Mengapa Ada Orang yang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum?

Siswanto, BBC

Rabu, 11 Mei 2022 | 13:11 WIB
Mengapa Ada Orang yang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum?
BBC

Suara.com - Bronwen Reed sedang duduk di perpustakaan, berniat untuk belajar seperti mahasiswa lainnya. Alih-alih konsentrasi belajar, ia malah melihat seorang pria menonton pornografi di komputer perpustakaan.

"Saya kaget dan terperangah. Saya tidak benar-benar tahu harus bagaimana," katanya kepada BBC.

Mahasiswi berusia 21 tahun dari Manchester, Inggris tersebut mengira itu hanya situasi yang terjadi sesekali. Namun beberapa pekan kemudian, kejadian itu terulang dengan pria yang sama di perpustakaan yang sama.

Seperti Bronwen, banyak orang telah bicara tentang pengalaman mereka seputar insiden yang melibatkan seorang pria menonton film porno secara terang-terangan saat naik bus dan trem di kota.

Baca juga:

Baru-baru ini, seorang anggota parlemen Inggris dari partai Konservatif mengundurkan diri setelah mengakui bahwa ia menonton pornografi di ponselnya saat sidang di Majelis Rendah.

Namun, ia mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan saat mencari situs web tentang traktor, dan bukan karena minat pada pornografi.

Di Indonesia, seorang anggota DPR dari fraksi PDIP baru-baru ini ketahuan menonton video porno saat rapat.

Sekretaris Fraksi PDIP mengatakan sang anggota parlemen dipotret wartawan saat sedang secara "refleks" membuka video yang ia terima melalui WhatsApp. Aksi serupa dilakukan seorang anggota DPR dari fraksi PKS 11 tahun lalu, yang berbuntut pengunduran dirinya dari DPR.

baca juga

Menurut laporan organisasi pengawas media Ofcom, setengah dari populasi orang dewasa Inggris menonton film porno.

Untuk mengetahui mengapa beberapa orang menontonnya di depan umum, kami mewawancarai Dr Paula Hall, seorang psikoterapis di Laurel Centre yang berspesialisasi di bidang kecanduan seks dan pornografi.

Kecanduan

Salah satu kemungkinan alasannya, menurut dr. Hall, yang ia banyak ia temukan dalam pekerjaannya ialah kecanduan pornografi.

"Kita tahu bahwa ketika orang menjadi semakin kecanduan sesuatu, ia kesulitan mengontrol dorongan nafsunya," katanya.

Apakah itu kecanduan alkohol, judi, atau video gim "kontrol impuls terus berkurang".

Dr. Hall menjelaskan bahwa "keinginan dan kebutuhan untuk melihat pornografi" lebih besar dari tekad yang diperlukan untuk mengatakan: "'tidak, nanti saja setelah saya sampai di rumah'".

Ketika seseorang kecanduan, "bagian otak yang digunakan untuk berpikir seringkali mulai offline".

Kesadaran diri dan 'normalisasi' pornografi

Callum Singleton pernah melihat "seorang pria melihat-lihat situs pornografi" di bus dalam perjalanan pulang di Glasgow.

Reaksi awal pria berusia 19 tahun itu adalah "jijik dan kebingungan" karena ia tidak habis pikir mengapa seseorang bisa melakukan itu di depan umum.

"Tampaknya itu persoalan yang lazim ... seakan-akan hanyalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Jelas seharusnya tidak begitu," kata Callum.

Dr Hall merasa orang yang menonton pornografi di depan umum juga kurang memiliki kesadaran diri.

"Awalnya mereka membuka eBay (situs lapak online) atau Facebook, dan kemudian, mereka mengklik sebuah tautan, dan berakhir dengan pornografi."

Ia menambahkan "normalisasi" pornografi dalam budaya arus utama juga dapat memengaruhi banyak orang.

"Pornografi begitu luas sekarang" dibandingkan dengan bertahun-tahun yang lalu dan garis antara apa yang porno dan yang bukan porno telah "menjadi kabur".

"Ketika beberapa orang melihat pornografi, mereka barangkali berpikir bahwa orang lain di sekitar mereka juga mungkin melakukannya. Itu semakin menjadi hal yang biasa."

Menurut dr. Hall, bagi "sebagian kecil pria", menonton pornografi di tempat umum "sebenarnya tentang kuasa".

"Mereka merasa 'Saya punya hak untuk menonton', ada yang sedikit misoginis tentang itu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa mereka mungkin berpikir bukan masalah mereka jika hal yang mereka lakukan "orang lain merasa tidak nyaman".

Kebiasaan

Jika orang terpapar pornografi sejak usia muda, itu mungkin juga berdampak, kata Dr Hall.

"Bagi hampir semua perilaku, usia ketika kita mulai melakukannya sangat penting dalam menentukan sejauh mana perilaku tersebut menjadi otomatis bagi kita."

Dan jauh lebih sulit untuk "menghentikan suatu kebiasaan jika Anda bahkan tidak mengenalinya sebagai kebiasaan".

"Jika mereka sudah terbiasa melihatnya sejak usia seperti itu (muda), itu akan tampak hampir otomatis."

Bronwen menyebut fenomena ini "sangat memprihatinkan" karena ruang publik seharusnya untuk semua orang.

"Setiap orang harus merasa nyaman dan aman di transportasi umum dan di tempat umum, yang tidak selalu terjadi sepanjang waktu."

"Ini bisa benar-benar membuat gelisah sebagian orang dan dapat terasa sangat tidak nyaman."

Dr Hall menambahkan: "Kurangnya kesadaran diri adalah faktor yang berkontribusi signifikan terhadap hal ini, dan mungkin tidak menyadari betapa tersinggungnya orang lain."

"Mereka mungkin alpa bahwa bagi orang lain, hal yang mereka lakukan dapat dipandang ofensif."


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×