5 Penyebab Banjir Rob Seperti yang Terjadi di Wilayah Semarang

Farah Nabilla | Suara.com

Rabu, 25 Mei 2022 | 15:44 WIB
5 Penyebab Banjir Rob Seperti yang Terjadi di Wilayah Semarang
Terminal Petikemas Semarang banjir rob hingga 1 meter. (Antara)

Suara.com - Banjir rob merupakan peristiwa naiknya air laut sampai menggenangi daratan di sekitarnya, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Adapun wilayah yang sering terkena dampak dari banjir pasang surut atau banjir rob adalah wilayah Semarang.

Banjir rob ini dipicu atau disebabkan oleh beberapa faktor. Lantas apa saja faktor yang menyebabkan banjir rob ini? Berikut ulasannya yang dirangkum dari prosiding seminar nasional kebumian ke 12, Fakultas Teknik, UGM. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Pemanasan global

Merupakan kondisi meningkatnya temperatur atmosfir bumi yang bisa memberikan dampak di semua lini kehidupan. Pemanan global ini, menyebabkan terjadinya pencairan volume es di kutub, sehingga terjadi kenaikan muka air laut. 

Seperti diketahui, jumlah populasi  manusia kian hari kian bertambah. Sehingga hal tersebut bisa memicu kenaikan konsentrasi karbondioksida di atmosfir. Kenaikan karbondioksida tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan temperature di permukaan bumi, sehingga temperatur yang tinggi menyebabkan terjadinya pelelehan volume es di kutub.

2. Penurunan muka tanah

Merupakan persitiwa alam yang terjadi secara perlahan–lahan yang dapat disebabkan karena pembebanan. Di Semarang, penurunan muka tanah ini disebabkan karena adanya batuan vulkanik dari Gunungapi Ungaran yang memiliki masa jenis lebih berat yang menumpang di lapisan batuan sedimen. Selain itu, bisa juga disebabkan karena adanya eksploitasi air tanah yang berlebihan.

Penurunan muka tanah yang berlangsung terus menerus di wilayah Semarang menyebabkan ketinggian topografi di wilayah Semarang semakin rendah. Kemudian letak wilayah Semarang Utara yang berbatasan dengan Laut Jawa menyebabkan wilayah tersebut sering tergenang oleh banjir rob.

3. Ketinggian gelombang laut

Merupakan peristiwa naik turunnya air laut yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti angin dan topografi pantai. Juga merupakan salah satu bentuk gelombang yang terjadi akibat fluktuasi muka air laut yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi benda–benda luar angkasa seperti bulan dan matahari.

4. Intensitas abrasi

Merupakan peristiwa pengikisan daratan secara signifikan akibat gelombang air laut yang tinggi. Proses abarasi yang terjadi menyebabkan luas daratan di perairan Semarang semakin berkurang. Hal tersebut menyebabkan wilayah Semarang yang memiliki elevasi yang rendah mudah mengalami genangan rob.

5. Kerusakan drainase

Ketika terjadi pasang naik di wilayah Semarang, air laut akan memaksa untuk menggenangi daratan di sekitar perairan karenan kekurangan ruang akomodasi. Namun, yang seharusnya air laut tersebut bisa kembali ke laut, akibat kerusakan drainasee di beberapa titik di wilayah Semarang, hal tersebut mengakibatkan air laut sulit untuk mengalir kembali menuju laut.

Demikianlah ulasan mengenai 5 penyebab banjir rob yang kerap terjadi di wilayah Semarang. Adapu faktor penyebabnya adalah pemanasan global, penurunan muka tanah, ketinggian gelombang laut, intensitas abrasi, kerusakan drainasee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Rob di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Masih Terjadi, Begini Kondisinya

Banjir Rob di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Masih Terjadi, Begini Kondisinya

Jawa Tengah | Rabu, 25 Mei 2022 | 14:57 WIB

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Masih Banjir Rob, Ini Penampakan Terkini

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Masih Banjir Rob, Ini Penampakan Terkini

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 14:36 WIB

Dua Hari Banjir Rob Tinggi, Ganjar akan Audit Bangunan di Pesisir Pantura

Dua Hari Banjir Rob Tinggi, Ganjar akan Audit Bangunan di Pesisir Pantura

Jawa Tengah | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:14 WIB

Update Banjir Rob Semarang: 5.000 Keluarga Masih Terdampak

Update Banjir Rob Semarang: 5.000 Keluarga Masih Terdampak

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 12:55 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Rumah Setelah Banjir Rob? Ikuti Panduan Berikut!

Bagaimana Cara Membersihkan Rumah Setelah Banjir Rob? Ikuti Panduan Berikut!

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 11:29 WIB

Kronologi Lengkap Tanggul Jebol di Semarang hingga Banjir Rob 2 Meter

Kronologi Lengkap Tanggul Jebol di Semarang hingga Banjir Rob 2 Meter

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 10:53 WIB

Pakar Sebut Banjir Rob Perlu Mitigasi Jangka Panjang, Ini Penjelasannya

Pakar Sebut Banjir Rob Perlu Mitigasi Jangka Panjang, Ini Penjelasannya

Jawa Tengah | Rabu, 25 Mei 2022 | 08:26 WIB

Banjir Rob Juga Terjadi di Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir Rob Juga Terjadi di Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi

Jawa Tengah | Rabu, 25 Mei 2022 | 06:13 WIB

Terkini

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:07 WIB

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:54 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:45 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:34 WIB

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:32 WIB

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:24 WIB

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:21 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:18 WIB

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:17 WIB