Akademisi: China Sangat Senang, Kejatuhan Rusia Berarti Naiknya Beijing

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 08 April 2022 | 10:48 WIB
Akademisi: China Sangat Senang, Kejatuhan Rusia Berarti Naiknya Beijing
BBC

Suara.com - Invasi Rusia di Ukraina terus berlanjut dan mata dunia mengarah ke kerusakan dan kekejian atas dugaan yang dilakukan tentara Rusia di sana.

Pasukan Rusia menghancurkan banyak kota dan jutaan orang mengungsi dari Ukraina.

Perang ini adalah yang paling parah dan berbahaya di Eropa sejak Perang Dunia II.

Bagaimana perang ini akan berakhir? Apakah Putin akan tunduk pada tekanan akibat sanksi Barat? Seberapa mungkin tercapainya penyelesaian dalam perundingan damai?

Dalam wawancara dengan BBC Mundo, akademisi Inggris dan pakar politik, ekonomi dan keamanan Ukraina, Taras Kuzio, menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Pada 2010, Kuzio memprediksi aneksasi Krimea oleh Rusia yang terjadi pada 2014 dan menimbulkan salah satu krisis terparah antara Moskow dan Barat sejak Perang Dingin.

Beberapa minggu sebelum invasi Rusia atas Ukraina, ia menerbitkan buku berjudul "Nasionalisme Rusia dan Perang Rusia Ukraina", dengan penjelasan mendalam tentang krisis kedua negara dan dugaan obsesi Putin atas Kyiv.

Seberapa mengejutkan invasi Rusia atas Ukraina bagi Anda?

Saya selalu kritis terhadap akademisi Barat dan pakar Rusia karena mereka tidak begitu mengindahkan adanya nasionalisme di Rusia di bawah Putin.

Dan itu tidak benar. Putin sangat obsesif terhadap Ukraina paling tidak sejak pertengahan tahun 2000.

Ketika menjadi presiden pada 2012, ia percaya akan tercatat dalam sejarah sebagai penguasa Rusia, termasuk Ukraina dan Belarusia. Nasionalisme di Rusia tergambar dalam nasionalisme sebelum tsar Soviet yang tidak mengakui eksistensi Ukraina.

Baca juga:

Putin telah lama menyatakan bahwa bagian selatan dan timur Ukraina secara salah dicantumkan Lenin dalam Ukraina Soviet saat menjadi bagian dari Uni Soviet. Ia cukup kritis terhadap langkah Lenin itu.

Jadi apakah karena itu Putin menyerbu Ukraina?

Invasi itu merupakan produk evolusi Putin sebagai nasionalis Rusia dan orang yang tak mau mengakui keberadaan Ukraina.

Bagi Putin dan Kremlin, anggota Nazi adalah siapapun orang Ukraina yang mendukung orientasi Barat. Bukan ekstrem kanan, tapi orang Ukraina manapun yang mendukung Barat.

Apa maksud Putin dengan tujuan membungkam nazi Ukraina?

Maksud Putin adalah identitas yang berkembang di Ukraina dalam lebih 30 tahun terakhir yaitu pro-Barat. Ia ingin mengganti dengan identitas liberal Rusia, seperti halnya Belarusia, negara yang dijalankan oleh diktator pro-Rusia yang mendukung mitos sejarah yang dipegang Putin, yaitu sikap anti-Barat.

Putin beranggapan rakyat Rusia akan menyambutnya karena baginya, mereka ditekan oleh para Nazi, yang didukung Amerika. Putin merasa ia harus membebaskan orang-orang yang dianggapnya orang Rusia dari kolonialis Amerika dan Nazi. Aneh memang, tapi itulah yang ia yakini.

Apa kesalahan Putin menurut Anda?

Satu kesalahan besar adalah tentang Barat. Ia percaya Barat tetap stagnan dan terpecah. Dan ia salah perhitungan. Di Kremlin, mereka percaya bahwa sanksi yang diterapkan pada Rusia akan lemah seperti pada 2014 saat Rusia menguasai Krimea.

Salah perhitungan lain adalah tentang orang Ukraina yang tidak mau menjadi orang liberal Rusia. Mereka orang Ukraina.

China sangat senang. Kejatuhan Rusia berarti naiknya China. Mereka sama-sama menentang Barat namun perbedaanya adalah China adalah kekuatan yang tengah naik dan Rusia tengah menurun. Perbedaan lain adalah China memiliki militer sangat kuat sementara Rusia tidak.

Rusia seharusnya bisa menjadi kekuatan militer besar. Namun sekarang orang bertanya-tanya mengapa Rusia belum mampu mengalahkan Ukraina.

Jadi pada akhirnya perang ini akan memunculkan China sebagai kekuatan anti-Barat baru karena Rusia akan terlihat sebagai negara yang tengah menurun pamornya.

Namun mengapa China tidak menerapkan sanksi terhadap Rusia?

Bukan hanya China. Israel dan Turki juga belum menerapkan sanksi. China akan terus menyalahkan Amerika Serikat dan NATO terkait perang Ukraina karena China selalu anti-AS dan anti-NATO.

Tiga tahun lalu, aliansi Rusia dan China menentang Barat. Kini, perang Ukraina memastikan bahwa Rusia adalah mitra junior China.

Putin salah perhitungan dalam semua hal. Ia menduga China akan membantunya, dan saya rasa Beijing tak akan melakukan hal itu

Apakah Putin marah atas apa yang terjadi sejauh ini?

Tentu saja karena rencana awal adalah operasi militer itu diperkirakan mudah. Diperkirakan maksimum dua hari mereka sudah menguasai Ukraina dan mengusir apa yang mereka anggap Nazi beserta sponsor Amerika mereka.

Putin tak pernah menganggap Zelensky karena ia adalah komedian. Ia bukan politisi sejati. Putin mengira ia akan lari dari Kyiv dan mereka akan memasang Alexander Lukashenko yang pro-Rusia sebagai presiden. Rencana itu gagal total.

Seberapa besar harapan untuk perundingan damai?

Kita harus selalu memperhitungkan bahwa ada pihak-pihak yang berbohong di Moskow. Kita tak bisa percaya apapun yang mereka katakan. Mereka berbohong dalam delapan tahun terakhir bahwa tidak ada militer Rusia di Ukraina.

Kedua, Barat hanya setuju mencabut sanksi bila Ukraina sepakat dengan kesepakatan damai.

Dan salah satu permintaan besar adalah Rusia menarik pasukannya ke posisi yang sama sebelum invasi. Itu akan menjadi masalah besar bagi Putin.

Saya rasa Zelensky akan mencoba meraih perjanjian damai karena langkah itu penting untuk mencegah warga sipil terbunuh. Namun saya rasa semua pihak tidak akan percaya dengan Rusia begitu saja. Itulah masalahnya.

Apa dampak perang ini?

Perang ini adalah perceraian total antara Rusia dan Ukraina, 100% orang Ukraina akan membenci Rusia selama 20, 30 atau 40 tahun ke depan. Tidak akan ada partai pro-Rusia, agama pro-Rusia.

Perang juga akan menciptakan ketidakpercayaan di antara semua tetangga terhadap Rusia karena Putin telah melangkah terlalu jauh, menghancurkan desa-desa dan membunuh orang sipil. Seperempat penduduk Ukraina telah mengungsi. Perang juga membuat tentara dan para politisi sangat marah.

Bagaimana akhir perang Ukraina-Rusia?

Zelensky bukanlah nasionalis buta. Ia adalah orang yang mau berkompromi. Rusia akan selalu menuntut Ukraina menyerah, bukan berkompromi. Namun mungkin sekarang karena kondisi perang seperti ini, Rusia tidak lagi menuntut Ukraina menyerah dan menerima untuk berkompromi.

Komitmennya adalah termasuk netralitas Ukraina atau penarikan Rusia dari kawasan yang diduduki selama invasi.

Namun Rusia tidak punya banyak waktu. Sanksi akan menyebabkan perekonomian kolaps dan semakin lama akan menunjukkan kemampuan Rusia akan terus menurun.

Dampak perang, seperti hancurnya peralatan militer dan kematian tentara juga akan berdampak besar.

Posisi Putin akan semakin tidak stabil seiring berjalannya waktu. Sebelum invasi, saya percaya Putin akan menjadi presiden seumur hidup. Namun sekarang tidak akan lagi. Posisinya menjadi tidak begitu terjamin lagi karena banyak pihak yang kecewa.

Bagi kelompok nasionalis, apa yang terjadi pada pasukan Rusia adalah sesuatu yang memalukan.


Apakah Anda sudah berlangganan saluran YouTube BBC News Indonesia?

https://www.youtube.com/watch?v=QxSmO0IkkIY

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Negara Ukraina Mengutuk Kekerasan Seksual 'Sistematis' oleh Pasukan Rusia

Ibu Negara Ukraina Mengutuk Kekerasan Seksual 'Sistematis' oleh Pasukan Rusia

News | Selasa, 29 November 2022 | 11:02 WIB

Pasukan Ukraina Kembali Kuasai Kota Kherson usai Militer Rusia Mundur

Pasukan Ukraina Kembali Kuasai Kota Kherson usai Militer Rusia Mundur

News | Sabtu, 12 November 2022 | 13:15 WIB

'Jebakan': Ukraina Curiga Penarikan Pasukan Rusia dari Kherson Hanya Akal-akalan

'Jebakan': Ukraina Curiga Penarikan Pasukan Rusia dari Kherson Hanya Akal-akalan

News | Jum'at, 11 November 2022 | 13:10 WIB

20 Anggota ISIS Tewas dalam Operasi Khusus Pasukan Rusia

20 Anggota ISIS Tewas dalam Operasi Khusus Pasukan Rusia

News | Senin, 17 Oktober 2022 | 11:05 WIB

Dorr...Dorr! Kamp Latihan Militer Pasukan Rusia Yang Akan Dikirim Ke Ukraina Diserang, 11 Orang Tewas

Dorr...Dorr! Kamp Latihan Militer Pasukan Rusia Yang Akan Dikirim Ke Ukraina Diserang, 11 Orang Tewas

News | Minggu, 16 Oktober 2022 | 11:05 WIB

Badan Intelijen Inggris Klaim Rusia Salah Perhitungan dan Kini dalam Keadaan Terdesak

Badan Intelijen Inggris Klaim Rusia Salah Perhitungan dan Kini dalam Keadaan Terdesak

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:08 WIB

Kegembiraan Warga Desa-desa yang Baru Dibebaskan dari Pasukan Rusia

Kegembiraan Warga Desa-desa yang Baru Dibebaskan dari Pasukan Rusia

News | Selasa, 13 September 2022 | 16:02 WIB

Pasukan Rusia Mundur dan Serangan Balik Militer Ukraina dalam Gambar

Pasukan Rusia Mundur dan Serangan Balik Militer Ukraina dalam Gambar

News | Senin, 12 September 2022 | 17:06 WIB

Berhasil Rebut Luhansk, Wilayah Donetsk Kini Jadi Target Utama Pasukan Rusia

Berhasil Rebut Luhansk, Wilayah Donetsk Kini Jadi Target Utama Pasukan Rusia

News | Rabu, 06 Juli 2022 | 11:17 WIB

Mengkhawatirkan, Senjata Nuklir di Dunia Makin Bertambah, Rusia Terbanyak Kalahkan AS

Mengkhawatirkan, Senjata Nuklir di Dunia Makin Bertambah, Rusia Terbanyak Kalahkan AS

News | Senin, 13 Juni 2022 | 09:06 WIB

Terkini

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:31 WIB

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:11 WIB

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB