Indonesia Peringkat Kedua Ketidakjujuran Akademis, Rocky Gerung Senggol Kasus Jokowi dan Bahlil

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 14:59 WIB
Indonesia Peringkat Kedua Ketidakjujuran Akademis, Rocky Gerung Senggol Kasus Jokowi dan Bahlil
Potret Rocky Gerung. [YouTube]

Suara.com - Akademikus Rocky Gerung baru-baru ini menyoroti penelitian asal Republik Ceko yang menyebut bahwa Indonesia menjadi negara peringkat kedua yang paling tidak jujur dalam hal akademik.

Sebelumnya, penelitian tersebut dilakukan oleh dua orang bernama Vit Machacek dan Martin Srholec yang menemukan bahwa tingkat ketidakjujuran akademik di Indonesia cukup tinggi, yaitu 16,73 persen.

Para peneliti menyoroti banyaknya kasus kuliah abal-abal dan praktik wisuda palsu yang tercatat. Hal tersebut membuat Rocky Gerung menyinggung mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rocky Gerung melalui video yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official dengan judul "Memalukan! Indonesia Peringkat Dua Negara Paling Tidak Jujur Masalah Akademis Gegara Jokowi dan Bahlil".

"Sekarang dunia justru memeringkatkan kita di dalam kondisi yang betul-betul memalukan bahwa kejujuran intelektual Indonesia itu nomor dua. Jadi unggul di bidang ketidakjujuran intelektual, itu maksudnya tuh. Berbohong di dalam riset, memalsukan ijazah, menyogok supaya lulus skripsi, membayar supaya bisa masuk artikel internasional. Kan semua itu bisa dibaca sebagai kondisi pariah di dalam lingkungan intelektual kita," ucap Rocky Gerung.

Rocky Gerung pun menyinggung para tokoh pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Ia menilai bahwa Tanah Air lahir dari buah pemikiran para tokoh tersebut.

Namun sayangnya, kini ia melihat banyak orang yang tak suka dengan pemikiran orang lain jika dianggap terlalu kritis terhadap negara.

"Jadi mulailah kita berupaya untuk melihat kembali bahwa Indonesia didirikan melalui pertengkaran pikiran. Artinya ada sesuatu yang otentik pada pendiri-pendiri negeri ini, tapi kenapa kita sekarang seolah-olah tidak suka pada pikiran kritis," sambung Rocky Gerung.

Ia menyayangkan bahwa setiap orang yang mengkritik pemerintah akan dianggap sebagai musuh negara.

"Setiap kali ada orang yang berpikir kritis, dianggap sebagai memusuhi pemerintah. Setiap kali ada orang yang berpikir radikal, dianggap hendak menjual bangsa. Setiap kali ada orang yang menginginkan ada duel argumen dianggap sebagai memecah belah negeri ini," imbuhnya lagi.

Oleh karena itu, Rocky Gerung menilai jika kejujuran di masyarakat Indonesia semakin terkikis saat berargumentasi.

"Jadi ini menunjukkan bahwa kita sudah kehilangan tradisi kejujuran di dalam berargumen. Kekurangan ini yang kemudian dibaca oleh dunia, sehingga satu lembaga dunia merumuskan bahwa Indonesia nomor dua di bidang ketidakjujuran intelektual," tambah Rocky Gerung.

Rocky Gerung pun mengomentari publik yang mengaitkan peringkat tersebut dengan kasus yang belakangan ini tengah ramai, yaitu dugaan ijazah palsu miliki Presiden Republik Indonesia ke-7 Jokowi serta polemik disertasi Bahlil Lahadalia.

"Netizen akhirnya mengaitkan ketidakjujuran itu dengan perilaku dari pemimpin-pemimpin kita. UI dipermalukan dengan skandal Bahlil, sampai sekarang itu nggak ada kejelasan. Yang salah di situ bukan sekadar Bahlil berupaya untuk berbohong dalam metodologi, tetapi peneliti-peneliti atau mereka yang menguji Bahlil di UI juga bersalah secara moral karena asal-asalan menguji," beber Rocky Gerung.

Instansi akademis serupa, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menjadi sorotan. Dengan beredarnya isu ijazah palsu milik Jokowi, Rocky Gerung menilai jika pendapat masyarakat tentang UGM perlahan mulai runtuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Sakit Pergi ke Bali, Dokter Tifa Beri Komentar Menohok soal Kesehatan Jokowi

Masih Sakit Pergi ke Bali, Dokter Tifa Beri Komentar Menohok soal Kesehatan Jokowi

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:59 WIB

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:42 WIB

Bahlil dan Komisi XII DPR Sepakat Kembalikan Skema RKAB Minerba Jadi Setahun Sekali

Bahlil dan Komisi XII DPR Sepakat Kembalikan Skema RKAB Minerba Jadi Setahun Sekali

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:18 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB