Anak-anak di Mariupol Minum Air Hujan dari Kubangan untuk Bertahan Hidup

Siswanto, BBC

Jum'at, 06 Mei 2022 | 13:40 WIB
Anak-anak di Mariupol Minum Air Hujan dari Kubangan untuk Bertahan Hidup
BBC

Suara.com - Mendengar cerita bagaimana anak-anak sahabatnya minum air hujan dari kubangan untuk bertahan dalam perang Ukraina membuat Nataliia Roberts ingin mengajak sahabat dari masa kecilnya segera mengungsi dari negara itu.

Yuliia dan tiga anaknya harus lari dari tempat persembunyian di bawah tanah di kota Mariupol yang dikepung setelah hujan untuk mencari air bersih. Selain tidak ada air dan makanan, tidak ada toilet dan juga listrik di tempat persembunyiannya.

Nataliia tengah mengusahakan agar sahabatnya itu mengungsi dari Ukraina dan tinggal bersamanya di Wales.

"Kami hanya ada satu mangkok kecil sup untuk tiga anak setiap hari," cerita Yuliia kepada Nataliia melalui diari video. "Dan satu gelas air untuk tiga anak untuk bersih-bersih badan."

Baca juga:

Setelah rumahnya hancur akibat bom Rusia, Yuliia dan anak-anaknya, yang berusia 11, enam dan tiga tahun - harus mencari tempat perlindungan di ruang bawah tanah komunitas. Ruang bawah tanah itu memberikan tempat perlindungan namun sama sekali tak ada persediaan makanan untuk anak-anaknya bertahan.

"Anak-anaknya terus minta makan, itulah sebabnya dia memberikan sedikit makanan untuk anak-anaknya sebelum tidur, sehingga mereka merasa sedikit kenyang," kata Nataliia mengutip sahabatnya itu.

"Ketika hujan turun, mereka minum dari air becek dan mereka mencari panci untuk menampung air dari genangan itu," tambah Nataliia.

Yuliia beberapa kali harus meninggalkan anak-anaknya di bunker untuk mencari air bersih.

baca juga

"Ada sumur yang terletak sekitar tiga kilometer. Saya harus berlari di tengah bunyi tembakan, dan bom," kenang Yuliia dalam diari video untuk program BBC Wales Investigates.

Salah seorang putrinya sempat sakit dan dia sama sekali tidak punya persediaan obat.

"Saya ada sedikit uang namun saya tak bisa beli apapun karena memang tak ada apapun. Semuanya hancur, barang-barang dijarah dan hancur," katanya.

Yuliia dan Nataliia berteman lama sejak sekolah. Nataliia pindah ke Wales lima tahun lalu bersama suaminya.

Mereka tetap saling kontak sampai perang pecah di Ukraina Februari lalu.

Baca juga:

Nataliia mengatakan terkadang ia tak bisa mengontak Yuliaa berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu karena jaringan terganggu.

Yuliia menceritakan apa yang ia alami melalui diari video yang dia kirim dari bunker bawah tanah.

Nataliia yang bekerja sebagai akuntan berhasil menarik orang tuanya keluar dari Ukraina timur sebelum situasi memburuk.

Namun sejauh ini ia masih berupaya sekuat mungkin untuk mengajak sahabat dan keluarganya untuk masuk Inggris melalui program pengungsian dan tinggal bersamanya di Caernarfon, Wales.

Yuliia dan anak-anaknya termasuk di antara 11 juta warga Ukraina yang terpaksa mengungsi. Mereka berhasil menyelamatkan diri dari Mariupol beberapa minggu setelah PBB memulai program pengungsian dengan mengupayakan koridor khusus.


Kota pelabuhan Mariupol, yang dikepung sejak awal Maret, ini berada di bawah kendali pasukan Rusia, walaupun beberapa ratus tentara Ukraina masih berada di pabrik baja Azovstal di bagian selatan kota itu.

Pasukan Rusia memblokade kompleks industri dan terus menggempur kota dari udara. Namun sejauh ini belum ada operasi untuk mengusir pasukan Ukraina yang masih berada di pabrik baja tersebut.

Rusia dituduh melakukan kejahatan perang karena gempuran terus menerus di kota itu. Walikota setempat menyebutkan paling tidak 20.000 warga sipil tewas. Saat ini diperikirakan lebih dari 100.000 orang terperangkap di kota itu.


Yuliia dan anak-anaknya naik kereta dan kemudian bus menuju Polandia dan tak tahu apakah bisa bertemu dengan suaminya lagi atau apakah dapat bertemu dengan Nataliia dan keluarganya di Wales.

"Dia menyaksikan banyak jenazah di Mariupol, warga sipil yang meninggal karena terhantam roket. Jenazah tanpa tangan, kaki atau jenazah yang tak utuh lagi," kata Nataliia.

"Saya ingin Yuliia bersama saya di Wales. Suatu saat nanti saya ingin mereka berada di sini," tambahnya.

Sekitar 27.000 pengungsi Ukraina - dari 86.000 yang visanya disetujui - telah berada di Inggris Raya, termasuk Wales. Mereka yang telah tiba mengatakan mereka ingin menyelamatkan diri dari cerita tragis akibat perang di negara mereka.

Di Wales, sekitar 10.000 rumah tangga menawarkan tempat untuk para pengungsi Ukraina.

Kementerian dalam negeri Inggris mengatakan mereka "bekerja secepat mungkin" untuk mempercepat proses pemberian visa dengan memperbanyak pegawai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

×