Maudy Ayunda Perkenalkan Universal Verifier, Sertifikat Vaksin Covid-19 yang Berlaku Secara Global

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 07 April 2022 | 20:12 WIB
Maudy Ayunda Perkenalkan Universal Verifier, Sertifikat Vaksin Covid-19 yang Berlaku Secara Global
Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda (Bidik layar)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda memperkenalkan Universal Verifier Vaccine Certificate atau verifikasi sertifikat vaksin universal. Portal itu nantinya bisa membaca sertifikat vaksin Covid-19 bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global.

Portal itu dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan diperkenalkan dalam pertemuan 1st Health Working Group atau HWG G20 di Yogyakarta pada akhir Maret. Adapun portal itu menggunakan sistem QR code yang sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Yaitu QR code sesuai dengan standar WHO. Penggunaan QR code ini dinilai sederhana, aman dan bisa menyimpan informasi serta memiliki standar yang sama di seluruh negara," kata Maudy saat menyampaikan keterangan persnya yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/4/2022).

Kebijakan tersebut dikatakan Maudy akan berlaku di seluruh negara yang menjadi anggota G20. Secara bertahap, portal itu bakal dikembangkan ke negara-negara lainnya.

Maudy lantas menerangkan kalau pembuatan Universal Verifier itu berlandaskan dari belum adanya keseragaman standar protokol kesehatan secara global khususnya untuk perjalanan antar negara.

Menurutnya, portal itu menjadi salah satu hal yang penting mengingat Covid-19 yang masih menjadi ancaman dunia termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat masih harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Terutama ketika harus menjalankan perjalanan antar kawasan antar negara, akan menjadi masalah ketika standar kedisplinan menjalani prokes antar kawasan dan antar negara berbeda-beda," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa negara-negara G20 mendukung upaya Indonesia untuk mengeluarkan sistem yang dapat memverifikasi sertifikat vaksin guna memudahkan perjalanan global.

"Kita sebut universal verifier for vaccine certificate. Jadi ada satu portal universal untuk bisa memverifikasi negara-negara yang tergabung dalam verifikasi universal ini," ujar staf ahli bidang teknologi kesehatan Kemenkes, Setiyadi dalam konferensi pers Health Working Group (HWG) G20 bertajuk Harmonizing Global Health Protocol Standards di Yogyakarta, Senin malam (28/3).

Ia mengemukakan portal itu dapat mengidentifikasi pelaku perjalanan, termasuk sudah divaksinasi atau belum.

Sebanyak 19 negara yang tergabung dalam G20 telah melakukan ujicoba penggunaan portal universal itu. Hanya satu negara yang belum uji coba yakni China karena masih dalam proses teknis.

"Kita uji coba, kemudian teknikal untuk dites, sebenarnya tinggal diimplementasikan karena secara testing berhasil. Diharapkan nanti perhelatan G20 di Oktober mendatang sudah bisa," ucapnya.

Sementara itu, Global Health Advisor OECD, Nick Tomlinson mengatakan yang dapat dilakukan negara-negara di dunia adalah meningkatkan interoperabilitas antara sistem internasional yang berbeda.

"Sertifikat vaksin telah diterbitkan dalam format yang berbeda-beda. Adanya kesepakatan tentang cara menghubungkan sertifikat itu akan menjadi langkah baik, berikutnya memastikan sistem yang aman, andal, dan berkelanjutan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Resmi Umumkan Maudy Ayunda Sebagai Tim Jubir Presidensi G20 Indonesia

Pemerintah Resmi Umumkan Maudy Ayunda Sebagai Tim Jubir Presidensi G20 Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 April 2022 | 13:57 WIB

7 Artis Pernah Jadi Ketua OSIS, Multitalenta Banget!

7 Artis Pernah Jadi Ketua OSIS, Multitalenta Banget!

Entertainment | Senin, 04 April 2022 | 06:00 WIB

Bangga Jadi Jubir Presidensi G20, 6 Prestasi Maudy Ayunda yang Mengangumkan

Bangga Jadi Jubir Presidensi G20, 6 Prestasi Maudy Ayunda yang Mengangumkan

Banten | Minggu, 03 April 2022 | 11:05 WIB

Terkini

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 13 April 2026 | 12:34 WIB

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB