Perang Ukraina: Mengapa Rusia Kehilangan Banyak Tank?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 22 April 2022 | 15:27 WIB
Perang Ukraina: Mengapa Rusia Kehilangan Banyak Tank?
BBC

Suara.com - Rusia diperkirakan telah kehilangan ratusan tank dalam kurun dua bulan setelah menginvasi Ukraina.

Para ahli militer memperkirakan hal itu disebabkan oleh senjata anti-tank canggih yang diberikan negara-negara Barat ke Ukraina dan cara pasukan Rusia yang buruk dalam menggunakan tank-tanknya.

Seberapa besar kehilangan tank Rusia?

Oryx merupakan sebuah blog militer dan intelijen yang menghitung kerugian militer Rusia di Ukraina berdasarkan foto-foto yang dikirim dari zona perang.

Menurut Oryx, Rusia telah kehilangan lebih dari 460 tank dan lebih dari 2.000 kendaraan lapis baja lainnya. Sedangkan Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan Rusia telah kehilangan lebih dari 680 tank.

Sementara itu, menurut Rand Corporation dan IISS, Rusia memiliki sekitar 2.700 tank tempur utama yang menjadi daya serangnya pada awal konflik dimulai.

Baca juga:

Seberapa efektif senjata anti-tank dari Barat?

AS memasok Ukraina dengan lebih dari 2.000 rudal anti-tank Javelin pada awal konflik. Sejak saat itu, AS telah mengirimkan lebih dari 2.000 rudal anti-tank lagi.

Inggris sejauh ini telah mengirim setidaknya 3.600 rudal NLAW.

Menurut pembuatnya, Lockheed Martin, roket Javelin itu dapat meledak di bagian atas tank, area di mana lapisan bajanya paling tipis.

Banyak tank Rusia dilengkapi dengan pelindung reaktif yang menahan dampak tembakan roket.

Namun, Javelin dilengkapi dengan dua hulu ledak. Satu hulu ledak menghancurkan pelindung reaktif, sedangkan yang kedua menembus kerangka tubuh tank.

Begitu pula rudal NLAW yang dipasok Inggris ke Ukraina dirancang untuk meledak ketika melewati bagian atas tank yang relatif terbuka.

"Javelin dan NLAW sangat kuat," kata analis riset perang darat di Royal United Services Institute (RUSI) Nick Reynolds. "Tanpa bantuan senjata yang mematikan itu, situasi di Ukraina akan sangat berbeda."

AS juga memasok Ukraina dengan 100 drone anti-tank Switchblade.

Drone yang dikenal sebagai "kamikaze" itu dapat melayang di atas target dengan jarak bermil-mil dari operator, lalu jatuh di atas tank, dan menghancurkan tank dengan hulu ledak di ujungnya.

Seberapa lemah taktik Rusia?

Saat ini, tentara Rusia beroperasi melalui Grup Taktis Batalyon (BTG) yang merupakan unit tempur mandiri yang terdiri dari tank, infanteri, dan artileri.

Komposisi unit-unit ini bervariasi, namun umumnya terdiri dari mayoritas kendaraan lapis baja dan sedikit pasukan infanteri.

"Rusia memiliki pasukan yang relatif sedikit untuk dikerahkan" kata Phillips O'Brien, seorang profesor studi strategis di Universitas St Andrews, "jadi BTG adalah cara untuk menciptakan unit tempur dengan banyak serangan.

"Mereka dirancang untuk menyerang dengan cepat menggunakan banyak daya tembak. Tetapi perlindungan personelnya minim untuk bisa membalas apabila barisan lapis bajanya diserang," kata dia.

"Komposisi itu membuat tentara Rusia seperti petinju dengan pukulan kanan yang bagus, tetapi memiliki rahang dari kaca."

Profesor O'Brien mengatakan kurangnya patroli udara Rusia membuat pasukan Ukraina merasa mudah untuk mengambil posisi dan menyergap konvoi tank Rusia.

"Rusia tidak mendapat kendali di udara pada awal konflik, sehingga mereka tidak bisa berpatroli di langit dan melihat pergerakan tentara Ukraina," kata dia.

"Itu berarti pasukan Ukraina bisa mengambil posisi tembak yang bagus untuk menyergap dan mereka mampu menciptakan beragam kerusakan dengan cara ini."

Baca juga:

Seberapa besar hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan Rusia?

Menurut angka Oryx, setengah dari tank Rusia yang "hilang" tidak dihancurkan atau dirusak oleh musuh, tetapi ditangkap maupun ditinggalkan begitu saja.

Para ahli menganggap situasi ini terjadi karena persoalan logistik dan ketidakmampuan pasukan Rusia.

"Anda telah melihat gambar tank Rusia yang diseret oleh traktor petani Ukraina," kata O'Brien.

"Beberapa dari tank itu ditinggalkan karena kehabisan bahan bakar. Itu kegagalan logistik. Beberapa terjebak di lumpur musim semi karena komandannya memerintahkan invasi pada waktu yang salah."

"Banyak dari pasukan darat Rusia merupakan wajib militer dan rekrutan, sehingga itu membuat mereka memiliki kekuatan tempur berskala rendah hingga menengah," kata Nick Reynol

"Banyak tank terbengkalai karena cara mengemudi yang buruk. Ada yang jatuh dari jembatan. Yang lainnya terjerembab ke parit sehingga relnya lepas. Kemampuan pasukan untuk menggunakan peralatan militer ini masih kurang."

"Namun sering kali tentara meninggalkan kendaraan mereka lalu melarikan diri. Jadi keinginan untuk berperang juga kurang."

Pemerintah Ukraina bahkan telah mengeluarkan instruksi mengenai bagaimana warga harus menyerahkan kendaraan militer yang ditinggalkan.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa siapa pun yang menemukan "hadiah pertempuran" seperti itu tidak perlu bayar pajak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Tak Mau Kalah dari Anak, Richardo Benito Ayah Jennifer Coppen Prewedding Jelang Pernikahan ke-4

Tak Mau Kalah dari Anak, Richardo Benito Ayah Jennifer Coppen Prewedding Jelang Pernikahan ke-4

Entertainment | Selasa, 07 April 2026 | 21:20 WIB

5 HP Layar Lebar dengan Stylus Pen untuk Desain Grafis, Smartphone Rasa Laptop

5 HP Layar Lebar dengan Stylus Pen untuk Desain Grafis, Smartphone Rasa Laptop

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 20:59 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

7 Rekomendasi Kipas Tangan 'Rasa AC' Praktis Dibawa ke Mana Saja, Anginnya Semriwing

7 Rekomendasi Kipas Tangan 'Rasa AC' Praktis Dibawa ke Mana Saja, Anginnya Semriwing

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 20:51 WIB

Sektor Pertanian Jadi Motor Utama, Realisasi KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun

Sektor Pertanian Jadi Motor Utama, Realisasi KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun

Bri | Selasa, 07 April 2026 | 20:50 WIB

Terkini

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB

Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil

Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB

Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya

Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:19 WIB