facebook

Kepala BNPT: Perlu Ditemukan Vaksin Bersama Berantas Terorisme

Pebriansyah Ariefana
Kepala BNPT: Perlu Ditemukan Vaksin Bersama Berantas Terorisme
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (kedua dari kiri) meninjau Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (26/4/2022). [Dok. BNPT]

Menurut Boy, terorisme merupakan kejahatan transnasional yang luar biasa.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengajak seluruh lembaga nasional dan internasional kerjasama dalam memberantas terorisme dan radikalisme.

Menurut Boy, terorisme merupakan kejahatan transnasional yang luar biasa.

Oleh karena itu, mutlak diperlukan langkah bersama masyarakat internasional untuk membangun ketahanan melawan terorisme.

Hal tersebut disampaikan usai menerima kunjungan Komandan Royal College of Defense Studies (RCDS) Letjen Sir George Norton. RCDS adalah sebuah lembaga setingkat Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Indonesia.

Baca Juga: Terpopuler Kemarin: Mahasiswa Malang Simpatisan Kelompok Teroris, Bertugas Galang Dana dan Admin Medsos

"Mari kita membangun persatuan masyarakat internasional untuk berperang melawan terorisme," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain itu Kepala BNPT mengibaratkan virus corona yang menjadi pandemi dunia.

Maka masyarakat internasional bersatu melawan pandemi hingga akhirnya mampu melewati ancaman secara baik dengan penemuan vaksin COVID-19.

"Seperti virus corona, bersama-sama dilawan dengan penemuan vaksin. Maka untuk memberantas radikalisme dan terorisme perlu ditemukan vaksin bersama," kata dia.

Pada kesempatan itu, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1988 tersebut mengenalkan tentang Indonesia yang kaya akan keragaman adat budaya dan salah satu yang tertinggi di dunia kepada Letjen Sir George Norton.

Baca Juga: BNPT Sebut Kementerian Berperan Penting Mencegah Terorisme dan Ekstremisme

"Indonesia bisa bersatu berkat semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu," ujarnya.

Komentar