Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:04 WIB
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
Serangan bom bunuh diri di Lembah Swat Pakistan menewaskan 14 orang saat unjuk rasa damai. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Bom bunuh diri di Lembah Swat Pakistan menewaskan 14 orang dan melukai 22 warga.

  • Ledakan meletus saat ratusan warga menggelar aksi protes menuntut penghentian gelombang kekerasan terorisme.

  • Kepolisian belum menemukan dalang penyerangan di tengah lonjakan eskalasi konflik perbatasan Afghanistan.

Suara.com - Aksi bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 22 warga di tengah demonstrasi penolakan kekerasan di Lembah Swat, Pakistan. Ledakan dahsyat ini memicu kepanikan massal saat warga berkumpul menuntut jaminan keamanan dari pemerintah.

Pelaku meledakkan bom tepat di depan gerbang kantor polisi Kabal setelah petugas berupaya melakukan pemeriksaan ketat. Serangan mematikan pada Minggu malam tersebut menghantam kerumunan demonstran yang sedang mendengarkan orasi terakhir.

Gelombang protes warga meletus sebagai bentuk kemarahan atas meroketnya aksi terorisme di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Masyarakat menilai aparat keamanan justru abai terhadap militan yang secara terbuka memamerkan aktivitas militer di pegunungan melalui media sosial.

Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock).
Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock).

Ledakan berdarah ini terjadi ketika ratusan penduduk lokal memadati persimpangan jalan untuk menolak kembalinya aksi kekerasan. Wilayah Swat sendiri sempat menjadi basis pertahanan utama kelompok milisi Pakistan Taliban atau Tehreek-e-Taliban Pakistan hingga operasi militer 2009.

Pembicara aksi menyampaikan keputusasaan warga yang lelah menjadi korban konflik bersenjata tak berkesudahan di wilayah mereka.

"Kami telah menyaksikan pertumpahan darah bertahun-tahun," kata salah satu pembicara yang dikutip media Pakistan, Dawn.

"Kami tidak menginginkan generasi janda dan anak yatim lainnya."

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk keras serangan mematikan tersebut. Pemimpin negara menginstruksikan jajaran medis memberikan penanganan terbaik serta berjanji menumpas terorisme hingga tuntas.

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi turut menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban gugur dan terluka. Petugas gabungan langsung mengamankan lokasi kejadian untuk memburu jaringan pelaku pemboman.

baca juga

Kepolisian Swat di bawah komando Umar Khan mengisolasi tempat kejadian perkara demi kepentingan penyelidikan intensif. Seluruh korban luka dievakuasi ke rumah sakit kota Saidu Sharif dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Pihak berwenang mengonfirmasi hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi pemboman tersebut. Namun, karakter serangan mengarah pada pola operasi jaringan militan yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Kepala Kepolisian Wilayah Swat Fida Hussain memastikan sedikitnya 22 korban luka mendapatkan perawatan darurat. Penyisiran skala besar terus digencarkan untuk melacak pergerakan elemen dangerous di sekitar lokasi.

Insiden berdarah di Lembah Swat menambah panjang daftar serangan mematikan yang melanda kawasan perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Kelompok TTP terus melancarkan pemberontakan sejak 2007 guna menggulingkan pemerintahan sah dan memaksakan aturan mereka.

Tiga hari sebelum bom Swat meletus, serangan drone bermuatan bahan peledak membunuh 11 polisi di pos pemeriksaan Hangu. Sementara pada akhir Juli lalu, ledakan bom mobil di Tank menewaskan 27 prajurit militer Pakistan.

Lembaga riset Pakistan Institute for Conflict and Security Studies mencatat 154 kematian akibat terorisme sepanjang Juli di Khyber Pakhtunkhwa. Angka lonjakan korban jiwa tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode Juni.

Pemerintah Pakistan berulang kali menuding rezim Taliban Afghanistan memberi ruang aman bagi kelompok bersenjata untuk merencanakan serangan lintas batas. Pemerintah Kabul membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan wilayahnya bebas dari markas militan asing.

Ketegangan diplomatik kedua negara tetangga ini memicu serangan udara militer Pakistan ke wilayah Afghanistan awal tahun ini. Operasi militer tersebut menuai kritik PBB setelah dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil di kawasan perbatasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekaman Detik-detik Gempa Bumi Jepang, Video Mall AEON Kumamoto Ambruk

Rekaman Detik-detik Gempa Bumi Jepang, Video Mall AEON Kumamoto Ambruk

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:45 WIB

Seperti Pesawat Jatuh! Kesaksian Horor Ledakan di AEON Mall yang Tewaskan 2 Orang

Seperti Pesawat Jatuh! Kesaksian Horor Ledakan di AEON Mall yang Tewaskan 2 Orang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:43 WIB

Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas

Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:24 WIB

Terkini

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:00 WIB

BBFC Naik Level, Lapangan Berstandar FIFA Resmi Dibuka untuk Cetak Talenta Muda Indonesia

BBFC Naik Level, Lapangan Berstandar FIFA Resmi Dibuka untuk Cetak Talenta Muda Indonesia

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 15:58 WIB

Sidak Dugaan Pungli, Satpol PP Ungkap Temuan 'Sumbangan' Rp10 Ribu di Kalijodo

Sidak Dugaan Pungli, Satpol PP Ungkap Temuan 'Sumbangan' Rp10 Ribu di Kalijodo

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:58 WIB

Satu Aplikasi untuk Semua? Intip Fitur Rahasia BRImo yang Bikin Hidup Makin Enteng

Satu Aplikasi untuk Semua? Intip Fitur Rahasia BRImo yang Bikin Hidup Makin Enteng

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Tips Memilih Ukuran Helm yang Pas agar Tak Kekecilan dan Nyaman Dipakai

Tips Memilih Ukuran Helm yang Pas agar Tak Kekecilan dan Nyaman Dipakai

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 15:53 WIB

×