Bucha: Satu Keluarga Kepala Desa Ukraina Ditemukan Setengah Terkubur

Siswanto, BBC

Kamis, 07 April 2022 | 14:28 WIB
Bucha: Satu Keluarga Kepala Desa Ukraina Ditemukan Setengah Terkubur
BBC

Suara.com - Pasukan Rusia membunuh seorang kepala desa, suaminya dan putranya, kata pejabat Ukraina. Peristiwa ini - dan penemuan mayat lima pria berpakaian sipil - menambah bukti kekejaman perang di Ukraina. Wartawan BBC Yogita Limaye mengunjungi dua lokasi tersebut.

Di kota Bucha, tepat di luar Kyiv, kengerian yang terjadi selama pendudukan Rusia akhirnya terungkap.

Di ruang bawah tanah sebuah gedung yang pernah menjadi pusat kegiatan anak-anak, lima mayat tergeletak di lantai - lima pria berpakaian sipil dengan tangan mereka terikat di belakang punggung.

Beberapa ditembak di kepala, yang lain di dada. Mereka belum diidentifikasi, tetapi pejabat Ukraina mengatakan orang-orang itu disandera oleh tentara Rusia dan dieksekusi.

Baca juga:

"Kami mendengar mereka ditembak," kata Vlad, salah satu sukarelawan yang membawa mayat-mayat itu dari ruang bawah tanah.

"Kami juga mendengar ranjau-ranjau meledak di daerah itu. Di sekitar kami ada ranjau. Kami beruntung kami masih hidup."

Vlad mengaku mendengar seorang suami memanggil istrinya yang pergi ke jalan untuk mengambil air, lalu terdengar serangkaian tembakan.

Kemudian dia menemukan suami-istri itu sudah meninggal. "Saya dapat menceritakan banyak hal kepada Anda, tetapi saya tidak mau," katanya. "Saya ingin melupakan semuanya."

baca juga

Tidak jauh dari situ, di desa Motoyzhyn, empat mayat tergeletak di sebuah kuburan dangkal di hutan. Tiga telah diidentifikasi - Olha Sukhenko yang berusia 51 tahun, suaminya Igor dan putranya Oleksander, yang berusia 25 tahun.

Bagaimana mereka dibunuh?

Olha adalah seorang kepala desa. Diyakini bahwa dia dan keluarganya dibunuh karena dicurigai membantu tentara Ukraina, dan ditinggalkan di tepi hutan, setengah terkubur. Tangan Olha dan wajah putranya terlihat di permukaan tanah.

"Penjajah Rusia berada di sini. Mereka menyiksa dan membunuh seluruh keluarga kepala desa," kata Anton Herashchenko kepada Reuters. Dia yang mengenali jenazah Olha beserta suami dan putranya.

"Para penjajah curiga mereka berkolaborasi dengan militer kami, memberi kami lokasi untuk menargetkan artileri kami. Para bajingan itu menyiksa, membantai dan membunuh seluruh keluarga. Mereka akan bertanggung jawab untuk itu."

Seorang reporter Reuters melihat jenazah-jenazah itu di hutan dekat sebuah peternakan, yang telah hancur, di luar desa Motyzhyn.

Di dekatnya terlihat sebuah traktor yang terbakar dan salah satu dari mereka yang terkubur di pasir, kepalanya dalam kondisi diperban.

Wartawan itu juga melihat jenazah seorang pria lainnya di sebuah sumur dekat pertanian yang terbakar. Dia tampaknya dalam keadaan diikat.

Daria Belenitsyna, yang mengaku sebagai pacar Oleksandr Sukhenko, mengatakan kepada Reuters bahwa keluarga tersebut telah ditangkap oleh pasukan Rusia pada 23 Maret.

Dia mengatakan para tentara Rusia awalnya menggeledah rumah pagi itu, menyita mobil dan telepon Oleksandr. Pria yang dikenal sebagai Sasha itu sempat menelepon Belenitsyna.

"Saya mendesak mereka untuk segera pergi. Tapi Sasha berkata, 'tidak apa-apa, jangan khawatir'," katanya.

Para prajurit kembali beberapa jam kemudian, menutup mata Olha Sukhenko dan suaminya, dan membawa mereka pergi, kata Belenitsyna.

Kemudian mereka datang untuk ketiga kalinya, kali ini mengambil Oleksandr, katanya, mengutip saudara perempuannya Lena dan tetangga keluarga itu.

Baca juga:

Dia mengatakan pada awalnya pihak kerabat mengira keluarga Sukhenko mungkin menjadi bagian dari pertukaran tahanan, tetapi kemudian mengetahui bahwa mereka sudah mati.

Ihor, yang tidak memberikan nama keluarganya namun mengaku kerabat keluarga Sukhenko, mengatakan: "Di sana, di dalam lubang, keluarga saya tergeletak. Saya tidak tahu mengapa mereka dibunuh. Mereka adalah orang-orang yang cinta damai dan baik. "

Vadym Tokar, kepala dewan desa Makariv yang bertetangga dengan Motyzhyn, mengatakan mayat-mayat itu ditinggalkan begitu saja di tempat mereka ditemukan.

"Kami tidak bisa langsung mengeluarkan mereka karena ada kecurigaan bahwa ada ranjau," katanya melalui telepon.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi Bucha pada hari Senin (04/04).

"Kami ingin Anda menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi di sini, apa yang dilakukan militer Rusia, apa yang dilakukan Federasi Rusia di Ukraina yang damai. Penting bagi Anda untuk melihat bahwa ini adalah warga sipil," katanya.

Dia mengatakan Ukraina masih siap untuk bernegosiasi dengan Rusia. "Ukraina layak mendapatkan perdamaian," katanya kepada BBC.

"Kami tidak bisa hidup dengan perang. Setiap hari tentara kami berperang, tetapi kami tidak ingin jutaan nyawa hilang. Itulah mengapa kami harus berdialog dengan Rusia."

Di tempat lain di Bucha, ada laporan tentang kuburan massal yang digali untuk menampung jenazah dari kamar mayat yang sudah terlalu penuh.

Gambar dan rekaman video menunjukkan warga sipil yang tewas dengan tangan terikat di belakang. Bukti-bukti terus bertambah setiap jam pada hari Senin atas kekejaman besar di kota yang dulu damai ini.

Wali Kota Anatoliy Fedoruk mengatakan bahwa setidaknya 300 warga sipil telah tewas walau belum ada penghitungan resmi.

Rusia membantah terlibat, mengklaim bahwa bukti visual semuanya telah dipalsukan, tetapi bantahannya itu disambut dengan kemarahan. Tank-tanknya yang rusak dan terbakar terlihat tersebar di suatu jalan panjang menuju Bucha.

Kami kini tahu beberapa peristiwa dari apa yang terjadi di sini, di sebelah barat Kyiv. Tetapi masih banyak kota dan desa di seluruh Ukraina yang masih berada di bawah kendali Rusia.

Dikhawatirkan, apa yang ditemukan di sini akan ditemukan juga di tempat lain, bahwa akan ada lebih banyak mayat di ruang bawah tanah dan kuburan dangkal.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×