
  • Kelangkaan Bahan Bakar: Pasokan bensin, diesel, dan bahan bakar penerbangan (avtur) semakin ketat lantaran permintaan mulai melampaui pasokan.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa gangguan pada ekspor energi Timur Tengah sebenarnya cukup parah dan membutuhkan perhatian lebih dari sekadar mengamati pergerakan pasar berjangka.

Saat ini, harga Brent dan WTI memang masih tertahan di bawah $90 per barel, tetapi hal itu terjadi semata-mata karena AS dan Iran sedang dalam fase jeda serangan di Selat Hormuz, bukan karena adanya upaya perdamaian yang solid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika

Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:43 WIB

Ini Kecanggihan Jet Tempur F-35 yang Mau Dibeli Turki dari AS, Bikin Israel Gemetar

Ini Kecanggihan Jet Tempur F-35 yang Mau Dibeli Turki dari AS, Bikin Israel Gemetar

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:09 WIB

Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS

Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:26 WIB

Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian

Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:00 WIB

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

×