IMF: Krisis Ekonomi Imbas Invasi Rusia Sebabkan Perlambatan Ekonomi Global

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 20 April 2022 | 15:52 WIB
IMF: Krisis Ekonomi Imbas Invasi Rusia Sebabkan Perlambatan Ekonomi Global
DW

Suara.com - Efek negatif ekonomi akibat invasi Rusia ke Ukraina akan secara signifikan merugikan pertumbuhan global, kata IMF. Meningkatnya harga pangan dan bahan bakar memicu kemungkinan terjadinya kerusuhan di negara miskin.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan krisis ekonomi yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina akan menyebabkan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan global pada tahun 2022. Pernyataan tersebut dibuat dalam ringkasan laporan terbaru World Economic Outlook yang dirilis pada hari Selasa (19/04).

Ekonomi global saat ini diperkirakan tumbuh 3,6% pada 2022 dan 2023, atau menyusut 0,8% dari perkiraan Januari lalu. IMF memperkirakan Rusia dan Ukraina akan mengalami kontraksi tajam tahun ini, yang juga berdampak pada lonjakan harga komoditas negara-negara di seluruh dunia.

Laporan tersebut menunjukkan ekonomi Ukraina menyusut 35%, sementara PDB Rusia akan terkontraksi 8,5%.

"Dampak perang akan menyebar jauh dan luas, menambah tekanan harga, dan memperburuk tantangan kebijakan yang signifikan," tulis Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam sebuah posting blog, Selasa (19/04).

Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa diproyeksikan melambat dan turun 1,1 poin dibandingkan Januari tahun ini. "Karena mereka adalah importir energi bersih, harga global yang lebih tinggi mewakili kejutan nilai tukar negatif bagi sebagian besar negara Eropa, yang berarti output yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi," kata IMF.

Lonjakan harga dan kerawanan pangan Revisi laporan IMF muncul setelah penurunan proyeksi ekonomi serupa oleh Bank Dunia pada pekan lalu, berkaca dari perang di Ukraina, kekhawatiran inflasi, dan lockdown pandemi COVID-19 di Cina.

Perang telah memperburuk masalah inflasi dan dampaknya terjadi lonjakan harga di negara seluruh dunia, terutama untuk makanan dan energi.

"Untuk tahun 2022, inflasi pada negara maju diproyeksikan sebesar 5,7% dan 8,7% pada negara berkembang," kata IMF, seraya menambahkan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap tinggi lebih lama dari sebelumnya.

baca juga

Inflasi yang tinggi dan persisten dapat mendorong bank sentral utama seperti Federal Reserve Amerika Serikat untuk mengambil tindakan yang lebih agresif demi memastikan stabilitas harga. Hal itu, pada gilirannya, kemungkinan akan meningkatkan biaya pinjaman di seluruh dunia, menghambat upaya pemulihan ekonomi, terutama di negara-negara berkembang yang berhutang.

Pandemi COVID-19 di Cina dan terhambatnya rantai pasokan Konflik Ukraina juga "menambah tekanan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi," kata IMF. "Selain itu, lockdown baru-baru ini di pusat manufaktur dan perdagangan utama di Cina kemungkinan akan menambah gangguan pasokan di tempat lain."

Pada hari Senin (18/04), Cina melaporkan pertumbuhan PDB 4,8% untuk kuartal pertama, sebuah peningkatan moderat dari ekspansi 4% kuartal sebelumnya. Para ekonom mengatakan data April kemungkinan akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah untuk ekonomi terbesar kedua di dunia itu dibanding tiga bulan pertama tahun ini, karena penguncian COVID-19 yang berlarut-larut. (ha/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Automechanika Jakarta 2026: Bukti Indonesia Siap Jadi Pusat Komponen Otomotif ASEAN

Automechanika Jakarta 2026: Bukti Indonesia Siap Jadi Pusat Komponen Otomotif ASEAN

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:30 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Terkini

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

×