Kehidupan Keras Kurir Tunawisma yang Kirim Makanan dan Barang di Shanghai

Siswanto, BBC

Selasa, 03 Mei 2022 | 06:57 WIB
Kehidupan Keras Kurir Tunawisma yang Kirim Makanan dan Barang di Shanghai
BBC

Suara.com - Berminggu-minggu dalam karantina wilayah ketat, sebagian besar dari 25 juta penduduk Shanghai, China mengantungkan hidup kepada para pengantar atau kurir yang mengirimkan makanan dan persediaan sehari-hari.

Namun ironisnya, tenaga kerja tak terlihat yang berjumlah 20.000 orang ini menghadapi kesulitan mencari tempat tinggal dan keamanan.

Dua orang kurir menceritakan kisah hidup mereka selama penguncian kepada BBC.

Saya sangat sibuk sekali. Begitu banyak orang yang membutuhkan persediaan barang. Saya pun melakukan pengiriman barang sepanjang hari. Lalu ketika malam tiba, saya mencari tempat untuk tidur.

Saya telah meninggalkan apartemen sejak 8 April lalu dan hingga sekarang belum kembali lagi.

Mengapa? Pemerintah Shanghai memang mengizinkan para pengendara yang mengirimkan barang untuk memasuki kompleks tempat tinggal mereka. Tapi pihak kompleks apartemen bersikeras menegakkan kebijakan mereka sendiri, dan sebagian besar tidak mengizinkan kurir seperti saya untuk kembali ke rumah.

Ada hotel yang buka, tapi tidak banyak yang membuka pintu untuk kami.

Baca juga:

Lalu, pernah ada tenda di depan kompleks saya. Anda tahu, yang biru itu disiapkan untuk tempat tes Covid. Ketika saya meninggalkan rumah, pengelola kompleks meminta saya untuk membantu mereka membeli persediaan dan sebagai gantinya mereka menawari saya tenda biru untuk tidur di malam hari. Saya meninggalkan semua barang-barang sehari-hari di sana.

baca juga

Namun, suatu hari tenda itu hilang, begitu juga dengan barang-barang saya. Pengelola mengatakan, itu bukan urusan mereka. Sementara pihak keamanan mengatakan tidak tahu kemana barang-barang saya.

Jadi, saya harus mencari tempat baru untuk beristirahat. Tidur di bawah jembatan menjadi hal yang wajar bagi kami, para kurir, karena melindungi dari angin dan hujan. Saya biasanya langsung tertidur setelah berbaring - saya merasa sangat lelah sekali saat itu!

Suatu hari, saya lupa memperhatikan ramalan cuaca, terjadi hujan deras yang membanjiri kolong jembatan. Saya pun kemudian menemukan sebuah ruang ATM untuk tidur.

Itu adalah tempat yang cukup bagus, tidak ada orang lain di sekitar. Satu-satunya harapan saya, polisi tidak akan muncul dan mengusir.

Tapi, setelah dua malam di sana, pagi dini hari, polisi yang berpatroli melihat lalu mengusir saya.

Mereka bilang, saya harus pergi ke tempat penampungan tunawisma. Tapi, saya sudah mencoba dan tempat itu tidak buka. Tidak ada seorang pun di sana, bahkan penjaga keamanan pun tidak ada.

Awalnya saya bertahan dengan memakan mie instan kering.

Kemudian sekelompok kurir menemukan sebuah restoran yang dibuka secara diam-diam. Kami pun pergi ke sana membeli makanan untuk dibawa pulang. Polisi biasanya mengabaikan warung itu. Kita memang butuh tempat makan, kan?

Lalu, beberapa toko juga memiliki ruang terbuka di mana terdapat soket listrik. Kami menyelinap untuk mengisi daya ponsel.

Ada cerita yang beredar bahwa, seorang kurir meninggal di jalanan setelah mengalami kecelakaan. Tentu saja saya khawatir itu akan terjadi pada saya juga.

Saya selalu berhati-hati dan mengemudi dengan sangat lambat. Jika saya mengalami kecelakaan di daerah terpencil, itu akan sangat berbahaya. Masalah terbesar adalah jika skuter atau motor Anda rusak dan tidak ada tempat untuk memperbaikinya. Anda tidak bisa bekerja lagi.

Banyak orang menonton laporan berita yang mengatakan, para kurir dapat memperoleh hingga 10.000 yuan per hari (US$ 1.500). Sejak itu, banyak yang bertanya kepada saya bagaimana cara menjadi kurir. Saran saya biasanya: "Jangan menjadi pengendara seperti saya."

Di Shanghai, bayaran yang kami peroleh sebagai kurir memang cukup baik. Tapi, banyak juga pengendara lain yang hanya mendapatkan beberapa ratus yuan sehari dan menurut saya, orang akan sulit bertahan dengan kondisi hidup dan kerja seperti itu.

Tapi tahukah Anda, jika tidak melakukan ini, kami juga tidak akan memiliki penghasilan saat lockdown. Itu membuat kami sangat stres.

Saya lahir tahun 1999 di Porivinsi Anhui. Ketika tamat SMA, saya tidak lolos masuk ke universitas bagus yang menawarkan beasiswa. Sementara, biaya kuliah di kampus lain terlalu mahal untuk keluarga saya.

Saat itu, saya masih sangat muda dan tidak tahu apa yang bisa dilakukan. Ibu saya menyarankan pindah bersama sepupu di Shanghai. Setidaknya, saya ada tempat untuk tidur dan makanan.

Jadi, saya datang ke Shanghai dan bekerja dengan sepupu menjual komputer. Berlangsung selama dua tahun, bisnis itu jatuh akibat Covid-19, dan saya pun mencari pekerjaan baru.

Saya tidak punya tempat tinggal saat itu. Saya menemukan tempat sewa bersama dengan pengendara lain. Sepertinya dia mendapat banyak uang. Saya berkata: "Kakak, bisakah Anda membantu saya menjadi pengendara juga?" Jadi sekitar setengah tahun yang lalu saya menjadi kurir.

Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa Shanghai adalah kota yang maju, lebih baik dari kampung halaman saya. Tapi sekarang, bahkan keluarga di kampung meminta saya untuk pulang.

Mereka semua telah mendengar tentang situasi di sini. Tidak pernah bisa terbayangkan bahwa orang bisa kelaparan di Shanghai saat ini.

Tapi itu tidak seperti saya yang kelaparan atau apa. Saya dari pedesaan, saya tidur di kandang sapi ketika masih kecil. Saya akan baik-baik saja.


Saya biasa mendapatkan rata-rata 4,5 yuan dalam satu pesanan. Tapi, saya tidak lagi menerima pesanan-pesanan seperti ini, tidak ada yang mau melakukanannya, karena itu terlalu murah.

Hari ini, saya menerima pesanan secara pribadi dari klien, melalui grup sosial media. Hasilnya, saya bisa mendapatkan lebih dari seribu yuan sehari.

Saya melihat, kompleks perumahan yang besar melakukan pembelian makanan secara kelompok, Tapi bagi kompleks yang lebih kecil dengan penduduk kurang dari selusin, mereka tidak memiliki apa-apa.

Sangat sulit untuk membuat penjual mengirimkan barang kepada mereka, dan juga sulit bagi mereka untuk memesan persediaan. Banyak orang tua tidak tahu bagaimana melakukan pembelian kelompok.

Ditambah lagi, pesanan-pesanan dengan jumlah yang kecil tidak akan dikirim sekarang. Toko buah tidak akan menjual buah satu per satu lagi - Anda harus membeli dalam jumlah besar sekarang.

Jika seseorang menginginkan sayuran senilai 20 yuan, saya butuh waktu setengah hari untuk mencarinya dan tidak mendapatkan apa-apa, karena sekarang yang tersedia adalah paket sayuran curah dan masing-masing berharga lebih dari 100 yuan.

Sekarang, kami tidak punya makanan, tidak ada air, dan tidur di jalan raya. Saya tahu setidaknya ada 40 kurir yang mengalami situasi sama dengan saya.

Terdapat para pengendara yang bekerja pada perusahaan-perusahaan yang menyediakan hotel untuk mereka. Tetapi, bagi kami yang bekerja menerima pesanan online dari pelanggan, pemerintah tidak melakukan apapun untuk membantu menemukan tempat tinggal.

Pengurus kompleks perumahan saya tidak mengizinkan saya untuk pulang, mereka mengatakan kemungkinan saya akan membawa virus kembali.

Saya tidak bisa pulang meskipun saya tes negatif untuk Covid-19. Saya sudah pergi ke rumah sakit untuk dites setiap hari. Saya takut terkena Covid - semua pengendara takut akan hal itu.

Jadi saya hanya mencari tempat untuk tidur di luar. Kaki saya bau sekali, sehingga Anda bisa menciumnya dari kejauhan! Saya akan mandi tentunya suatu saat, mungkin setelah karantina wilayah dicabut.

Lalu apa gunanya beristirahat di rumah? Minggu pertama karantina wilayah, saya hanya mendapat dua sayur kubis.

Minggu kedua saya hanya menerima sekotak obat. Siapa yang bisa bertahan dengan itu? Apa yang saya makan? Lebih baik berada di luar - setidaknya saya masih bisa menemukan makanan.

Mengirim makanan dan barang lebih baik daripada bekerja di pabrik. Saya telah bekerja di beberapa tempat di Shenzhen, berpenghasilan hanya 200 yuan per hari, bekerja 12 jam sehari.

Menjadi kurir, kami memiliki pendapatan yang lebih baik dan lebih banyak kebebasan. Berapa banyak yang Anda hasilkan tergantung pada seberapa banyak usaha yang Anda lakukan.

Keluarga saya telah meminta saya untuk kembali. Tapi, bagaimana saya bisa keluar sekarang? Orang-orang bahkan dikejar kembali ke kota setelah berkendara ke jalan raya.

Saya hanya menunggu karantina wilayah dicabut, lalu akan pergi. Tapi, saya tidak tahu berapa lama lagi bisa bertahan.

Saya sudah selesai dengan Shanghai. Setelah saya pergi, saya tidak akan pernah kembali lagi ke sini.

Wawancara diedit oleh Tessa Wong.

Anda mungkin juga tertarik dengan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

News | Senin, 14 September 2026 | 16:27 WIB

Rapat Terakhir Purbaya di DPD Sebelum Dicopot dari Menkeu: Lesu dan Tak Semangat Sampaikan Paparan!

Rapat Terakhir Purbaya di DPD Sebelum Dicopot dari Menkeu: Lesu dan Tak Semangat Sampaikan Paparan!

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:25 WIB

Belanja Minimal Rp500 Ribu, Langsung Dapat Diskon dari BRI! Begini Caranya

Belanja Minimal Rp500 Ribu, Langsung Dapat Diskon dari BRI! Begini Caranya

Bri | Senin, 14 September 2026 | 16:23 WIB

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

News | Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB

Detik-detik Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Detik-detik Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Video | Senin, 14 September 2026 | 16:21 WIB

Waspada APK hingga Deepfake, IMS Bedah Keamanan Siber di Gen Z Impact Fest 2026

Waspada APK hingga Deepfake, IMS Bedah Keamanan Siber di Gen Z Impact Fest 2026

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 16:21 WIB

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

News | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Terkini

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:25 WIB

Rapat Terakhir Purbaya di DPD Sebelum Dicopot dari Menkeu: Lesu dan Tak Semangat Sampaikan Paparan!

Rapat Terakhir Purbaya di DPD Sebelum Dicopot dari Menkeu: Lesu dan Tak Semangat Sampaikan Paparan!

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:25 WIB

Belanja Minimal Rp500 Ribu, Langsung Dapat Diskon dari BRI! Begini Caranya

Belanja Minimal Rp500 Ribu, Langsung Dapat Diskon dari BRI! Begini Caranya

Bri | Senin, 14 September 2026 | 16:23 WIB

Bila Tak Ditemukan di Hari Ketujuh, Keluarga Korban Hilang Krakatau Minta Operasi SAR Diperpanjang

Bila Tak Ditemukan di Hari Ketujuh, Keluarga Korban Hilang Krakatau Minta Operasi SAR Diperpanjang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:23 WIB

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

News | Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB

Detik-detik Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Detik-detik Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Video | Senin, 14 September 2026 | 16:21 WIB

Waspada APK hingga Deepfake, IMS Bedah Keamanan Siber di Gen Z Impact Fest 2026

Waspada APK hingga Deepfake, IMS Bedah Keamanan Siber di Gen Z Impact Fest 2026

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 16:21 WIB

Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?

Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 16:18 WIB

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

×