facebook

DUAARR Bom Meledak Jelang Idul Fitri di Kabul, Sumbernya dari Mobil Van Penumpang

Pebriansyah Ariefana
DUAARR Bom Meledak Jelang Idul Fitri di Kabul, Sumbernya dari Mobil Van Penumpang
Bom mobil (Antara)

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu itu, menurut keterangan dari saluran telegram kelompok itu.

Suara.com - Bom meledak di Kabul Afghanistan jelang Idul Fitri, Sabtu (30/4/2022) waktu setempat. Sebanyak 1 orang tewas.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu itu, menurut keterangan dari saluran telegram kelompok itu.

Ledakan bom kedua di ibu kota Afghanistan dalam dua hari itu terjadi saat kekhawatiran keamanan meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.

"Seorang wanita tewas dan tiga lainnya terluka," kata juru bicara komandan Kabul Khalid Zadran kepada Reuters.

Baca Juga: 5 Kartu Ucapan Idul Fitri 2022 Digital Gratis, Cukup Download dari Suara.com!

Padahal sehari sebelumnya sebuah ledakan menewaskan lebih dari 50 jemaah setelah sholat Jumat di sebuah masjid di Kabul di tengah serentetan serangan terhadap masjid selama bulan suci Ramadan.

Seorang saksi mata ledakan di van penumpang, Ali Maisam (19 tahun), yang sedang menunggu di luar toko roti terdekat pada saat itu, mengatakan dia melihat sejumlah mayat.

"Saya melihat orang-orang keluar dari minibus dengan wajah berdarah dan terbakar. Saya melihat empat mayat dibawa keluar dan seorang wanita termasuk di antara yang tewas," katanya.

Kekhawatiran tentang keamanan telah meningkat di seluruh Afghanistan ketika negara itu pada Minggu bersiap untuk merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya, dalam lebih dari 20 tahun, di bawah pemerintahan Taliban.

Sebelumnya kelompok Taliban digulingkan dari kekuasaan menyusul invasi Amerika Serikat ke Afghanistan pada 2001.

Baca Juga: Resep Opor Ayam, Inspirasi Menu Lebaran untuk Keluarga Tercinta

Taliban merebut kembali kekuasaan pada Agustus 2021 setelah pasukan asing menarik diri dari negara itu dan sejak itu Afghanistan bergulat dengan meningkatnya serangan oleh ISIS.

Komentar