Serangan Rusia ke Ukraina Timbulkan Ancaman terhadap Masyarakat Adat Brasil

Siswanto, BBC

Senin, 18 April 2022 | 13:56 WIB
Serangan Rusia ke Ukraina Timbulkan Ancaman terhadap Masyarakat Adat Brasil
BBC

Suara.com - Maurcio Ye'kwana sedang mengkhawatirkan masa depannya. Dia berasal dari komunitas Auaris di Brasil utara, dekat perbatasan dengan Venezuela.

Daerah itu merupakan bagian dari Wilayah Adat Yanomami yang kaya akan emas, berlian, dan mineral. Namun, kawasan itu terancam oleh penambang ilegal. Secara keseluruhan, diperkirakan ada 20.000 penambang ilegal di tanah tersebut.

"Dalam beberapa tahun terakhir, penambangan ilegal semakin memburuk," kata Maurcio.

Menurutnya, jumlah pesawat, helikopter, dan kapal yang terkait dengan penambangan ilegal semakin banyak selama pandemi.

Maurcio baru berusia 35 tahun, tetapi generasi yang lebih muda justru membuatnya khawatir karena para pemuda kian terpikat pekerjaan ilegal.

"Para pemuda adalah nahkoda perahu terbaik," katanya. Mereka bisa mendapatkan sebanyak 10.000 reais Brasil (Rp30,7 juta) untuk satu kali perjalanan.

Maurcio datang ke Ibu Kota Brasil, Brasilia, untuk ambil bagian dalam Free Land Camp--sebuah acara tahunan yang menyatukan masyarakat adat Brasil yang ingin mempertahankan hak atas tanah mereka.

Baca juga:

Di jalan utama Kota Brasilia yang mengarah ke gedung Kongres dan Istana Presiden, komunitas masyarakat adat dari seantero Brasil mendirikan ratusan tenda.

baca juga

Banyak dari mereka mengenakan hiasan kepala berbulu, perhiasan manik-manik, dan memiliki tato geometris yang mengidentifikasi suku mereka.

Tahun ini, acara tersebut memiliki makna yang lebih besar.

Presiden Jair Bolsonaro memiliki misi mendorong pembangunan ekonomi di Amazon. Dalam upaya terakhirnya untuk menerobos wilayah masyarakat adat, ia menyebut-nyebut perang di Ukraina.

Brasil sangat bergantung pada pupuk impor untuk industri agribisnisnya. Lebih dari 90% pupuknya berasal dari luar negeri, dan Rusia adalah mitra terpentingnya.

"Ini kesempatan bagus buat kita," kata Bolsonaro tentang invasi Rusia ke Ukraina. Dia berpendapat bahwa dengan menambang di wilayah adat, Brasil bisa menumpuk lebih banyak cadangan kaliumnya sendiri.

Ini adalah argumen yang dipertanyakan oleh beberapa ahli.

"Hanya 11% dari cadangan kalium berada di dalam tanah adat. Lagipula negara bagian lain seperti So Paulo dan Minas juga memiliki cadangan kalium," kata politisi Joenia Wapichana, perempuan pribumi pertama yang memilih menjadi anggota Kongres pada 2018.

"Ini adalah narasi palsu yang mencoba membingungkan para penduduk asli Brasil, membuat mereka percaya bahwa hal itu penting, bahwa orang-orang tidak akan memiliki makanan di meja mereka."

Kesempatan yang dimaksud Bolsornaro juga tidak akan terwujud dalam jangka pendek.

"Dari perspektif teknologi dan lingkungan, lisensi dan infrastruktur - semuanya membutuhkan waktu. Untuk dapat menawarkan produk ini ke pasar Brasil mungkin akan memakan waktu tujuh hingga 10 tahun," kata Suzi Huff, Profesor Geologi di University of Brasilia.

"Kita berbicara tentang area yang sangat sensitif, area yang perlu perawatan. Salah jika mengatakan bahwa itu akan menyelesaikan masalah Brasil."

Rancangan undang-undang (RUU) mengenai hal tersebut sudah dibuat sejak 2020. Namun, bulan lalu, majelis rendah memilih untuk mempertimbangkannya di bawah ketentuan darurat, menghilangkan debat komite.

"Ini jelas-jelas merupakan pemerasan," kata Prof Huff. "Bolsonaro melihat peluang untuk melanjutkan proyek yang memungkinkan eksplorasi mineral, termasuk di tanah adat, dan menggunakan kelangkaan pupuk di Brasil untuk melanjutkan proyek ini."

RUU itu diharapkan akan diputuskan di majelis rendah minggu ini, tetapi itu tidak terjadi - dan sedikit yang percaya bahwa pada tahun pemilihan ini, itu akan terjadi.

Bahkan para pemain besar di industri tidak setuju dengan RUU itu. Institut Pertambangan Brasil bulan lalu mengatakan RUU itu "tidak sesuai untuk tujuan yang dimaksudkan", dan menyerukan perdebatan yang lebih luas.

Meski para pemimpin adat lega karena pemungutan suara oleh majelis rendah ditunda, hal itu masih menjadi tantangan di lapangan.

"Wacana politik yang berapi-api, mendorong invasi di tanah adat," kata Joenia Wapichana. "Fakta bahwa Bolsonaro mengatakan dia mendukung pertambangan, bahwa dia akan mengatur pertambangan di tanah adat, itu sudah mengekspos masyarakat adat dan membuat mereka lebih rentan."

Wacana tersebut, tentu saja, sangat politis. Apalagi pemilihan umum sudah semakin dekat. Pada Selasa, mantan presiden Lula da Silva - yang unggul dalam survei untuk memenangkan pemilu pada Oktober - melakukan kunjungan ke kamp tersebut.

"Hari ini tajuk utamanya adalah tentang pemerintah yang tidak segan-segan jika menyinggung dan menyerang masyarakat adat yang sudah ada di tanah ini," katanya.

Pernyataan itu ditanggapi sorakan "Keluar, Bolsonaro!" - tetapi masih ada enam bulan lagi sampai pemilu. Dan inilah Brasil - banyak yang bisa berubah dalam politik di sini, dan masa depan suku asli Brasil lebih tidak pasti dari sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disahkan Hari Ini, DPR Klaim RUU Ketenagakerjaan Tampung Suara Buruh

Disahkan Hari Ini, DPR Klaim RUU Ketenagakerjaan Tampung Suara Buruh

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:51 WIB

RUU Pemilu Mulai Dibahas, 10 Isu Strategis Bakal Jadi Arena Bentrok Kepentingan Partai

RUU Pemilu Mulai Dibahas, 10 Isu Strategis Bakal Jadi Arena Bentrok Kepentingan Partai

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:42 WIB

John Herdman Ungkap Alasan 4 Bek Jadi Algojo Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan 4 Bek Jadi Algojo Penalti Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Ogah Cari-cari Alasan Usai Kalah, Pelatih Thailand: Selamat Timnas Indonesia

Ogah Cari-cari Alasan Usai Kalah, Pelatih Thailand: Selamat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Hari Ini RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Jadi Inisiatif DPR

Hari Ini RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Jadi Inisiatif DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kulit Sensitif Lebih Bagus Pakai Toner atau Serum Eksfoliasi? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Kulit Sensitif Lebih Bagus Pakai Toner atau Serum Eksfoliasi? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komisi III Sudah 62 Kali Serap Aspirasi Publik

Update RUU Perampasan Aset, Komisi III Sudah 62 Kali Serap Aspirasi Publik

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Saudara Saya Meninggal Dunia

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Saudara Saya Meninggal Dunia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Koperasi Desa Merah Putih: Mau Jadi Apa Sebenarnya?

Koperasi Desa Merah Putih: Mau Jadi Apa Sebenarnya?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Disahkan Hari Ini, DPR Klaim RUU Ketenagakerjaan Tampung Suara Buruh

Disahkan Hari Ini, DPR Klaim RUU Ketenagakerjaan Tampung Suara Buruh

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:51 WIB

RUU Pemilu Mulai Dibahas, 10 Isu Strategis Bakal Jadi Arena Bentrok Kepentingan Partai

RUU Pemilu Mulai Dibahas, 10 Isu Strategis Bakal Jadi Arena Bentrok Kepentingan Partai

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:42 WIB

John Herdman Ungkap Alasan 4 Bek Jadi Algojo Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan 4 Bek Jadi Algojo Penalti Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Kulit Sensitif Lebih Bagus Pakai Toner atau Serum Eksfoliasi? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Kulit Sensitif Lebih Bagus Pakai Toner atau Serum Eksfoliasi? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Cerita Mencekam Saksi Mata Selamat dari Ledakan Ruko di Pakuwon City: Lihat Karyawan Terbakar

Cerita Mencekam Saksi Mata Selamat dari Ledakan Ruko di Pakuwon City: Lihat Karyawan Terbakar

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Ogah Cari-cari Alasan Usai Kalah, Pelatih Thailand: Selamat Timnas Indonesia

Ogah Cari-cari Alasan Usai Kalah, Pelatih Thailand: Selamat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Hari Ini RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Jadi Inisiatif DPR

Hari Ini RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Jadi Inisiatif DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Review Novel Potrait: Ketika Pernikahan Menjadi Luka Baru

Review Novel Potrait: Ketika Pernikahan Menjadi Luka Baru

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Belajar Tidak Menilai Seseorang dari Ekspresinya Lewat Buku Frog Face

Belajar Tidak Menilai Seseorang dari Ekspresinya Lewat Buku Frog Face

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komisi III Sudah 62 Kali Serap Aspirasi Publik

Update RUU Perampasan Aset, Komisi III Sudah 62 Kali Serap Aspirasi Publik

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×