Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 02 Maret 2026 | 19:59 WIB
Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). ANTARA/Rubby Jovan
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kota Bandung mendata 75 ribu pelajar terindikasi alami gangguan kesehatan mental di wilayah tersebut.
  • Wali Kota Bandung mengantisipasi tantangan utama adalah penolakan orang tua mengakui kebutuhan bantuan profesional anak.
  • Pemkot Bandung akan integrasikan layanan psikologi klinis di Puskesmas dan manfaatkan Guru BK untuk deteksi dini.

Suara.com - Kota Bandung tengah menghadapi tantangan serius di sektor pendidikan dan kesehatan. Sebanyak 75 ribu pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMA, disebut terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental.

Data mengejutkan ini merupakan hasil survei terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa angka tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk menyikapi temuan ini dengan kepala dingin namun tetap waspada.

“Angkanya 75 ribu. Ini bukan kecil. Tapi kita juga hati-hati menyikapinya,” ujar Farhan di Bandung, Senin.

Farhan menyoroti tantangan terbesar dalam menangani isu ini, yakni tembok penyangkalan (denial) dari lingkungan terdekat. Menurutnya, banyak orang tua yang enggan mengakui bahwa anak mereka mungkin membutuhkan bantuan profesional.

“Ketika bicara gangguan mental, kita sering lihat ke anak orang lain. Jarang yang refleksi ke diri sendiri, jangan-jangan anak saya,” tegasnya.

Untuk menangani hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memilih strategi "senyap" namun sistematis guna menghindari kepanikan massal.

“Ini masuknya pelan-pelan. Tidak pakai kampanye besar-besaran,” kata Farhan.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Bandung akan mengintegrasikan layanan kesehatan mental hingga ke tingkat akar rumput. Seluruh Puskesmas di Bandung nantinya diwajibkan memiliki layanan psikologi klinis.

baca juga

Skema penanganannya akan dimulai dari sekolah. Guru Bimbingan Konseling (BK) akan menjadi garda terdepan untuk melakukan asesmen awal sebelum siswa dirujuk ke Puskesmas.

“Psikolog akan memberikan capacity building ke Guru BK. Jadi mereka bisa mendeteksi lebih dini,” kata Farhan.

Farhan mencontohkan, deteksi dini bisa dilakukan dengan memantau perubahan perilaku yang drastis. Misalnya, siswa yang semula ceria tiba-tiba menjadi pendiam, atau penurunan semangat belajar pada siswa yang biasanya berprestasi. Data-data perubahan tersebut akan dicatat dan dikaji secara mendalam oleh tenaga profesional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Lokasi ATM BNI Pecahan Rp20 Ribu di Bandung

5 Lokasi ATM BNI Pecahan Rp20 Ribu di Bandung

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 11:50 WIB

DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!

DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:05 WIB

Beda Pendidikan Jefri Nichol vs Zahwa Massaid yang Diduga Pacaran

Beda Pendidikan Jefri Nichol vs Zahwa Massaid yang Diduga Pacaran

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:59 WIB

Terkini

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:57 WIB

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:50 WIB

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

DPR | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:49 WIB

Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM

Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:44 WIB

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:34 WIB

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:30 WIB

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:29 WIB

×