Kisah Toleransi Perayaan Waisak di Kalimanggis, Umat Buddha, Islam dan Kristen Berbaur Harmonis

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:25 WIB
Kisah Toleransi Perayaan Waisak di Kalimanggis, Umat Buddha, Islam dan Kristen Berbaur Harmonis
Kisah Toleransi Perayaan Waisak di Kalimanggis (Antara)

Suara.com - Indonesia terkenal dengan toleransi beragama. Saat Natal dan Idul Fitri, wajah toleransi ini terlihat, termasuk saat Hari Raya Waisak umat Buddha. Toleransi perayaan Waisak terlihat di Kalimanggis, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa malam kemarin.

Ratusan umat Buddha memenuhi ruangan dan halaman Wisma Bhikkhu Jayawijaya dalam perayaan Tri Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE) di Desa Kalimanggis yang warganya mayoritas penganut ajaran Buddha tersebut.

Sebagian di antara mereka mengenakan pakaian adat Jawa, termasuk anak-anak yang bertugas membawa persembahan puja bakti.

Perayaan Tri Suci Waisak itu melibatkan hampir semua warga di Desa Kalimanggis, bukan hanya umat Buddha, bahkan dalam kepanitiaan juga melibatkan umat non-Buddha.

Perayaan Waisak di sana diiringi suara gamelan. Gamelan mengiringi lagu-lagu bernuansa Buddhis di Wisma Bhikkhu Jayawijaya di Dusun Krajan, Desa Kalimanggis.

Umat non-Buddha terlibat sejak awal, mulai dari membuat tratak dan menyiapkan kursi yang diambil dari beberapa dusun dan dalam kepanitiaan juga ada umat Islam dan Kristen, termasuk di bagian memasak di dapur juga melibatkan ibu-ibu yang beragama non-Buddha.

Warga Desa Kalimanggis Budi Rahayu penganut Nasrani menyampaikan kegiatan seperti ini dan melibatkan semua warga sudah menjadi agenda sejak dulu.

"Perayaan keagamaan ini diangkat bersama-sama, mulai dari pembiayaan, tenaga, kemudian saran dan masukan dari semua umat dengan maksud agar umat Buddha bisa merayakan Waisak dengan lancar. Segala sesuatunya tercukupi, umat Buddha merayakan Waisak dan nanti dirasakan oleh umat yang lain, baik itu Muslim maupun Nasrani, dan kepercayaan lainnya semua bisa merasakan," katanya.

Mantan Sekdes Kalimanggis yang kini bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung ini menuturkan kegiatan yang didukung bersama bukan hanya perayaan Waisak saja, tetapi juga waktu Lebaran dan Natal.

baca juga

Meskipun mayoritas warga beragama Buddha, waktu Idul Fitri itu semua warga tetap saling berkunjung dari rumah ke rumah, baik itu yang yang beragama Islam, Buddha maupun Nasrani didatangi semua.

"Saat Waisak seperti ini juga warga berdatangan tidak memandang agamanya, semuanya dikunjungi. Waktu Natal begitu juga semuanya mengucapkan selamat Natal. Semua datang dari rumah ke rumah secara bergiliran," katanya.

Menurut dia masyarakat di Kalimanggis sudah biasa antarumat beragama itu kerja sama. Bahkan kalau umat Buddha setiap tanggal 15 atau saat purnama mengadakan selamatan itu semua warga juga ikut.

Istri Budi Rahayu, Ariyati menyampaikan dalam perayaan Waisak ini dirinya ikut membantu menyiapkan makanan bagi para tamu.

Ia mengaku sudah beberapa kali terlibat dalam kegiatan umat Buddha, bahkan waktu ada lomba koor antarwihara dirinya ditunjuk sebagai dirigen.

"Saya yang menjadi dirigen meskipun menyanyikan lagu-lagu Buddhis dan beberapa penabuh gamelan yang tampil dalam karawitan perayaan Waisak saat ini juga ada yang non-Buddha, kami selalu kerja sama dalam kebaikan," katanya.

Kepala Desa Kalimanggis Didik Agung Susilo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para panitia yang bukan hanya dari intern umat Buddha tetapi juga ada dari non-Buddha bahkan dari berbagai sekte semuanya bersatu, kompak mengadakan kegiatan ini.

"Inilah harapan kami, agama itu ageman atau pakaian, jadi kita hanya bagaimana menyikapi agama yang kita percayai dianut masing-masing sehingga seperti dalam perayaan Waisak ini tidak memandang perbedaan itu, khususnya pemuda bergerak bersatu melaksanakan kegiatan ini," katanya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan yang lain. Kegiatan kalau dilaksanakan dengan bersatu dan kompak, maka dusun, desa, dan kecamatan ini, bahkan Indonesia akan semakin membawa kedamaian.

Kades Kalimanggis mengingatkan pandemi COVID-19 belum berakhir, mudah-mudahan dengan situasi yang terus membaik ini dengan doa para hadirin dalam perayaan Waisak ini, Indonesia diberkati keselamatan bagi semua makhluk di dalamnya.

Ketua Panitia Perayaan Tri Suci Waisak di Wisma Bhikkhu Jayawijaya, Wargino menuturkan kegiatan ini dilakukan umat Buddha, tetapi juga didukung dari umat agama lain di daerah ini, yakni Kristen dan Islam.

Dalam kegiatan perayaan Waisak ini juga ditampilkan gamelan atau karawitan untuk mengiringi lagu-lagu rohani dan sejumlah petugas mengenakan pakaian adat Jawa.

"Anak-anak saat persembahan puja bakti mengenakan pakaian adat Jawa, hal ini untuk melestarikan adat Jawa jangan sampai hilang, termasuk gending-gending Jawa inilah modulasi, lagunya bahasa Indonesia tetapi terjemahan dari bahasa Sansekerta," katanya.

Keberagaman umat dan pelestarian adat Jawa dalam perayaan Waisak di Desa Kalimanggis ini mendapat perhatian khusus dari Bante Wongsin Labhiko Mahathera beserta rombongannya dari Jakarta untuk menghadiri perayaan Waisak tersebut.

"Saya atas nama pimpinan bikkhu sangha yang hadir dalam acara peringatan Hari Tri Suci Waisak di Wisma Bhikkhu Jayawijaya di Kalimanggis ini merasa bangga atas apa yang diselenggarakan oleh panitia, khususnya ada tradisi Jawa yang sulit dicari di tempat lain," katanya.

Menurut dia perayaan Tri Suci Waisak di Kalimanggis ini sangat bagus dengan mengangkat budaya Jawa sehingga dapat membangkitkan kebudayaan daerah Jawa dan nantinya bisa dilestarikan oleh generasi mendatang.

"Saya merasa kagum atas apa yang dilakukan oleh panitia dengan menampilkan kebudayaan daerah, apalagi kerapihan umat yang sungguh ingin merayakan Waisak yang sudah dua tahun tidak diselenggarakan karena pandemi COVID-19," katanya.

Oleh karena itu pihaknya bersama sejumlah biksu berusaha datang walaupun jauh dari Jakarta setelah sebelumnya menghadiri perayaan Tri Suci waisak di Candi Borobudur.

"Hari ini kami di Temanggung, luar biasa, saya melihat kerukunan umat beragama di Temanggung, khususnya umat yang mayoritas mendukung kegiatan ini sehingga kami merasa aman dan nyaman sekaligus bangga atas persatuan dan kesatuan bangsa ini," katanya.

Ia menilai panitia yang juga melibatkan umat non-Buddha itu luar biasa. Kalau ingin maju harus bersatu, karena persatuan dan kesatuan akan membawa ketenteraman, kebahagiaan sejati bagi semua umat.

Bante Wongsin berpesan kepada umat Buddha di Temanggung agar mentaati apa yang diajarkan oleh Buddha. Mereka harus berusaha untuk mengikuti acara rutin yang dilakukan wihara, yaitu kebaktian doa setiap malam.

"Contoh umat Islam yang berdoa lima kali sehari, tetapi umat buddha hanya sekali, seharusnya bersemangat untuk membersihkan batin," katanya.

Perbedaan adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus disyukuri dan dengan perbedaan itu umat harus hidup rukun dan bersatu.

Toleransi antarumat beragama di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung ini hendaknya menjadi pembelajaran bersama dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Gus Kautsar Klarifikasi soal Namanya di Buku Islam ala Prabowo

Gus Kautsar Klarifikasi soal Namanya di Buku Islam ala Prabowo

Video | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:30 WIB

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:30 WIB

Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh

Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:27 WIB

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:58 WIB

Islam & Lingkungan: Jangan Sampai Keserakahan Manusia Merusak Rumah Bersama

Islam & Lingkungan: Jangan Sampai Keserakahan Manusia Merusak Rumah Bersama

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 15:30 WIB

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

News | Rabu, 09 September 2026 | 16:30 WIB

Dinilai Berlebihan dan Membodohi Umat, Buku 'Islam ala Prabowo' Panen Kritik

Dinilai Berlebihan dan Membodohi Umat, Buku 'Islam ala Prabowo' Panen Kritik

Video | Rabu, 09 September 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 19:40 WIB

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

×