Tugu Peringatan Uni Soviet di Jerman Tidak Lagi Diinginkan?

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:03 WIB
Tugu Peringatan Uni Soviet di Jerman Tidak Lagi Diinginkan?
DW

Suara.com - Jerman berkewajiban untuk menghormati dan merawat tugu peringatan Soviet yang dibangun terutama di wilayah timur negara itu. Namun, sejak dimulainya perang Ukraina, monumen ini semakin menjadi bahan perdebatan.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, empat tugu peringatan didirikan oleh Tentara Merah di Berlin. Mereka dimaksudkan untuk memperingati Tentara Merah Uni Soviet yang tewas, terutama mereka yang tewas dalam Pertempuran Berlin.

Ini bukan hanya monumen yang memperingati kemenangan, tetapi juga situs peringatan dengan kuburan militer. Berlin secara hukum berkewajiban untuk memelihara tugu peringatan Soviet: sebagai bagian dari perjanjian 1990 antara Republik Federal Jerman, Jerman timur (DDR) dan empat kekuatan pemenang Perang Dunia Kedua, dimana pelestarian dan pemeliharaan tugu peringatan juga disepakati.

Serangan warna pada tugu peringatan di Treptower Park Memorial Perang Soviet di Treptower Park adalah monumen terbesar dari jenisnya di Jerman dan peringatan terpenting bagi tentara Soviet di Berlin.

7000 tentara dari seluruh bekas republik Soviet dimakamkan di lima kuburan di sekitarnya. Pada awal April, orang-orang tak dikenal mengoleskan slogan-slogan anti-Rusia di tugu peringatan itu.

Para pelaku menyemprotkan slogan-slogan seperti "Darah Ukraina di Tangan Rusia" atau "Matilah Semua Orang Rusia" dengan cat merah, dan beberapa hari kemudian simbol "Z" dan slogan-slogan seperti "Pembunuh" atau "Orc".

Monumen itu sekarang dalam pengawasan yang ketat dan polisi sedang mencari para pelakunya.

Justus H. Ulbricht, sejarawan Jerman dan direktur pelaksana asosiasi "Denk Mal Fort!" sangat yakin bahwa merobohkan atau mengotori monumen tidak akan ada gunanya: "Apa yang Anda lihat di Treptow adalah monumen heroik. Kecintaan terhadap pahlawan ini telah menurun drastis di Jerman. Monumen semacam sebelumnya sudah diperdebatkan."

Tetapi sejarawan berpikir bahwa setiap monumen adalah bagian dari sejarah kota. "Suara saya adalah: biarkan saja, biarkan membuat orang berbicara, berkomentar." Apa yang akan terjadi dengan Museum Jerman-Rusia? Hingga 24 Februari, bendera Ukraina, Rusia, Belarusia, dan Jerman digantung di depan gedung Museum Jerman-Rusia (Deutsch-Russischen Museum) di Berlin-Karlshorst.

baca juga

Sekarang hanya bendera Ukraina yang tergantung di sana. "Banyak orang percaya bahwa kami ingin membuat orang melupakan prestasi Tentara Merah dan peran Uni Soviet dalam Perang Dunia II dengan hanya mengibarkan bendera Ukraina. Itu sama sekali tidak benar. Itu tanda solidaritas dengan Ukraina. Sebelumnya kami mengibarkan semua bendera karena bangsa-bangsa itulah yang bekerja bersama di sini," kata direktur museum Jörg Morré dalam sebuah wawancara dengan DW.

Di gedung yang kini menjadi museum itu ditandatangani penyerahan tanpa syarat Jerman pada 8 Mei 1945.

Museum ini didirikan bersama oleh Republik Federal Jerman dan Federasi Rusia pada tahun 1994 dalam bentuk hukum asosiasi, di mana museum nasional Perang Dunia II Ukraina dan Belarus bergabung sebagai anggota pada tahun 1997/98.

Setelah didesain ulang, museum di Karlshorst dibuka kembali pada Mei 1995 sebagai Museum Jerman-Rusia. Mengingat invasi Rusia ke Ukraina, manajemen museum memutuskan untuk menggunakan nama "Museum Berlin-Karlshorst" yang dimasukkan dalam daftar asosiasi, karena itu dimaksudkan untuk memperingati semua korban Soviet dari perang pemusnahan Jerman, terlepas dari kebangsaan mereka.

"Federasi Rusia berusaha untuk menasionalisasi kemenangan Soviet, memonopolinya, dan dalam beberapa kasus setiap pendekatan kooperatif digunakan. Saat ini, hanya jarak yang membantu kami. Hanya tanda yang sangat jelas yang membantu di sini," kata direktur museum Jörg Morré. (vlz/pkp)

d

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham Cuan dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham Cuan dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun

Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:52 WIB

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:47 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB