facebook

Anggota DPR: Jaga Data Pribadi Cara Utama Cegah Kejahatan Siber

Siswanto
Anggota DPR: Jaga Data Pribadi Cara Utama Cegah Kejahatan Siber
Ilustrasi internet. (freestock.com)

Farhan mengatakan masyarakat dapat menghindari kejahatan siber dengan membuat kata sandi berbagai akun pribadi yang unik sehingga sulit ditebak orang lain.

Suara.com - Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan mengatakan sikap bijak dan berhati-hati yang diterapkan masyarakat dalam menjaga data pribadi merupakan cara utama untuk menghindari kejahatan siber.

"Meskipun ada aturan yang ketat, kalau kita tidak hati-hati dan bijak dalam menjaga serta memanfaatkan data-data pribadi di dunia digital yang sangat kompleks ini, bukan hal yang tidak mungkin kita akan menjadi korban kejahatan siber. Untuk itu, sikap yang paling utama adalah hati-hati dan antisipatif," kata Farhan.

Ia mengemukakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk "Keamanan Berinternet: Mencegah Penipuan di Ranah Daring", hari ini.

Farhan menyampaikan sikap bijak dan berhati-hati dalam menjaga data pribadi untuk menghindari jerat kejahatan siber dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, masyarakat tidak boleh membagikan data pribadi di internet, terutama di media sosial. Masyarakat perlu mewaspadai alamat web asing dan menghindari kegiatan transaksi keuangan secara daring dengan menggunakan jaringan WiFi gratis.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR: Percepat Pengesahan RUU Pelindungan Data Pribadi

Menurutnya, WiFi gratis rentan digunakan pelaku kejahatan siber, seperti penipuan daring untuk mengakses data-data penting di dalam perangkat milik korban melalui laptop, komputer, dan ponsel pintar.

Farhan mengatakan masyarakat dapat menghindari kejahatan siber dengan membuat kata sandi berbagai akun pribadi yang unik sehingga sulit ditebak orang lain.

"Buatlah kata sandi yang konsisten, tetapi unik. Jangan menggunakan kata sandi yang biasa-biasa saja, termasuk tanggal lahir. Itu bahaya," ujar dia.

Di samping itu, Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan kata sandi yang bersifat sementara, yakni kode one time password (OTP).

"Biasanya, OTP ini akan dikirimkan oleh beberapa operator atau lembaga yang memang terpercaya. Jangan dibagikan sembarangan," imbau Farhan.

Baca Juga: Data Pribadi Pengendara Sepeda Motor Rawan Penyalahgunaan

Ia menyarankan masyarakat untuk senantiasa memperbarui perangkat dengan sistem operasi yang baru. 

Komentar