facebook

BMKG: Warga NTT Jangan Terpancing Isu Akan Ada Gempa dan Tsunami 3 Meter

Erick Tanjung
BMKG: Warga NTT Jangan Terpancing Isu Akan Ada Gempa dan Tsunami 3 Meter
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

"Masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu gempa dan tsunami dengan ketinggian lebih dari 3 meter di NTT," kata Margiono.

Suara.com - Kepala Stasiun Geofisika Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Margiono mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Timur agar tidak terpancing isu yang beredar yang menyebutkan akan ada gempa dan tsunami di wilayah NTT.

"Masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu gempa dan tsunami dengan ketinggian lebih dari 3 meter di NTT," kata Margiono dalam siaran pers, Kamis (19/5/2022).

Ia mengatakan hal itu menanggapi munculnya keresahan masyarakat pesisir pantai di NTT tentang informasi akan terjadinya gempa bumi yang berpotensi tsunami dengan ketinggian lebih dari 3 meter.

Margiono mengatakan NTT sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan.

Baca Juga: Peringatan Dini dari BMKG: Masyarakat Jawa Tengah Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem pada 19-21 Mei

Namun sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat terkait kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

"Karena itu BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," ujarnya.

Margiono menjelaskan berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust selatan NTT memiliki potensi gempa bumi dengan Magnitudo maksimum 8.5.

Namun demikian hal itu merupakan potensi bukan prediksi sehingga tidak ada yang mengetahui kapan terjadi.

Ia mengajak agar berbagai pihak melakukan mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan yang aman dari gempa bumi, menata ruang pantai yang aman dari tsunami.

Baca Juga: Sebagian wilayah di Sumatera Utara Berpotensi Hujan ringan

Selain itu juga mengedukasi masyarakat dalam menyelamatkan diri dari bahaya bahaya gempa bumi dan tsunami.

Komentar