Orang-orang Kaya Rusia Lari ke Dubai untuk Hindari Sanksi

Siswanto, BBC

Senin, 09 Mei 2022 | 09:44 WIB
Orang-orang Kaya Rusia Lari ke Dubai untuk Hindari Sanksi
BBC

Suara.com - Dubai menjadi tempat perlindungan bagi banyak orang kaya Rusia yang melarikan diri untuk menghindari sanksi negara-negara Barat akibat perang di Ukraina.

Para miliarder dan pengusaha Rusia yang datang ke Uni Emirat Arab berjumlah sangat banyak, data yang tak pernah terjadi sebelumnya, kata para pebisnis kepada BBC.

Pembelian properti di Dubai oleh orang Rusia meningkat 67% dalam tiga bulan pertama tahun 2022, menurut satu laporan. Uni Emirat Arab tidak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atau mengkritik invasi Rusia.

Negara ini juga memberikan visa kepada warga Rusia yang tidak terkena sanksi sementara negara-negara Barat membatasi gerakan mereka.

Baca juga:

Dalam dua bulan terakhir, diperkirakan ratusan ribu orang meninggalkan Rusia, walaupun jumlah yang pasti belum dapat dipastikan.

Seorang ekonom Rusia mengatakan sekitar 200.000 warga Rusia meninggalkan negara mereka dalam 10 hari pertama sejak perang dimulai pada 24 Februari lalu.

Virtuzone, yang membantu perusahaan-perusahaan mendirikan bisnis di Dubai, mengatakan klien dari Rusia meningkat tajam.

"Kami menerima permintaan lima kali lipat lebih banyak dari Rusia sejak perang dimulai," kata direktur perusahaan George Hojeige.

baca juga

"Mereka khawatir perekonomian akan hancur. Itulah mengapa mereka datang untuk menyelamatkan kekayaan mereka," tambahnya.

Membanjirnya warga Rusia ke Dubai meningkatkan permintaan vila dan apartemen mewah. Perusahaan real estat melaporkan kenaikan tajam harga karena banyak orang Rusia yang tiba di Dubai ingin membeli rumah.

Perusahaan real estat di Dubai, Betterhomes mengatakan pembelian apartemen oleh orang Rusia naik dua pertiga dalam tiga bulan pertama 2022.

Dan perusahaan real estat lain, Modern Living, mengatakan kepada BBC mereka mempekerjakan pegawai yang bisa berbahasa Rusia untuk mengantisipasi naiknya permintaan ini. Direktur perusahaan Thiago Caldas mengatakan mereka menerima banyak telepon dari orang Rusia yang ingin segera pindah ke Dubai.

"Orang Rusia yang datang tidak hanya membeli untuk investasi namun mereka ingin menjadikan Dubai sebagai rumah kedua mereka," katanya.

"Menguras otak"

Banyak perusahaan multinasional dan perusahaan baru Rusia juga memindahkan pegawai mereka ke Uni Emirat Arab.

Fuad Fatullev adalah salah seorang pendiri WeWay, perusahaan teknologi yang memiliki kantor di Rusia dan Ukraina. Setelah perang pecah, ia dan pendiri perusahaan lain memindahkan ratusan pegawai ke Dubai.

"Perang sangat mempengaruhi usaha kami. Kami tidak bisa melanjutkan dalam kondisi perang dan kami harus memindahkan ratusan pegawai ke luar Ukraina dan Rusia," kata Fuad yang merupakan warga Rusia.

Ia menambahkan mereka memilih Uni Emirat Arab karena wilayah ini memiliki suasana ekonomi dan politik yang relatif aman untuk bisnis.

Ia mengatakan bisnis Rusia pindah ke luar negeri karena mereka sulit beroperasi akibat sanksi. Tantangan lebih berat adalah bila perusahaan-perusahaan multinasional itu memiliki klien di luar negeri. Sebagian besar perusahaan Barat telah memutus hubungan dengan perusahaan yang bermarkas di Rusia, katanya.

Perusahaan global seperti Goldman Sachs, JP Morgan dan Google telah menutup kantor rmereka di Rusia dan memindahkan sebagian pegawai ke Dubai.

"Kejadian ini sangat menguras otak. Banyak orang angkat kaki karena banyak sekali pembatasan bisnis saat ini," kata Fatullev.

Harga properti naik pesat

Bank sentral Rusia dilarang untuk mengambil cadangan devisa di luar negeri. Sebagian bank Rusia juga telah dicabut dalam sistem finansial Swift.

Untuk melindungi cadangannya, pemerintah Rusia mengaktifkan pembatasan modal dan melarang warganya ke luar negeri dengan dana lebih dari US$10.000 uang asing.

Kesulitan transfer uang tunai membuat banyak orang Rusia menggunakan pembayaran kripto. Sebagian pembelian memiliki perantara yang menerima pembayaran dalam bentuk kripto dan kemudian memberikan uang tunai atas nama pembeli.

Negara-negara Teluk termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi menolak seruan negara-negara Barat untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia.

Uni Emirat Arab adalah satu dari hanya tiga negara, termasuk China dan India yang abstain dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB Februari lalu untuk mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Uni Emirat Arab juga abstain dalam Majelis Umum PBB pada 7 April yang melakukan pemungutan suara untuk membekukan keanggotaan Rusia dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Meningkatnya investasi Rusia ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Uni Emirat Arab ditempatkan dalam "daftar abu-abu" oleh Financial Action Task Force (FAFT), pengawas kejahatan finansial global

Ini berarti, Uni Emirat Arab menghadapi monitor lebih ketat dalam upaya menghadapi pemutihan uang dan pendanaan teroris.

Pemerintah Uni Emirat Arab mengklaim mereka telah mengambil langkah signifikan untuk mengatur investasi dan telah menyatakan bahwa mereka tetap akan bekerja sama secara erat dengan FAFT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Mencoba Dessert Viral Dubai Chewy, Cokelat dan Strawberry dalam Satu Sajian

Mencoba Dessert Viral Dubai Chewy, Cokelat dan Strawberry dalam Satu Sajian

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Gak Cuma Cookies, Ini Dia 4 Olahan Dubai Chewy yang Wajib Kamu Coba!

Gak Cuma Cookies, Ini Dia 4 Olahan Dubai Chewy yang Wajib Kamu Coba!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:15 WIB

Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII

Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:14 WIB

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:50 WIB

Dubai Chocolate Viral di TikTok, Ini yang Membuat Dessert Timur Tengah Ini Spesial

Dubai Chocolate Viral di TikTok, Ini yang Membuat Dessert Timur Tengah Ini Spesial

Lifestyle | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×